sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

Lomba Lari ‘Jayakarta Loe Gue Run 2020’ Akhiri Puncak Peringatan HUT Kodam Jaya ke 70

Pangdam Jaya  Mayjen Eko Margiyono saat memberikan keterangan kepada wartawan terkait lomba lari  ‘Jayakarta Loe Gue Run 2020’ di Monas, Jakarta, Minggu (26/1/2020).

Jakarta, Laras Post - Tiga ribu peserta  lomba lari ‘Jayakarta Loe Gue Run 2020’ meramaikan puncak peringatan HUT ke 70 Kodam Jaya/Jayakarta yang digelar di sisi barat Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Minggu (26/1/2020).

Peserta lomba tidak hanya berasal dari anggota TNI melainkan juga masyarakat umum. Peserta lomba star dari Monas hingga kawasan Glodok, Jakarta Pusat. 

Panglima Kodam Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen Eko Margiyono mengungkapkan bahwa lomba lari Jayakarta ‘Jayakarta Loe Gue Run 2020’ merupakan puncak acara  HUT Kodam Jaya/ Jayakarta yang ke-70. “Sebetulnya jatuh pada 24 Desember lalu,” ujar Pangdam Jaya kepada wartawan di lokasi lomba, Monas, Jakarta, Minggu  (26/1/2020). 


Menurutnya, lomba lari  ‘Jayakarta Loe Gue Run 2020’ (JLGR) terbagi menjadi kategori 5K, 10K,  dan jarak 2,5K untuk penyandang disabilitas. Rute yang akan dilalui Jl Medan Merdeka Barat, Jl Majapahit, dan Jl Gajah Mada. 

“Kegiatan ini baru pertama kita adakan. Dan kita ingin menggandeng stake holder  lain agar even ini setiap tahun bisa diselenggarakan,” kata Pangdam seraya mengakui dalam kegiatan ini pihaknya tidak melibatkan pelari internasional. 

Mayjen Eko Margiyono menuturkan, lomba yang melibatkan anggota TNI dan masyarakat umum ini agak berbeda dengan lomba lainnya. Pasalnya, hadiah yang disediakan tidak hanya untuk juara pertama hingga ketiga, namun panitia menyediakan hadiah bagi peserta yang masuk 10 besar.


“Panitia lomba membatasi jumlah peserta hingga 3.000 orang. Kalau tidak dibatasi bisa membludak. Kami berikan hadiah sampai 10 besar. Hadiah ini kami berikan sebagai daya tarik untuk merangsang pelari peserta lomba lari. Total hadiah sekitar Rp580 juta,” tandasnya.

Untuk juara pertama memperoleh Rp10 juta (10k), Rp 7 juta (5k), dan Rp 5 juta (wheelchair).

Jenderal bintang dua TNI itu mengucapkan terima kasih kepada peserta lomba lari dan semua pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Dia berharap kegiatan ini menjadi agenda nasional. Dengan kegiatan ini, paparnya, diharapkan semakin merekatkan jalinan kerja sama antara TNI, Polri dan masyarakat, demi Indonesia maju.


Tampak hadir dalam kegiatan itu, Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Danpaspampres Mayjen TNI Maruli Simanjuntak, Danlantamal III/ Jakarta Brigjen  TNI (Mar) Hermanto, Kasdam Jaya Brigjen TNI M Saleh Mustofa, Kasgartap 1/JKT Brigjen TNI Syafruddin, Para Kepala dan Komandan jajaran Kodam Jaya, Para Pejabat Polda Metro Jaya, Jajaran Pemprov DKI Jakarta, Pengurus Persit KCK PD Jaya, serta ribuan prajurit TNI, Polri dan masyarakat. (egi)

Cara Janet Anggota DPRD Kota Bekasi Rayakan Tahun Baru Imlek


Bekasi, Laras Post  - dr Janet Aprilia Stanzah adalah salah satu Anggota DPRD kota Bekasi Periode 2019-2024 yang ikut merayakan hari Raya Tahun Baru Imlek.

Janet mengungkapkan, tak banyak persiapan yang dilakukan tahun ini, dirinya dan keluarga merancang untuk mengisi hari Imlek dengan sederhana di rumah  orang tuanya di jalan Sasak Djikin  Kelurahan Jatimurni Pondok Melati, Sabtu (25/1/2020).

Sejumlah bahan makanan pun telah disiapkan untuk para tamu. 

"Tidak ada persiapan Imlek sih, yang penting  bisa Berkumpul dengan keluarga dan sanak saudara  dan sedikit  berbagi  rejeki  kepada anak anak di sekitar rumah yang tiap tahun hadir ikut berbagi kebahagiaan bersama keluarga kami," ungkap dr Janet saat diwawancara Laras Post.



Ia dan keluarga juga menyiapkan menu masakan khas Imlek. Panganan spesial itu tak lain tak bukan yakni Yee Sang. Sejenis kue lapis legit yang biasa tersaji di momen tahun baru Imlek setiap tahunnya.

Di tanya soal Makna  merayakan hari Raya Imlek, dr Janet menjawab, Imlek bukan hari raya keagamaan, tapi merupakan tahun baru kalender perhitungan Chinese. 

"Karenanya walaupun kedua orang tua saya muslim, tapi kami tetap merayakan tradisi tahun baru Imlek. Imlek adalah saatnya kami berkumpul keluarga dan kerabat untuk merajut dan mempererat tali silahturahim tanpa batasan agama, budaya, suku, ras dan Golongan serta merupakan kesempatan untuk saling berbagi kebahagiaan dan rejeki," tutupnya. (Egi)

Direktur CBA: Penyederhanaan Birokrasi Berdampak Positif terhadap Pengurangan Penggunaan Anggaran

Public Discussion bertema  'Revatilisasi Penyederhanaan Birokrasi pada Kementerian dan Lembaga Pemerintah di Kampus Universitas Islam As-Syafi'iyah, Jakarta, Sabtu (25/01).
Jakarta, Laras Post - Pernyataan Presiden Republik Indonesia Jokowi Widodo terkait penyederhanaan birokrasi memang memiliki dampak positif terhadap pengurangan penggunaan anggaran. Namun di sisi lain hal itu tidak mudah, karena begitu kuatnya gejolak politik yang terjadi di Indonesia. 

Hal ini disampaikan Direktur Center for Budget Analysis (CBA) dalam Public Discussion bertema  'Revatilisasi Penyederhanaan Birokrasi pada Kementerian dan Lembaga Pemerintah di Kampus Universitas Islam As-Syafi'iyah, Jakarta, Sabtu (25/1/2020).

Uchok Sky Khadafi juga menyinggung bahwa penyederhaan birokrasi ini diduga erat kaitannya dengan pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan agar tak begitu banyak Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pindah ke sana. Sehingga dilakukanlah penyederhanaan birokrasi. Namun ketika Ibu Kota pindah ke Kalimantan hal ini malah akan menimbulkan banyak masalah dari berbagai aspek. Hal inilah yang akan menimbulkan gejolak politik.


"Birokrasi ini seperti jalur padat, sehingga pemerintah seperti sedang melakukan uji coba pada pegawai negara untuk menghapus jabatan struktur pada pemerintah, yang diduga untuk mempermudah pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan," ujar Uchok Sky Khadafi.

Di sisi lain, menurut Koordinator ALASKA, Adri Zulpianto, bahwa persoalan penyederhanaan birokrasi juga erat kaitannya dengan penyederhanaan regulasi. Dimana, penyederhanan regulasi ini memilik sisi baik dan negatif, tergantung dilihat dari sisi apa. Sisi baiknya adalah ditengah peraturan yang begitu banyak ini yang akan disatu pintukan dalam satu peraturan yaitu melalui, Omnibus Law. Tentu hal ini akan mengurangi peraturan yang tumpuh tindih dalam pelayanan publik

Di sisi lain, bahwa penyederhaan regulasi juga memiliki maksud untuk mempermudah investasi dari luar negeri ke dalam negeri. Ditambah penyederhanaan.


Diskusi juga tersebut diisi oleh Dosen Fisip Unas yang aktif sebagai Pengamat Kebijakan Anggaran Publik, Muhammad Maulana. Ia mengatakan kenapa ada perlu penyederhanaan birokrasi? 

Menururnya, ada beberapa alasan adanya kenapa harus ada penyederhanan tersebut. Pertama dilihat dari background Presiden Jokowi yang backgroundnya adalah dari pengusaha. Di mana ia menerapakan konsep entreprenuer ke dalam sistem pemerintah. 

"Hal ini tentu sah-sah aja," kata Muhammad Maulana.

Yang kedua Ia sampaikan, adanya penyederhanaan birokrasi alasannya adalah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. 


"Saya melihat, bahwa Pemerintah Indonesia tengah menerapkan orientasi pembangunan ekonomi. Namun hal itulah tidak cukup karena hal tersebut pernah diterapkan oleh negara Amerika Serikat dan gagal. Harusnya kita bisa mengaca pada negara Amerika Serikat tersebut. Amerika Serikat masif dalam meningkatkan pertumbuham ekonomi namun disisi lain gagal memperhatikan pembangunan sosial," terang Maulana.

Dan terakhir Ia, sampaikan bahwa rezim terlalu fokus pada orientasi pembangunan ekonomi, dan mengabaikan pembangunan sosial. (her)

Kegiatan Pramuka di Yogyakarta Viral, Mahasiswa Gelar Diskusi Peran Pendidikan Menangkal Radikalisme dan Terorisme

Narasumber dari akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Adrinovriarini, M.sc, dan pengamat politik dari Populi Center, Rafif Pamenang Irawan, S.IP., M. Pol. Sc, serta Dr. Ade Reza Haryadi saat menggelar diskusi bersama sekelompok mahasiswa dengan tema Peran Pendidikan dalam Mereduksi Radikalisme dan Terorisme' di Waris Caffe, Jakarta Pusat, Jumat (24/01).
Jakarta, Laras Post - Fenomena viralnya video kegiatan pramuka di  Yogyakarta yang meneriakkan yel-yel Islam yes kafir no turut meramaikan publik dan memunculkan kekhawatiran bahwa fenomena radikalisme agama masih ada, dan terus berkembang di masyarakat.

Merespon fenomena tersebut, sekelompok mahasiswa di Jakarta Pusat yang tergabung dalam Majelis Diskusi Mahasiswa menggelar diskusi  bertema 'Peran Pendidikan dalam Mereduksi Radikalisme dan Terorisme' di Waris Caffe, Jakarta Pusat, Jumat (24/1).

Kegiatan itu menghadirkan narasumber dari akademisi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Adrinovriarini, M.sc, dan pengamat politik dari Populi Center, Rafif Pamenang Irawan, S.IP., M. Pol. Sc, serta Dr. Ade Reza Haryadi atau yang dikenal masyarakat sebagai Pengamat Politik UI. 

Rafif Pamenang mengatakan bahwa munculnya radikalisme bisa berasal dari beberapa hal seperti, pemahaman budaya, agama, bahkan politik. Dan pemahaman itu yang memuat manusia bertindak.


“Radikalisme bisa berakar dari berbagai hal, seperti budaya, agama bahkan politik, berawal dari pemikiran yang akhirnya membuatnya untuk bergerak atau merealisasikannya,” tutur Rafif.

“Orang-orang tersebut kemudian bergabung dengan grup-grup yang berbasis radikalisme sehingga membuat seseorang cenderung inklusif dan tertutup,” imbuh Rafif.

Sedangkan, menurut Adrinovriarini, dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menangkal radikalisme dan terorisme yang menyasar ke pemuda saat ini. Upaya ini dapat dilakukan dengan memperbanyak lagi kurikulum yang mengajarkan nasionalisme dan pemahaman agama yang moderat, seperti matakuliah Pancasila, Kewarganegaraan, Agama, dan masih banyak lagi.

“Pendidikan Pancasila dan agama yang moderat sangat penting untuk mahasiswa, terutama mereka yang jurusan eksakta dan berasal dari SMA. Penerapan nilai dari mata kuliah Pancasila dapat berupa penjagaan sikap ketika bersosialisasi dengan orang lain, dan toleransi. Ini adalah salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi radikalisme dan terorisme melalui perguran tinggi,” ujar Adrinovriarini.

Sementara, Dr. Ade Reza menganggap ada kondisi nyata yang cukup mengkhawatirkan tentang radikalisme dan disisi lain dunia pendidikan harus tetap menjadi wahana agar berbagai nilai dapat didiskusikan secara terbuka. 


“Proses idiologisasi itu penting menangkal radikalisme, namun dunia pendidikan juga harus menjamin kebebasan akademik, artinya tetap memperbolehkan diskusi wacana radikalisme dengan tetap ilmiah dan kritis,” ujar Ade.

Menurutnya, Sekolah harus dibekali kerangka kerja dan program untuk menumbuhkan sikap moderat dan toleransi. Imbauan dari Kemendikbud agar pihak sekolah berperan aktif dalam melawan bahaya terorisme perlu terus disosialisasikan serta didukung berbagai pihak.

“Harapan kita, kampanye anti radikalisme yang digalakkan pemerintah direspon semua lembaga-lembaga pendidikan yang ikut aktif mengkampanyekan anti radikalisme dan ektrimisme,” terang Ade. (her)

Mahasiswa dan Pemuda di Bandung Gelar Diskusi Bertajuk 'Upaya Pencipta Regulasi Ramah Investasi'

Para narasumber diskusi publik bertema 'Upaya Mencipta Regulasi yang Ramah Investasi' di Aula Fakultas Ushuluddin Universitas Gunung Jati, Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/01).
Bandung, Laras Post - Elemen mahasiswa dan pemuda se-Kota Bandung, Jawa Barat, menggelar diskusi publik  bertema 'Upaya Mencipta Regulasi yang Ramah Investasi' di Aula Fakultas Ushuluddin Universitas Gunung Jati, Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/1/2020).

Kabid Perencanaan dan Pengembangan Penanaman Modal, DPMPTSP Kota Bandung, Ir. H. Kurniadi, M.M., M.Si., yang menjadi salah satu narasumber dalam diskusi tersebut mengatakan, penyederhanaan regulasi oleh pemerintah bertujuan menciptakan iklim investasi yang lebih baik.


Ia juga menyebut, dari data United Nation Conferrence on Trade and Development (UNCTD) tahun 2018, Indonesia dinilai sebagai salah satu negara yang layak investasi mengalahkan negara Asia Tenggara lain seperti Malaysia dan Singapura. 

"Ini indikator positif capaian kinerja pemerintah, sehingga masyarakat perlu mendukung upaya-upaya pemerintah, salah satunya adalah kebijakan penyederhanaan regulasi. Kebijakan ini akan memangkas sejumlah regulasi atau peraturan dalam berusaha yang praktiknya masih tumpang tindih dengan aturan lain," jelasnya.


Untuk itu, lanjutnya, pemerintahan Presiden Jokowi terus melakukan peningkatan pembangunan infrastruktur, integrasi transportasi, keberlanjutan sistem akuntabilitas pemerintah, dan lainnya mulai dari tingkat pusat hingga ke tingkat daerah yang bertujuan untuk mengatasi hambatan-hambatan dalam investasi.

"Pada DPMPTSP Kota Bandung, dalam upaya menciptakan iklim yang ramah investasi, telah dilakukan upaya-upaya di antaranya penyusunan dan penerbitan Perda Penanaman Modal, penyusunan Standard Operational Procedure penanaman modal, penyelenggaraan layanan berbantuan, penyusunan Kajian Rencana Umum Penanaman Modal (RUPM), penyusunan Perwal RUPM, pengadaan Ruang Business Lounge yang bertujuan untuk menjalankan Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)," tutupnya.


Narasumber lainnya, Asep Sutisna anggota DPRD Kota Cimahi juga menyebut, capaian pemerintahan Presiden Jokowi dalam regulasi yang dipermudah dalam investasi telah menempatkan Indonesia diurutkan ke-73, meningkat dari urutan ke-137 pada Tahun 2007.

Namun, sambungnya, faktor sosial budaya kadang membuat investor kurang nyaman. "Oleh sebab itu, masyarakat perlu mendukung upaya pemerintah dalam menarik investor," ajaknya. 


Ajakan untuk mendukung pemerintah juga disampaikan Akademisi dari Universitas Sunan Gunung Jati Dr. Gustiana Isya Marjani, Ph.D. 

"Mahasiswa memiliki peran dan menjadi instrumen penting dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu sebagai pendidik dan pengajar, melakukan penelitian dan pengembangan serta menjadi agen perubahan mencapai cita-cita bangsa," jelasnya.

Ia juga menyinggung demonstrasi yang berisi kemarahan terkait pekerja asing di Indonesia, perlu juga dilihat tentang skill dan kesiapan diri anak bangsa serta kemampuan yang harus dikejar dan tingkatkan. 


"Perlu disadari mahasiswa jangan terus menyalahkan kebijakan, namun perlu dipikirkan tentang peningkatan skill, nalar dan sikap untuk menyongsong perubahan," ajaknya

Sebagai pamungkas narasumber lainnya, Aden Syakil yang juga pengusaha dan mahasiswa Ushuluddin mengatakan bahwa investasi merupakan salah satu faktor utama perkembangan ekonomi suatu negara. 

"Kita perlu kehadiran investor untuk meningkatkan performa perekonomian kita," paparnya.


Ia menambahkan, penyederhanaan regulasi yang dilakukan pemerintah sesungguhnya untuk mengatasi hambatan-hambatan yang terjadi. 

"Misalnya kesulitan bahan baku, jika ada itu pun mahal, sehingga biaya produksi naik dan daya beli konsumen turun," terangnya. (her)

Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Sukseskan Sensus Penduduk 2020

Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan di Istana Negara, Jakarta, Jumat (24/01).
Jakarta, Laras Post - Data kependudukan yang valid dan akurat merupakan salah satu kunci utama dalam suksesnya pembangunan sebuah negara. Dengan data tersebut, penyusunan perencanaan yang benar, pengambilan keputusan yang tepat, serta mengeksekusi program yang tepat sasaran dapat dilakukan.

Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan menyukseskan Sensus Penduduk 2020 yang secara resmi dicanangkan olehnya Jumat (24/01), di Istana Negara, Jakarta.


"Kunci utama kesuksesan sensus penduduk tahun ini adalah partisipasi dari seluruh elemen bangsa. Hajatan ini harus didukung semua pihak," ujarnya.

Presiden mengatakan, sensus penduduk yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun tersebut bertujuan untuk menghasilkan satu data kependudukan. Nantinya, data kependudukan tersebut bermanfaat sebagai data dasar untuk membuat perencanaan di berbagai bidang.


"Data hasil Sensus Penduduk 2020 nantinya tidak hanya bermanfaat untuk membuat perencanaan masa kini, tapi juga membuat proyeksi sampai tahun 2050," tutur Presiden.

Dalam sensus penduduk kali ini, pemerintah menghadirkan inovasi dan kemudahan bagi masyarakat untuk berpartisipasi. Kini, masyarakat dapat mengikuti sensus secara daring dengan mengakses laman yang beralamat di sensus.bps.go.id yang pengisiannya akan dimulai pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020 mendatang.


"Sensus penduduk online agar masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam sensus dengan mudah. Hal ini juga merupakan salah satu bentuk pendidikan kepada masyarakat untuk mulai sadar betapa pentingnya data administrasi yang sejalan dengan program Indonesia Sadar Administrasi," ucapnya.

Adapun bagi penduduk yang belum mengikuti sensus secara daring pada periode tersebut, maka petugas sensus akan mendatangi rumah-rumah penduduk untuk melakukan sensus tersebut yang akan dimulai pada 1 Juli hingga 31 Juli 2020.


"Saya ingin memerintahkan kepada seluruh kementerian dan lembaga, termasuk di dalamnya Pemda, beserta seluruh pihak untuk memberikan dukungan penuh dalam menyukseskan kegiatan Sensus 2020 ini," tandasnya. (her/sg)

Presiden Jokowi Soal Maraknya Wabah Virus Korona, Pemerintah Antisipasi

Presiden Joko Widodo ketika memberikan instruksi, di Istana Negara, Jumat (24/01).
Jakarta, Laras Post - Presiden Joko Widodo telah menginstruksikan Menteri Kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran wabah virus korona sekaligus meningkatkan kesiagaan. Hal itu menanggapi kasus penyebaran virus tersebut yang telah dikonfirmasi di sejumlah negara Asia Tenggara.

"Yang paling penting, kita waspada, hati-hati. Saya sudah perintahkan ke Menteri Kesehatan untuk diawasi secara detail," ujarnya di Istana Negara, Jumat (24/01).

Sebagai langkah preventif, pemerintah telah memperketat pengawasan di bandara untuk mendeteksi dan memantau suhu tubuh penumpang dalam rangka pemeriksaan awal.


"Kita juga sudah siap mengecek dengan _scanner_ setiap kedatangan dari luar, siapapun, yang kita perkirakan kemungkinan besar terjangkit (virus) ini," kata Presiden Jokowi.

Kepala Negara melanjutkan, berdasar informasi yang diterimanya, hingga kini belum terdapat indikasi menyebarnya virus tersebut di Indonesia. Meski demikian, pihaknya akan terus memantau perkembangan dari wabah tersebut.

"Tapi sampai sekarang, informasi yang saya terima dan moga-moga seterusnya, tidak ada yang terjangkit (virus) korona," tandasnya. (her/sg)

Presiden Jokowi Hadiri Pengukuhan DPP Partai Hanura, Serukan Pilkada 2020 Tanpa Politik SARA dan Hoaks

Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada acara pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura masa bakti 2019-2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat (24/01).
Jakarta, Laras Post - Presiden Joko Widodo (Jokowi)  menghadiri pengukuhan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura masa bakti 2019-2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Jumat (24/01). Dalam sambutannya, Presiden mengajak Partai Hanura untuk turut menjaga stabilitas politik nasional, terutama mengingat pada tahun 2020 pemilihan umum kepala daerah (pilkada) serentak akan dihelat.

"Tahun ini tahun 2020, kita akan pilkada serentak di 270 daerah. Saya hanya titip, marilah kita menjaga agar pilkada yang sebanyak 270 itu berjalan aman, damai, bermartabat, dan demokratis," kata Presiden Jokowi.


Kepala Negara juga menyerukan agar kontestasi politik tersebut tidak lagi diwarnai dengan hal-hal negatif seperti penggunaan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), hingga fitnah dan ujaran-ujaran kebencian.

"Jangan sampai ada lagi politik SARA, stop, enggak ada itu. Jangan lagi ada hoaks, jangan lagi ada ujaran-ujaran kebencian, jangan lagi saling fitnah, saling hujat menghujat. Saya yakin ini bisa dimotori oleh Partai Hanura," imbuhnya.


Menurut Presiden, situasi yang kondusif sangat diperlukan bagi setiap negara untuk melakukan pembangunan. Untuk itu, stabilitas politik dan keamanan menjadi sangat penting untuk dijaga bersama.

"Situasi yang kondusif itu sekarang sangat diperlukan sekali, stabilitas politik dan keamanan itu sangat diperlukan sekali oleh negara manapun, negara kita juga dalam rangka pembangunan negara yang kita cintai. Karena kita masih memiliki pekerjaan-pekerjaan besar, agenda-agenda besar yang harus kita selesaikan dengan cepat," ungkapnya.


Di hadapan pada kader Partai Hanura, Presiden juga menyampaikan soal penyederhanaan regulasi yang tengah dilakukan oleh pemerintah melalui _omnibus law_. Setelah menyerahkan draf _omnibus law_ tentang perpajakan, Presiden menuturkan, pemerintah akan mengajukan draf _omnibus law_ cipta lapangan kerja ke DPR minggu depan.

"Ini adalah dalam rangka persaingan, kompetisi negara kita dengan negara-negara lain agar kita lebih fleksibel, lebih lincah, lebih kompetitif dalam hal apa pun. Karena sekarang ini dan ke depan bukan negara kaya mengalahkan negara miskin, bukan negara besar mengalahkan negara kecil, tetapi negara yang cepat akan mengalahkan negara yang lambat dan kita ingin jadi negara yang cepat," jelasnya.


Di akhir sambutannya, Presiden menyampaikan apresiasi atas dukungan Partai Hanura kepada pemerintah. Ia juga menyampaikan selamat bagi DPP Partai Hanura masa bakti 2019-2024 yang telah dikukuhkan.

"Terima kasih atas dukungan Hanura selama ini kepada pemerintah. Sekali lagi saya sampaikan selamat kepada Dewan Pengurus Pusat Partai Hanura masa bakti 2019-2024. Selamat bekerja," tandasnya.


Turut hadir dalam acara tersebut antara lain, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Wakil Presiden ke-9 RI Hamzah Haz, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Tampak hadir juga Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti, dan Ketua Umum Partai Hanura terpilih Oesman Sapta Odang. (her/sg)

Wujud Tri Kerukunan Umat Beragama dan Pluralisme Beragama Kodim Turut Mengucapkan Tahun Baru Imlek 2571 Gong Xi Fa Cai

Banner ucapan tahun baru Imlek 2571 Gong Xi Fa Cai dengan foto Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Yudhi Novrizal,S.I.P., M.Han.
Purbalingga, Laras Post - Menunjukan kepedulian kepada masyarakat Kabupaten Purbalingga serta untuk mewujudkan kerukunan antar umat Beragama Kodim 0702/Purbalingga turut mengucapan selamat tahun baru Imlek 2571 salah satunya dengan pemasangan banner di halaman Makodim. (24/1/2020)

Tahun baru Imlek 2571 tahun ini jatuh pada tanggal 25 Januari 2020, seluruh umat Tionghoa akan bersuka cita merayakan hari besar tersebut. Gong Xi Fa Cai menjadi kalimat yang paling sering digunakan ketika memberikan ucapan selamat tahun baru Imlek.


Dalam kesempatan ini Komandan Kodim 0702/Purbalingga Letkol Inf Yudhi Novrizal,S.I.P., M.Han berharap,”agar perayaan Gong Xi Fa Cai mampu memberikan pencerahan bagi kehidupan bermasyarakat yang penuh dengan kebersamaan. Oleh karena itu marilah kita secara bersama-sama membangun masa depan bangsa, dengan dijiwai semangat dan nilai-nilai kerukunan umat beragama, tidak ada satu agamapun yang mengajarkan kekerasan, permusuhan dan kebencian, akan tetapi semua agama mengajarkan umatnya untuk saling pengertian, saling menghormati dan saling mengasihi tanpa membeda-bedakan suku, ras, golongan dan status sosialnya.”harapnya.


Selanjutnya, “walaupun kita semua  menyadari bahwa Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, namun telah mempelopori pluralisme agama yang tertuang dalam falsafah Pancasila dan UUD Tahun 1945 hingga lahirlah konsep : “Tri Kerukunan Umat Beragama” yaitu (1) kerukunan intern umat beragama, (2) kerukunan antar umat beragama, (3) kerukunan antar umat beragama dengan pemerintah. Karenanya marilah kita bangun masa depan bangsa, dengan semangat persatuan dan persaudaraan yang dilandasi semangat kerukunan umat beragama serta raihlah kehidupan yang lebih baik” pungkasnya.(Pendim0702/Purbalingga) (Agus P)

Kepala Pusdiklat Mahkamah Agung, Tiru Badiklat Kejagung Dalam Meraih WBK dan WBBM

Kepala Pusdiklat Teknis dan Peradilan Mahkamah Agung, Bambang Heri Mulyono (berbaju batik) saat mengunjungi Badiklat Kejaksaan RI di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (22/01).
Jakarta, Laras Post - Kepala Pusdiklat Teknis dan Peradilan Mahkamah Agung, Bambang Heri Mulyono menilai apa yang dilakukan dan dikerjakan Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Kejaksaan Republik Indonesia (Kabandiklat), Setia Untung Arimuladi bersama timnya, telah sukses mendapatkan Zona Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Zona Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).

Hal tersebut disampaikan Bambang Heri Mulyono saat mengunjungi Badiklat Kejaksaan RI di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu (22/01/20).

“Luar biasa, kami akan mencontoh dan belajar apa yang telah dilakukan Badiklat Kejaksaan RI. Apalagi Badiklat Kejaksaan RI telah menerima predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dan WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih Melayani),” kata Bambang Heri Mulyono.

Bambang Heri Mulyono yang hadir bersama rombongannya, disambut dan didampingi Kabandiklat Kejaksaan RI, Setia Untung Arimuladi. Mereka berkeliling dan menyaksikan sarana, prasarana dan pemanfaatan teknologi informasi kediklatan yang dimiliki Kejaksaan Republik Indonesia.

Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Teknis dan Peradilan Mahkamah Agung mengapresiasi sarana, prasarana dan pemanfaatan teknologi informasi kediklatan yang dimiliki Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia.


“Setelah berkeliling melihat sarana, prasarana dan aplikasi yang dimiliki Badan Diklat Kejaksaan RI, kami sangat apresiasi, dan saya bersyukur bisa berkunjung ke sini,” ujar Bambang Heri Mulyono kagum.

Bambang mengaku, sebelumnya jajaran Pusdiklat Teknis dan Peradilan MA hanya melihat sarana, prasarana dan aplikasi Badiklat Kejaksaan RI lewat website Kejaksaan RI.

“Setelah melihat langsung ke Badiklat Kejaksaan RI sungguh ini luar biasa. Kami melihat langsung aplikasi-aplikasi, sarana dan prasarana Badiklat Kejaksaan. Kami merasa bisa sharing sebagai sesama lembaga pemerintah,” ungkap Bambang Heri Mulyono.

Dalam perkunjungan Pusdiklat MA itu, Kabandiklat Kejaksaan Agung, Setia Untung Arimuladi menjelaskan, tentang sarana dan prasarana Badiklat Kejaksaan RI yang serba komputerisasi, digitalisasi dan canggih memanfaatkan teknologi informasi.

Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kajati Jabar) itu mengatakan, kunjungan dari Pusdiklat Teknis dan Peradilan MA itu juga akan menjadi pemicu semangat maupun motivasi jajaran Badiklat Kejaksaan RI untuk terus berinovasi.


Lebih lanjut, mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Riau (Kajati Riau) ini juga menegaskan, sesuai salah satu arahan Presiden Joko Widodo yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul, maka Badiklat Kejaksaan RI sebagai kawah candradimuka Kejaksaan sudah semestinya mengikuti arah kebutuhan jaman.

Badiklat Kejaksaan RI, kata Untung, pada tahun 2020 ini akan terus melakukan pengembangan-pengembangan lanjutan. Seperti pengembangan command centre, e-learning untuk jenis diklat lainnya dan dialog interaktif.

“Pengembangan-pengembangan ini akan mengurangi beban anggaran. Dan capaian penambahan peserta akan lebih banyak, karena cukup dengan memanfaatkan teknologi telepon genggam misalnya, kita sudah bisa melakukan pelatihan-pelatihan,” jelas Mantan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum) itu. (Red)

Ketum PJI : Jaksa Harus Mampu Membangun Kejaksaan Kuat, Hebat, Dicintai dan Dipercaya

Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (PJI), Setia Untung Arimuladi saat memberikan sambutan, di Jakarta, Rabu (22/01).
Jakarta, Laras Post - Persatuan Jaksa Indonesia (PJI) gelar Focus Group Discussion dengan tema "Format Ideal Organisasi Kejaksaan Republik Indonesia" yang bertempat di Jakarta, Rabu (22/1/20).

Ketua Umum Persatuan Jaksa Indonesia (PJI), Setia Untung Arimuladi dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini sangat tepat dan perlu di tengah usaha penguatan dan pengembangan organisasi Kejaksaan yang harus didukung dengan pengaturan dalam regulasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan sumber daya organisasi serta budaya kerja yang baik guna optimalisasi tugas dan fungsi Kejaksaan.


"Organisasi ini diharapakan dapat bergerak secara sistematis dan dinamis menuju Kejaksaan yang di cita - citakan sebagai institusi penegak hukum yang mampu memenuhi cita hukum di masyarakat untuk tujuan keadilan, kepastian dan kemanfaatan," ujar Untung.

Untung menjelaskan, untuk mewujudkan visi dan misi penguatan dan pengembangan Kejaksaan, dibutuhkan langkah - langkah strategi dan konkret sehingga tidak berakhir hanya dengan sekedar wacana.


"Oleh karenanya seluruh sumber daya organisasi harus bergerak serempak membangun komitmen, koordinasi dan komunikasi dengan para pemangku kebijakan terkait," jelasnya.

Untung menambahkan, Persatuan Jaksa Indonesia siap mendukung, menginisiasi dan berperan aktif dalam setiap agenda dan misi penguatan dan pengembangan Kejaksaan, termasuk komitmen untuk menjunjung tinggi profesionalitas, integritas dan soliditas jaksa.


"Jika Soekarno dengan sepuluh pemuda dapat mengguncang dunia, maka saya harap dengan sepuluh jaksa - jaksa hebat dapat membangun Kejaksaan yang kuat, hebat, dicintai dan dipercaya masyarakat," pungkasnya. (Red)

Anggota Polsek Karanganyar Tolong Korban Kecelakaan

Anggota Polsek Karanganyar Polres Purbalingga menolong dan membawa korban kecelakaan ke Puskesmas Karanganyar, Kamis (23/01). 
Purbalingga, Laras Post - Anggota Polsek Karanganyar Polres Purbalingga mendatangi lokasi kecelakaan di jalan raya Kecamatan Karanganyar, Kamis (23/1/2020). Selanjutnya, polisi memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Puskesmas Karanganyar untuk mendapatkan perawatan medis.

Kapolsek Karanganyar AKP Aan Hariyawan mengatakan kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di jalan raya Kecamatan Karanganyar. Kecelakaan melibatkan sepeda motor Honda Beat bernomor Polisi R-3522-WY dengan truk bernomor polisi R-1996-AS.

Sepeda motor dikendarai Antono (35) yang berboncengan dengan istrinya Suwarni (30). Keduanya adalah warga Desa  Wanogara Kulon, Kecamatan Rembang, Purbalingga. Sedangkan truk dikemudikan Naryo (40) warga Serayularangan, Kecamatan Mrebet, Purbalingga.

"Tidak ada korban jiwa akibat kecelakaan tersebut, namun pengendara motor dan pemboncengnya mengalami luka. Anggota Polsek Karanganyar yang datang ke lokasi kemudian membawa korban ke rumah sakit," jelasnya.


Akibat kecelakaan, pengendara sepeda motor mengalami luka lecet di kedua kaki, paha, dan dagu. Sedangkan pemboncengnya mengalami lecet di kedua kaki dan lengan tangan. Sedangkan sepeda motor,  mengalami kerusakan.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, sebelum kejadian truk berusaha mendahului sepeda motor di depannya. Namun akibat terlalu mepet, truk menyerempet sepeda motor tersebut hingga terjatuh berikut pengendara dan pemboncengnya.

"Kasus kecelakaan lalu lintas tersebut selanjutnya kita serahkan penanganannya kepada Satlantas Pos Bobotsari. Sedangkan kendaraan yang terlibat diamankan sebagai barang bukti," pungkas kapolsek. (Agus P)

Resmikan Landasan Pacu 3, Presiden Jokowi Harapkan Peningkatan Layanan Bandara Soekarno-Hatta

Presiden Joko Widodo ketika meresmikan landasan pacu ke-3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang,  Kamis (23/01).
Tangerang, Laras Post - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan landasan pacu ke-3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang,  Kamis (23/01). Landasan pacu sepanjang 3.000 meter dan telah dioperasikan sejak 20 Desember 2019 tersebut menjadikan kapasitas penerbangan Bandara Soekarno-Hatta meningkat dari sebelumnya sebanyak 80 pergerakan per jam menjadi hingga 114 pergerakan per jam.

Kepala Negara berharap agar dengan bertambahnya fasilitas salah satu bandara tersibuk di dunia tersebut pelayanan penerbangan kepada masyarakat menjadi lebih baik.


"Setelah semuanya selesai kita harapkan pelayanan menjadi lebih baik, manajemen pengaturan untuk take-off dan landingnya (semakin baik), dan kapasitas lebih banyak. Ini yang kita harapkan," ujar Presiden Jokowi, seusai peresmian.

Dikatakan Presiden Jokowi  sendiri telah beberapa kali memantau perkembangan pembangunan landasan pacu dengan investasi senilai Rp6 triliun tersebut. Salah satunya pada 21 Juli 2019 lalu di mana saat itu ia juga menginstruksikan penambahan terminal Bandara Soekarno-Hatta.


Selain itu, bersamaan dengan landasan pacu ke-3, turut diresmikan fasilitas _east cross taxiway_ (ECT) yang merupakan jalur penghubung landasan pacu selatan dan landasan pacu utara melalui sisi timur bandara.

Beroperasinya ECT tersebut memungkinkan terpangkasnya waktu tunggu pesawat yang akan lepas landas dan pesawat yang akan mendarat di Bandara Soekarno-Hata. Pergerakan pesawat juga akan semakin mudah dan cepat untuk menuju apron baik di Terminal 1, Terminal 2, maupun Terminal 3.


"Perlu diketahui yang _west cross taxiway_ itu dibangun tahun 1985 dan setelah itu yang timurnya baru dibangun sekarang. Berarti sudah 35 tahun baru dibangun," kata Presiden Jokowi 

"Harusnya kalau _west_-nya dibangun, _east_-nya juga dibangun sehingga tidak _muter_ (menunggu di udara). Moga-moga kita akan melihat kapasitas bandara ini lebih meningkat lagi," imbuhnya.


Lebih jauh, Presiden Joko Widodo kembali menyinggung soal pembangunan Terminal 4 bandara yang dipandang perlu untuk mengantisipasi lonjakan penumpang Bandara Soekarno-Hatta di masa mendatang.

"Penumpang semakin banyak. Jangan kita menunggu sampai penuh lagi. Sebelum penuh itu harus disiapkan dulu sehingga masyarakat terlayani dengan bandara Soekarno-Hatta ini," ucapnya.


"Tadi Pak Dirut Angkasa Pura II sudah menyampaikan, desain akan segera diselesaikan secepatnya sehingga bisa segera dimulai pembangunannya dan diharapkan 2022 akhir atau paling lambat awal 2023 kita punya terminal yang keempat," ujar Presiden Jokowi, menambahkan.

Mendampingi Presiden dalam acara peresmian tersebut di antaranya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. (her/sg)