sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Peristiwa

Hukrim

LARAS JATENG

Laras Jatim

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

Polsek Kalimanah Purbalingga Uangkap Pencurian Burung Murai

Anggota Polsek Kalimanah Polres Purbalingga dan 2 orang pelaku.
Purbalingga,  Laras Post - Polsek Kalimanah Polres Purbalingga berhasil mengungkap kasus pencurian burung Murai yang terjadi di Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga. Dua orang pelaku berhasil diamankan berikut barang bukti hasil curian, Senin (25/03) 

Kapolsek Kalimanah AKP Sulasman, mengatakan bahwa pelaku pencurian yang berhasil diamankan yaitu WS (36) warga Desa Bojanegara, Kecamatan Padamara, Kabupaten Purbalingga dan BS (41) warga Desa Bantarwuni, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. 

"Dua pelaku diamankan setelah melakukan pencurian satu ekor burung Murai Batu milik Galih Tomi Omara warga RT 1 RW 7 Desa Blater, Kecamatan Kalimanah, Kamis (14/3/2019). Pelaku mengambil burung milik korban yang saat itu digantung di depan rumah," kata kapolsek. 

Berdasarkan keterangan korban, saat kejadian posisi burung Murai Batu miliknya sedang digantung di depan rumah. Namun saat akan dimasukan ke dalam rumah, burung sudah tidak ada dan sangkar burung sudah tergeletak di tanah. Mengetahui burung peliharaannya hilang korban kemudian melapor ke Polsek Kalimanah. 

Berdasarkan laporan korban, Polsek Kalimanah kemudian mendatangi TKP dan meminta keterangan korban dan sejumlah saksi. Selanjutnya melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelakunya. 

"Hasil penyelidikan, tersangka berhasil diidentifikasi dan kemudian diamankan di wilayah Kecamaan Kembaran, Kabupaten Banyumas oleh tim gabungan dari Unit Reskrim Polsek Kalimanah dan Satreskrim Polres Purbalingga," jelas kapolsek. 

Menurut tersangka, ia melakukan aksinya saat kebetulan melewati depan rumah korban dan melihat burung Murai Batu tergantung di depan rumah. Tersangka yang saat itu menggunakan mobil jenis sedan kemudian berhenti dan melakukan pencurian. 

Tersangka BS mengawasi lingkungan sekitar rumah korban sementara itu, tersangka WS yang beraksi mengambil burung dalam sangkar. Setelah berhasil mencuri burung tersebut kedua tersangka kemudian meninggalkan lokasi pencurian. 

Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti diantaranya 1 unit mobil jenis Honda City dngan nomor Polisi R-8940-JH, sangkar burung dan seekor burung Murai Batu milik korban. 

“Tersangka sudah kita amankan dan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kita kenakan pasal 363 KUHP tentang Pencurian Dengan Pemberatan yang ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara,” pungkas kapolsek.  
(Agus. P)

Aspers Panglima TNI: Sejarah Perjuangan Bangsa Perlu Terus Digelorakan

Waaspers Panglima TNI, Brigjen TNI Gunung Iskandar berfoto bersama peserta Rapat Koordinasi Pusat Sejarah (Rakornisjarah) TNI Tahun 2019.

Jakarta, Laras Post -  Saat ini kebanggaan terhadap sejarah perjuangan bangsa secara nyata perlu terus ditanamkan dan digelorakan, agar sejarah kebangsaan tidak terkikis oleh perkembangan zaman. Apalagi dengan makin maraknya budaya luar/asing yang masuk ke Indonesia sebagai dampak arus informasi yang tanpa batas dengan gelombang globalisasi melalui media internet dan sebagainya.

Demikian sambutan tertulis Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI, Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S. yang dibacakan oleh Waaspers Panglima TNI, Brigjen TNI Gunung Iskandar saat membuka Rapat Koordinasi Pusat Sejarah (Rakornisjarah) TNI Tahun 2019 yang diikuti 51 peserta, bertempat di Balairung Pahlawan, Museum Satria Mandala, Jl. Gatot Subroto No. 14, Jakarta Selatan, Selasa (26/3/2019).

Menurut Marsda TNI Dedy Permadi, fenomena kaum milenial Indonesia mengalami kegalauan, terjadi distorsi nasionalisme dan mengikisnya jiwa patriotisme. “Mereka seperti kehilangan jati diri dan orientasi untuk memahami wawasan kebangsaan, nasionalisme, dan patriotisme. Mereka seakan lupa pada budayanya sendiri dan lebih mengagungkan budaya dari luar”, ungkapnya.

Selanjutnya dikatakan bahwa berangkat dari keprihatinan itu Pusat Sejarah TNI sebagai Pembina Kesejarahan dan Tradisi TNI mempunyai peran dan tanggung jawab dalam membina prajurit TNI dan diperluas kepada generasi muda pada umumnya agar mencintai dan bangga terhadap bangsa dan negaranya.

“Sebagai upaya penting dan harus dilakukan oleh generasi muda adalah melalui penguatan jati diri bangsa, semangat nasionalisme dan rasa cinta tanah air (pro patria). Upaya itu dapat dilakukan dengan mengajak generasi muda untuk melihat kembali dan mempelajari sejarah perjuangan bangsa,” tuturnya.

Aspers Panglima TNI, Marsda TNI Dedy Permadi, menyampaikan sangat menghargai dan mengapresiasi langkah yang diinisiasi oleh Pusjarah TNI melalui pencanangan generasi muda yang cinta dan bangga sejarah Indonesia (Genta Bangsa Indonesia).

Rapat Koordinasi Pusat Sejarah TNI Tahun 2019, mengambil tema ‘Melalui Rakornisjarah TNI, Kita Tingkatkan Profesionalitas, Loyalitas dan Kemanunggalan TNI-Rakyat Guna Mewujudkan Generasi Muda Yang Cinta dan Bangga Sejarah (Genta Bangsa) dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI’.  

“Rakornisjarah TNI merupakan media yang sangat dibutuhkan oleh Insan Sejarah TNI sebagai manifestasi dari pelaksanaan tugas di bidang kesejarahan dalam mendukung Tugas Pokok TNI,” ucap Aspers Panglima TNI.

Lebih jauh dikatakan, sejarah adalah guru kehidupan “historia magistra vitae”, implementasinya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bahwa kemerdekaan NKRI diperoleh tidak dengan mudah. “Namun melalui suatu perjuangan panjang dengan tetesan darah, keringat, harta dan nyawa para pendahulu kita. Perjuangan yang mereka lakukan karena rasa cinta tanah air,” ujarnya.

“Kita pantas bersyukur memiliki para pendiri bangsa yang memiliki kecerdasan dan pandangan visioner dengan berbasiskan pada sejarah bangsa. Ideologi Pancasila dan UUD 1945 telah menjadi landasan berdirinya Republik Indonesia, dapat merepresentasikan kepentingan seluruh suku, agama, dan ras yang ada di tanah air Indonesia,” pungkasnya. (her,sg)

Bantuan Kandang Ayam Desa Banjar Kejen Sudah Tereealisasi

Kabid Produksi Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Ari Widodo.

Pasuruan, Laras Post - Bantuan sosial (Bansos) kandang ayam dari Dinas Peternakan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tahun 2017 sudah terealisasi. 

Bantuan yang diberikan untuk Desa Banjar Kejen tersebut berupa fisik kandang ayam serta peralatan berupa uang senilai Rp125 juta. 

Kabid Produksi Dinas Peternakan Kabupaten Pasuruan Ari Widodo mengakui, bantuan pembuatan kandang ayam dan peralatan sudah teralisasi di tahun 2017 lalu. 

“Itu pun dari pengajuan kelompok Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) kita survei lokasi serta mengeceknya di lapangan. Dari pengajuan tersebut dananya bisa tersalurkan 6 bulan," tuturnya kepada Laras Post, Jumat (22/3/2019).

Dikatakan Ari, penyediaan ayam potongnya untuk pemeliharaan terdiri dari kelompok sendiri yaitu swadaya dan kemitraan. Dinas Peternakan hanya membantu tempat dan peralatan saja. “Dan dananya itu sebesar Rp125 juta ke ketua kelompok Gapoktan," bebernya.

Ketua kelompok Gapoktan ‘Tetap Jaya’ Sukirno mengatakan, pihaknya sudah menggunakan bantuan dari dinas peternakan yaitu pembuatan kandang ayam berukuran panjang 45 meter, lebar 8 meter. 

“Dan bantuan ini saya gunakan untuk pekerjaan para kelompok dengan bagi hasil memelihara ayam dari kecil sampai besar. Bantuan tersebut juga dapat mengurangi pengangguran warga setempat," ungkapnya.

Menurutnya, untuk pemeliharaan memang butuh dana sendiri termasuk pakan ayam potongnya karena sekarang pakannya agak mahal.  

“Jadi, kita ya harus butuh kemitraan dengan perusahaan agar bisa memelihara ayam sampai besar. Kalau tidak ada kemitraan dari perusahaan kita ya sedikit kekurangan pakan jadi nggak bisa besar ayamnya,” tukasnya.

“Dari tahun 2017 sampai 2019 kita panen ayam potong sudah 6 kali panen,” pungkasnya. (dul)

Latihan Operasi Dukungan Hukum Jamin Keberhasilan Misi Dalam Operasi Militer

Kepala Dinas Pembinaan Hukum Angkatan Laut (Kadiskumal) Laksamana Pertama TNI Kresno Buntoro, S.H., L.L.M.,Ph.D., saat membuka Latihan Operasi Dukungan Hukum TA 2019 di Gedung Serbaguna Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (25/3).
Jakarta, Laras Post - Latihan Operasi Dukungan Hukum  sangat penting guna menjamin pencapaian keberhasilan suatu misi yang dilaksanakan dalam operasi militer, dengan mempertimbangkan kepentingan militer yang sejalan dengan ketentuan peraturan hukum nasional maupun hukum internasional. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pembinaan Hukum Angkatan Laut (Kadiskumal) Laksamana Pertama TNI Kresno Buntoro, S.H., L.L.M.,Ph.D., mengawali amanatnya saat membuka Latihan Operasi Dukungan Hukum TA 2019 di Gedung Serbaguna Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (25/3).

Selanjutnya, Kadiskumal dihadapan 64 peserta para perwira TNI AL perwakilan dari Koarmada I, II, III, Kolinlamil, Kormar, Puspomal, Diskesal, Pushidrosal, serta Lantamal I sampai dengan XIV, menekankan agar  dalam melaksanakan tugasnya, prajurit TNI Angkatan Laut harus menjunjung tinggi hak asasi manusia yang merupakan seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, pemerintah dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia.

Peserta para perwira TNI AL perwakilan dari Koarmada I, II, III, Kolinlamil, Kormar, Puspomal, Diskesal, Pushidrosal, serta Lantamal I sampai dengan XIV
Latihan yang akan dilaksanakan selama 5 hari mulai tanggal 25 sampai dengan 29 Maret 2019 ini bertujuan agar para peserta mampu mengidentifikasi potensi pelanggaran hukum tanpa mengabaikan kepentingan militer dengan tujuan untuk pencapaian tugas dengan cepat dan tepat. Sementara sasaran dari Latihan ini adalah menghilangkan keragu-raguan Prajurit TNI Angkatan Laut dalam penggunaan senjata maupun tanpa senjata di medan operasi, mengurangi kemungkinan terjadinya pelanggaran hukum oleh Prajurit TNI Angkatan Laut di medan operasi serta memberikan akuntabilitas publik dan legitimasi terhadap misi yang dilaksanakan dalam operasi militer.

Adapun materi yang diberikan di antaranya meliputi Hukum Humaniter Internasional dan HAM, Konvensi Jenewa dan Protokol Tambahan, Sanremo Manual, Statuta Roma, Aturan Pelibatan/ROE, UNCLOS 1982, HAM menurut Hukum Internasional, HAM menurut Hukum Nasional, Peradilan HAM, serta kasus-kasus aktual yang berkaitan dengan penegakan kedaulatan dan hak-hak berdaulat negara di laut. Adapun tenaga pengajar yang menjadi narasumber berasal dari Staf International Committee Of The Red Cross (ICRC) dan Perwira Diskumal.

Kepala Dinas Pembinaan Hukum Angkatan Laut (Kadiskumal) Laksamana Pertama TNI Kresno Buntoro, S.H., L.L.M.,Ph.D., foto bersama peserta para perwira TNI AL perwakilan dari Koarmada I, II, III, Kolinlamil, Kormar, Puspomal, Diskesal, Pushidrosal, serta Lantamal I sampai dengan XIV.
Latihan Operasi Dukungan Hukum TA 2019 ini berbeda dengan latihan-latihan sebelumnya, karena latihan tahun ini di samping diikuti oleh para Perwira Hukum yang bertugas di Kotama dan Lantamal, juga merupakan awal mempersiapkan Perwira Hukum dalam kegiatan Latihan Armada Jaya maupun Latihan Gabungan, “Diharapkan dari pelaksanaan latihan ini para Perwira Hukum telah mengetahui peran dan tugasnya pada kegiatan Latihan Armada Jaya maupun Latihan Gabungan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat”, pungkas Kadiskumal.

Hadir dalam kegiatan ini Sekdiskumal Kolonel Laut (KH) Joko Sulisyanto, S.H., M.Hum, para Kasubdis Diskumal, perwakilan dari ICRC, serta seluruh peserta latihan. (Her)

Kejar Target Dukungan Logistik Terus Mengalir

Dukungan warga dalam hal logistik menambah semangat anggota Satgas TMMD 104 Kodim Donggala yang dibantu masyarakat setempat untuk kejar target sasaran fisik.
Donggala, Laras Post - Dukungan masyarakat Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Donggala pada satgas TMMD reg 104 yang telah memasuki pekan ketiga terus mengalir.

Tak hanya sekadar bantuan fisik tenaga saja yang diberikan, namun dukungan logistik pun juga terus diberikan salah satunya yang dilakukan Kasun (Kepala Dudun) Desa Bobo, Minggu (24/3).

Seperti halnya dengan warga yang lain, selain memberikan tenaganya, Heri juga memberikan bantuan logistik kepada anggota satgas TMMD reg 104 Kodim 1306 Donggala yang tengah bekerja di lokasi sasaran TMMD tersebut.

“Apa yang bisa saya berikan ya ini wujud dari keikutsertaan saya dalam mensukseskan program TMMD ini, mudah-mudahan berguna bagi satgas yang sedang bekerja ya pak,” ujar Slamet. 

Dirinya berharap apa yang bisa diberikan tersebut bisa meringankan pekerjaan yang digarap anggota satgas.

Program TNI Manunggal Membangunh Desa (TMMD) reg ke 104 Kodim 1306/Donggala, di Desa Bobo Kecamatan Palolo kabupaten Donggala, telah memberikan nilai positif dan dampak bagi masyarakat, yang semenjak dibukanya kegiatan ini hasilnya pun sudah bisa dinikmati dan langsung dirasakan oleh masyarakat setempat. 

Dan dukungan pun terus mengalir dari berbagai pihak untuk kesuksesan TMMD dan pembangunan Desa Bobo.

“Sangat bersyukur sekali dengan adanya program TMMD ini,karena hasilnya memang sangat bisa dirasakan oleh warga sini terutama pak,dan warga Kecamatan Palolo pada umumnya,” pungkas Aman.(sg, egi)

Peternak Kambing Rasakan Berkah TMMD 104

Salah satu warga Desa Bobo yang berprofesi petani mendapat berkah hasil karya TMMD 104 Kodim Donggala.
Donggala, Laras Post - Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 104, Kodim Donggala di Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Donggala menjadi berkah tersendiri bagi peternak kambing di desa itu.

Sitorus (46), warga Dusun I, Desa Bobo mengaku bersyukur dan sangat terbantu dengan adanya program TMMD, pasalnya saat ini ia dapat mencari pakan ternak dengan menggunakan motor sehingga lebih menghemat waktu dan tenaga.

Sitorus mengaku dulu dia mencari rumput di sekitar Dukuh Gepret saja, sekarang semenjak ada TMMD yang membangun jalan penghubung Jarwo dapat mencari rumput hingga Bakubakulu.

"Alhamdulillah jalan yang di bangun TNI sangat bermanfaat bagi kami,jalannya walaupun belum rampung tapi sudah bisa digunakan,cari rumput hingga Desa Bakubakulu  karena sudah bisa dijangkau dengan motor dan rumputnya banyak disana," tuturnya, Minggu (24/3).

Sekian lama mimpi masyarakat Bobo dan sekitarnya mendambakan jalan tersebut, akhirnya desa tersebut dapat merasakan hasil pembangunan melalui sentuhan tangan TNI yang bergotong royong dalam suasana kebersamaan bersama rakyat.(sg, egi)

TMMD Bantu Pemda Siapkan Masyarakat Hadapi Era Revolusi Industri 4.0

Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi disambut puluhan warga saat meninjau dua rumah yang telah direnovasi Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD), Jatiasih, Kota Bekasi, Selasa (26/3/2019).
Bekasi,  Laras Post - Ketua RT.04 RW.05 Jatiasih, Kota Bekasi, Nasrul S.Pd bersama puluhan warga menyambut kedatangan Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi saat meninjau dua rumah yang telah direnovasi Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada Selasa (26/3/2019).

Kapendam Jaya saat melihat langsung bagian luar dan dalam kedua Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Tutu dan Amas, menyatakan kondisinya sudah bagus dan layak huni. “Saat ini kondisi bangunan  sudah 100 % selesai direnovasi , sangat bagus dan layak huni,” ujar Kapendam Jaya.

Kapendam menambahkan, sasaran Program TMMD 104 di Wilayah Kodim 0507/Bekasi selama 30 hari ini meliputi dua sasaran yaitu kegiatan fisik dan nonfisik. “Kegiatan fisik berupa pengerasan jalan sepanjang 2.271,5 meter, pembuatan 3 sodetan dan 2 turap jalan, pembangunan lapangan voli, pengecetan Mushola Al-Huda dan merenovasi 5 unit RTLH,  3 unit di RT.01 RW.05 dan 2 unit di RT.04 RW.05, salah satunya rumah Bapak Tutu ini,” jelas Kapendam Jaya saat meninjau rumah Tutu di RT04.

Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi saat meninjau dua rumah yang telah direnovasi Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD),
Sedangkan untuk kegiatan non-fisik, Kapendam Jaya menjelaskan, kegiatan ini diisi dengan  memberikan penyuluhan kepada masyarakat, pelajar/siswa dari tingkat SMP sampai tingkat SMA. “Materi yang diberikan diantaranya tentang wawasan kebangsaan, bijak dalam menggunakan media sosial dan perang terhadap berita hoax, bahaya narkoba, Keluarga Berencana dan Kesehatan, termasuk pembelajaran budidaya Pepaya California, pelatihan perbengkelan, kelistrikan, dan pelajaran bahasa Inggris,”tambahnya.

Menurut Kapendam Jaya, kegiatan TMMD ini bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam mempercepat roda pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. “Ini juga selaras dengan rencana program pembangunan pemerintah daerah dalam menyiapkan masyarakat menghadapi era revolusi industri 4.0,” pungkas Kolonel Inf Kristomei Sianturi.

Tutu (75) ketika mengucapkan terima kasih kepada Kapendam Jaya.
Sementara itu, Tutu, kakek  berusia 75 tahun yang sehari hari bekerja membuat arang kayu mengaku, diusianya yang sudah senja tidak mungkin dapat memperbaiki rumahnya sampai sebagus ini. “Saya sangat berterima kasih kepada Bapak TNI,” ujarnya dengan terbata bata sambil menggenggam erat tangan Kapendam Jaya. 

Ia pun berkali-kali mengucapkan terima kasihnya. "Ucapan terima kasih juga buat para prajurit yang telah sebulan penuh merenovasi rumah dan juga ikut membantu pekerjaan saya membuat kayu arang,” ujarnya dengan nada haru. (Her)

Bedah Rumah TMMD 104 Masuki Tahap Plesterisasi

Masyarakat bersama Satgas TMMD terus bahu membahu kerjakan sasaran fisik bedah rumah.
Donggala, Laras Post - Bedah rumah Rutilahu milik Asman (32) memasuki tahap plesterisasi dinding batako _concrete block_ di paruh kedua pelaksanaan TMMD Reguler Ke-104 Kodim 1306 Donggala, Minggu (24/3).

Dalam giat sasarn fisik itu, Kopda Hendrik, anggota Satgas TMMD dari Kodim Donggala dibantu ketiga rekannya yang berasal dari Batalyon 714/SM. Anggota Satgas TMMD itu nampak penuh kehati-hatian, namun cepat dalam mengerjakan sponengan _tali air_ (batas antara kusen dan plesteran), karena tentunya karya TNI dituntut hasil kerja maksimal.

Asman merupakan salah satu warga Dusun I, Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi yang berprofesi sebagai petani dan buruh serabutan. 

Asman penerima bedah rumah yang menggunakan anggaran swadaya dari Kodim Donggala. Sedangkan ketiga rumah lainnya menggunakan anggaran bedah rumah pemerintah daerah. 
Sementara para tukang yang bekerja berasal dari warga setempat dibantu Satgas TMMD masih terus melaksanakan pemasangan dinding batako.(sg, egi)

Ratusan Prajurit dan PNS TNI Ramaikan Baksos Kesehatan Dalam Rangka HUT Dharma Pertiwi

Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto dan Ketua Umum Jalasenastri Ny. Manik Siwi Sukma Adji beserta pengurus dari IKKT Pragati Wira Anggini, Persit Kartika Candra Kirana, Jalasenastri dan Pia Ardhia Garini, foto bersama usai mengikuti kegiatan donor darah di Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (26/3).
Jakarta, Laras Post - Ketua Umum Jalasenastri Ny. Manik Siwi Sukma Adji mendampingi Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto serta pengurus dari IKKT Pragati Wira Anggini, Persit Kartika Candra Kirana, Jalasenastri dan Pia Ardhia Garini, mengikuti kegiatan donor darah di Auditorium Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur  dalam rangka HUT ke-55 Dharma Pertiwi tahun 2019, Selasa (26/3).

Demikian keterangan pers yang dilansir oleh Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut.

Kegiatan yang dibuka Ketua Umum Dharma Pertiwi ini diikuti ratusan peserta perwakilan dari prajurit dan PNS TNI yang berasal dari Mabes TNI, TNI AD, TNI AL, dan TNI AU serta perwakilan ibu-ibu dari Athan negara sahabat.

Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto saat membuka kegiatan tersebut antara lain menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial dan donor darah yang dilaksanakan ini merupakan rangkaian kegiatan HUT ke-55 Dharma Pertiwi tahun 2019, yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan serta pertolongan dengan ketersediaan darah.  “Kebiasaan yang baik dalam bentuk bakti sosial dan donor darah ini, selain berdampak positif terhadap soliditas TNI dan keluarga besarnya, juga dalam rangka memupuk persaudaraan dan kebersamaan bagi sesama”, ujar Ketua Umum  Dharma Pertiwi.

Kegiatan bakti sosial dan donor darah.
Bakti sosial kesehatan ini merupakan buah kerjasama antara Puskes TNI, Puskesad, Diskesal, Diskesau, Satkes Denma Mabesal, Satkes Denma Mabes TNI serta didukung oleh Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Kesehatan DKI Jakarta, BKKBN, Lions Club, Puspen TNI, serta Diskes Lantamal III Jakarta.

Dari kegiatan ini panitia menargetkan terkumpul pendonor darah sebanyak 1000 orang, IVA Test BKKBN 200 orang, pemeriksaan laboratorium dari Lions Club sebanyak 300 orang yang terdiri dari pemeriksaan gula darah, asam urat dan kolesterol, kemudian dari pemeriksaan mata sebanyak 200 buah kacamata baca dan untuk konsultasi kecantikan sebanyak 100 orang Wan TNI.

Selain melaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan, juga menggelar olahraga bersama, lomba bola volly,  serta bazar yang dilaksanakan di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur. (Her)

Sasaran Non Fisik, Satgas TMMD 104 Berikan Penyuluhan Pertanian

Serka Junaid saat memberikan penyuluhan tentang pertanian.
Donggala, Laras Post - Di tengah kesibukan dalam pembangunan fisik pembuatan jalan dan bedah rumah tidak layak huni (RTLH), program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler 104, Sertu Hartono anggota Satgas menyempatkan diri untuk menyapa petani di Desa Bobo, Kecamatan Palolo yang menjadi sasaran program tersebut.

Serka Junaid tiba ke sawah di sela istirahat siangnya, kepada para petani yang mayoritas kaum ibu yang telah berusia lanjut. Serka Junaid menyampaikan agar selalu bersemangat dalam mengembangkan produktivitas panenm Minggu (24/3).

Pola panen yang dilakukan petani saat itu, menurut Junaid masih tradisional atau masih ketinggalan dari daerah lain. Untuk itu dirinya akan membantu berkoordinasi dengan Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Palolo agar memberikan penyuluhan guna meningkatkan kemampuan petani dalam bertani secara modern.

"Pola seperti ini harus kita rubah,kita akan koordinasikan dengan dinas terkait(pertanian)untuk mensosialisasikan program pertanian secara modern untuk mendapatkan hasil maksimal sehingga bisa mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan," ucapnya.

Isminah (53) warga Desa Kapiroe mengaku senang atas kedatangan TNI di desanya. Menurutnya TNI mampu memberi motivasi terhadap masyarakat termasuk petani seperti dirinya.

"Pak tentara gagah-gagah mau terjun kesawah bergabung sama kita yang berbau lumpur,kehormatan bagi saya bisa.TNI ternyata tidak sombong dan selalu merakyat," tandasnya. lugu. (her, sg)

Pembuatan Kontruksi Jembatan Turut Menentukan Kekuatan Jalan

Proses pengerjaan jembatan baru.
Donggala, Laras Post - Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke 104 Kodim 1306 Donggala, Satgas bersama warga bahu membahu mengerjakan pembuatan jembatan untuk mendapatkan kualitas yang bagus. 

Untuk itu bahan material yang digunakan pula harus berkwalitas, seperti menggunakan kayu balok besar dengan ukuran tertentu agar kualitas baik dalam pembuatan jembatan di Desa Bobo, Kecamatan Palolo kuat.

Berdasaraan pantauwan, di lokasi pembuatan jembatan, Satgas bersama warga Sitorus (30) yang telah berpengalaman dalam pembuatan jembatan. Satgas berusaha ingin tahu banyak karena sekalian belajar bagaimana cara membuat jembatan yang kuat, kokoh yang baik dan benar, agar mendapatkan kualitas untuk lewat kendaraan mobil bermuatan di jalan penghubung Desa Bobo.

"Untuk mewujudkan jembatan  tersebut kayu harus menggunakan ukuran tertentu sesuai dengan ukuran dan berat yang melewati jembatan nanti sesuai anjuran Sitorus warga Desa Bobo yang sudah banyak pengalaman," ucapnya.

Usai briefing pagi serta pengecekan personel, anggota Satgas TMMD Reguler langsung menuju sasaran bersama warga untuk membuat jembatan yang akan digunakan untuk pembangunan jalan tersebut. "Kami dan warga bertekad untuk berbuat yang terbaik dengan semangat pagi untuk selesaikan pembangunan jalan itu," ucap Sertu Kuat Untung.(sg, egi)

Bedah Rumah Warga, Asman Terharu Mendapat Berkah TMMD 104

Proses bedah rumah Rutilahu.
Donggala, Laras Post - Tatapan seorang lelaki paruh baya yang hidup di rumah reot itu, nampak nanar di sela meneteskan air mata. Dirinya tak menyangka rumah yang sudah tak layak huni diperbaiki TNI melalui program bedah rumah TMMD reguler ke 104 Kodim 1306 Donggala.
Minggu, (24/3).

Asman (60) yang telah lama hidup seadanya, seakan mendapat berkah dari kegiatan TMMD, setelah anggota TNI-AD mendatangi rumahnya yang berada tak jauh dari hutan jati Bakubakulu.

Maklum, rumah berdinding bambu yang sudah reot itu, nampak tak layak huni. Ironisnya, rumah Asman bergerak bila angin kencang tiba. 

Asman (60) mengaku sudah lupa berapa lama menetap di rumah itu. “Banyak kenangan indah di sini, bahkan seandainya ada biaya pun saya tak ingin pindah,” ucap Asman.

Dirinya terharu saat Satgas TMMD mulai menggarap bedah rumah miliknya. Tak banyak yang ia ungkapkan, namun tetesan air mata yang keluar dari matanya bukan gambaran dari kesedihan, namun sebaliknya. “Rasa tak percaya mas, ini adalah berkah untuk saya,” tandas Asman. (sg, egi)

Danramil 02/Brm Pastikan Ketersediaan Bahan Material Sasaran Fisik Bedah Rumah

Bahan material sasran fisik TMMD 104 Kdoim Doanggala.
Donggala, Laras Post - Satuan Tugas Satgas TMMD Reguler Kodim 1306/Donggala Kopda Hendrik melaksanakan pengecekan Material berupa semen untuk kebutuhan pembuatan adukan, dimulainya plester tembok dan pengacian pada sasaran fisik bedah rumah milik Asman (31) Dusun I, Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, Minggu (24/3).

Hampir setiap hari Kopda Hendrik memastikan kebutuhan material yang dibutuhkan untuk perehapan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terutama di rumah milik Bapak Asman di lokasi TMMD semuanya. ada dan tercukupi karena jika material sampai kurang bisa menghambat jalannya perhapan bedah rumah yang berakibat tidak tercapai target waktu yang telah ditentukan.

"Danramil 02/BRM Kapten Inf Hanafi melalui anggota.Satgas TMMD Kopda Hendrik berpesan agar semua ketersediaan material kebutuhan.RTLH dirumah Asman tetap di cek dan dikontrol serta setiap hari dibikin laporan untuk pertanggungjawaban ke atas," tandasnya. (sg, egi)

Satgas TMMD Tanamkan Kepedulian Sosial kepada Warga

Kerja keras bergotong royong.
Donggala, Laras Post - Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-104 Kodim 1306/Donggala hingga kini memasuki minggu ketiga masih berlangsung di Desa Bobo, Kecamatan Palolo, Kabupaten Donggala, Minggu (24/3).

Prajurit Satuan Tugas (Satgas) TMMD Reguler tersebut setiap hari melakukan kegiatan pembangunan fisik yang memang sudah ditargetkan, misalnya pengaspalan jalan dan merehabilitasi rumah-rumah warga yang tidak layak huni selain program fisik juga ada program non fisik seperti berbagai Penyuluhan,Wawasan Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Kodim 1306/Donggala

Selain itu, para prajurit tersebut juga melaksanakan kegiatan program non fisik TMMD yang salah satunya adalah personel Satgas TMMD Serka Junaid membantu Mak Iwan (56) untuk mengangkat rumputnya dibawa pulang sebagai makanan ternaknya di Dusun Dusun I Desa Bobo.

Dengan dibantu Satgas TMMD Mak Iwan mengucapkan, terima kasih kepada satgas atas bantuan dan pertolongan yang diberikan untuk membantu dirinya dalam mengangkut rumput ini hingga sampai rumah. "Tidak ada Bapak ya mungkin akan saya panggul sendiri walaupun jaraknya dari Dusun Bobo ke rumah lumayan jauh, “Sekali lagi terima kasih Pak semoga bapak di Desa Dureombo ini membawa perubahan Desa kami" tandasnya.(sg, egi)

Satgas TMMD dan Warga Bersatu Percepat Target Pembangunan Fisik

Satgas TMMD 104 Kodim Donggala saat mengebut sasaran fisik pengerjaan jalan baru.
Donggala, Laras Post - Usai melaksanakan apel pagi yang diambil Danramil 02/PaloloKapten Inf Hanafi anggota satgas TMMD Reguler Ke-104 tetap semangat melaksanakan pekerjaan fisik di lokasi wilayah TMMD Kodim 1306/Donggala Desa Bobo Kecamatan Palolo Kabupaten Donggala

Danramil 02/PaloloKapten Inf Hanafi menuturkan, selama menjalankan tugas seluruh anggota Satgas TMMD Kodim 1306/Donggala selalu siap dan terus bekerja meski panas maupun hujan, cuaca tak menentu terkadang debu. "Kita tetap berangkat ke lokasi sasaran fisik TMMD," ucapnya, Minggu (24/3).

“Kami Satgas TMMD Reguler akan bekerja secara bersama-sama dengan warga menyelesaikan pekerjaan membuat pengaspalan jalan penghubung dan bedah rumah sampai selesai,kami.pantang mundur sebelum sasaran fisik di Desa Bobo selesai," kata Hanafi.


Sementara Wicaksono mengatakan, waktu yang terus berjalan harus bekerja ekxtra. "Pengerahan kepada tim tukang harus kami lakukan, intinya bagaimana kerja cepat sehingga pekerjaan bisa terselesaikan secara maksimal dan baik,” imbuhnya.(sg, egi)

Lokasi TMMD Reguler Ke-104 Bekasi Siap Dikunjungi Kasad

Kolonel Inf Susilo didampingi Dansatgas TMMD 104 Kodim Bekasi, Letkol Arm Abdi Wirawan saat meninjau hasil renovasi Rutilahu.
Bekasi, Laras Post - Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Andika Perkasa dijadwalkan akan menjadi Inspektur Upacara Penutupan Kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-104 Tahun 2019 Terpusat, di Lapangan Sepakbola Jatisari, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Rabu (27/3) besok.

Usai upacara penutupan dan peninjauan pelaksanaan bhakti sosial, seperti pengobatan gratis, pembagian Sembako hingga pembagian kacamata gratis dan potong rambut gratis. Setelahnya, Jenderal TNI Andika Perkasa direncanakan akan meninjau lokasi TMMD Reguler Ke-104 Kodim 0507/Bekasi, Korem 051/Wijayakarta, Kodam Jaya/Jayakarta. 

Tinjau sasaran fisik.
Terkait dengan rencana tersebut, Komandan Satgas TMMD Reguler Ke-104 Kodim 0507/Bekasi Letkol Arm Abdi Wirawan, mendampingi Pabandya-1/Opsbak TNI, Spaban V/Bhakti TNI Staf Teritorial TNI AD Letkol Inf Ahmad Hadi Hariono meninjau sejumlah lokasi sasaran fisik, seperti renovasi rumah tidak layak huni, pengecoran jalan dan pembuatan Lapangan Voli.

Untuk diketahui, total panjang jalan yang dicor dalam TMMD Reguler Ke-104 Tahun 2019 Kodim 0507/Bekasi mencapai 2.271,5 meter yang Tersebar di 13 lokasi, renovasi rumah tidak layak huni 5 lokasi, pembuatan 3 sodetan, pembuatan 2 turap, 1 Lapangan Voli dan pengecatan Musholah Al-Huda semuanya telah selesai dikerjakan.(sg, egi)

Dansatgas Dampingi PKP Tinjau Gladi Upacara Penutupan TMMD

Kolonel Inf Susilo didampingi Dansatgas TMMD 104 Kodim Bekasi, Letkol Arm Abdi Wirawan.
Bekasi, Laras Post - Komandan Satgas Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-104 tahun 2019 Kodim 0507/Bekasi Letkol Arm Abdi Wirawan, mendampingi Kolonel Inf Susilo selaku Penanggung Jawab Keberhasilan Pelaksanaan (PKP) TMMD Bekasi meninjau gladi Upacara Penutupan TMMD Reguler Ke-104 Tahun 2019 di Lapangan Sepakbola Jatisari, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Selasa (26/3).

Gladi Upacara Penutupan ini diikuti seluruh unsur pelaksanaan upacara. Bertindak selaku Inspektur Upacara pada gladi ini Danramil 01 Kranji Mayor Inf Siswo P. serta Komandan Upacara Kolonel Arh Candy Christian Riantory yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Resimen Arhanud 1/Falatehan.

Usai berkeliling meninjau berbagai persiapan yang dilakukan, seperti pemasangan umbul-umbul, pemasangan tenda VIP hingga tenda bhakti sosial, PKP Satgas TMMD Reguler ke-104 Tahun 2019 Kodim 0507 Bekasi mengikuti gladi upacara Penutupan.

Suasana upacar Gladi penutupan TMMD Kodim Bekasi.
"Hari ini kita melaksanakan gladi Upacara Penutupan TMMD Reguler Ke-104 Tahun 2019 Terpusat dengan Inspektur Upacara Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Andika Perkasa yang akan berlangsung Rabu (27/3) besok," ucapnya. 

Kegiatan upacara penutupan yang akan berlangusng sederhana namun khidmat itu, akan disemarakkan kegiatan bhakti sosial, pengobatan gratis, pembagian kacamata gratis dan bhakti TNI lainnya. 

Kegiatan ini sesuai dengan semangat TMMD, kita kembalikan until masyarakat, bukti kemanunggalan TNI dengan rakyat," tandas Kolonel Inf Susilo.(sg, egi)

Kapendam Jaya: Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, Jadi Roh TMMD

Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi.
Bekasi, Laras Post - Cerita Babinsa-1 Pelda AG. Lingga saat menyeruput kopi bareng Ketua RT. 01 RW.05, Jamaludin dan Tim Pendam Jaya di Posko Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reg Ke-104 TA 2019, Kodam Jaya yang dipusatkan di wilayah Kodim 0507 Bekasi, di Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jati Asih, Kota Bekasi, Selasa (26/3).

Lingga menuturkan, asal muasal terwujudnya program TMMD 104 di Kelurahan Jatisari Kecamatan Jatiasih Kota Bekasi, bermula saat Danramil 04 Jatiasih Kapten Inf Darma Sitorus memanggil para Babinsa dan mengeluarkan perintah untuk mencarikan lokasi kegiatan TMMD 104 di Kota Bekasi sesuai kreteria yang dijelaskan Danramil. 

“Waktu itu kita dapat perintah untuk mencari lokasi yang tepat untuk TMMD, tiga lokasi di wilayah binaan langsung saya foto dan saya serahkan Danramil, yaitu di RW.02, RW.05 dan RW 06,” kenang Lingga. 

Lingga melanjutkan, melalui pertimbangan, Danramil 04/Jatiasih akhirnya memilih RW.05  sebagai lokasi pilihan utama. “Dengan beberapa alasan dan pertimbangan, di RW.05 akhirnya dipilih untuk dilaksanakan program TMMD 104, sementara di RW.02 dan RW.06 dinilai terlalu jauh jaraknya dan susahnya akses jalan untuk mengirim material,” sambungnya. 

Akhirnya, Lingga menambahkan, Kapten Inf Sitorus kemudian memerintahkannya untuk berkoordinasi dengan perangkat wilayah untuk mengajukan proposal sebagai tempat TMMD. Dengan sigap Lingga langsung berkoordinasi dengan Ketua RT.01 RW.05 Bapak Jamaludin dan para tokoh pemuda serta Ketua Karang Taruna Kelurahan Jatisari. “Akhirny pengajuan dalam bentuk proposal sudah siap diajukan dengan tanda tangan Ketua RT, Ketua RW, Lurah hingga Camat,” jelas Lingga.

Penuturan Pelda AG. Lingga selaku Babinsa dibenarkan oleh Ketua RT.01 RW.05 Jamaludin. “Alhamdulillah berkat Pelda Lingga yang memberikan masukan kepada Komandan, akhirnya jalan sepanjang 2.351,5 meter di kampung kami sudah dicor oleh TNI. 5 unit rumah tidak layak huni milik Bapak Yendi, Bapak Kadir, Bapak Jembar, Bapak Tutu dan Bapak Amas kini kondisinya melebih rumah klaster setelah direnov TNI. Mereka bilang, tidak pernah bermimpi kalau rumahnya akan direnovasi sedemikian rupa oleh anggota TNI,” tegas Jamaludin.

Selain itu, Jamaludin menginginkan TMMD bisa diperpanjang karena sudah terlanjur dekat dengan anggota TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD. “Tidak terasa sudah sebulan kebersamaan kami dengan Satgas TMMD, padahal sepertinya baru sekejap sekali waktunya, inginnya program TMMD ditambah waktunya karena kami sudah terlanjur dekat dengan personel Satgas,” akunya.

Bersama warga, Jamaludin juga mengaku sudah merasa seperti saudara dengan anggota TNI. “Besok Rabu (27/3), TMMD sudah ditutup, sedangkan kami masih menginginkan kebersamaan dengan Bapak-Bapak TNI terus terjalin, walaupun TMMD berakhir, kami tetap menerima personel Satgas sebagai keluarga kami,” tandasnya.

Pada kesempatan berbeda, Kapendam Jaya Kolonel Inf Kristomei Sianturi membenarkan bahwa program TMMD memang disusun sesuai pola _bottom up planning_ (perencanaan berumber dari bawah ke atas). “Perencanaan TMMD mengedepankan pola _bottom up planning system_ dengan sasaran fisik dan non fisik sesuai skala prioritas yang dipadukan dengan program Pemerintah Daerah. Hal ini dilakukan untuk menampung aspirasi dan kepentingan masyarakat di daerah-daerah semaksimal mungkin,” terang Kristomei Sianturi di kantornya, Selasa (26/3).

Kapendam juga membenarkan bahwa program TMMD merupakan implementasi dari budaya gotong-royong yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia. “Sebagai Tentara Rakyat, TNI terus berupaya memperkuat Kemanunggalan dengan Rakyat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan TMMD, karena kebersamaannya dengan rakyat adalah inti kekuatan TNI, Kemanunggalan TNI dan Rakyat, Jadi Roh TMMD,” pungkasnya.(sg, egi)

Peringati HUT Ke-55, Dharma Pertiwi Helat Pertandingan Bola Voli di Mabes TNI

Ketum Dharma Pertiwi Nani Hadi Tjahjanto saat melakukan servis bola.
Jakarta, Laras Post - Memperingati HUT ke-55, Dharma Pertiwi menggelar pertandingan bola voli memperebutkan Piala Bergilir Ketum Dharma Pertiwi yang diawali dengan pemukulan bola pertama oleh Ketum Dharma Pertiwi, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, bertempat di GOR Ahmad Yani Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (26/3).

Peserta pertandingan bola voli, terdiri dari anggota IKKT Pragati Wira Anggini, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri dan PIA Ardhya Garini.

Ketum Dharma Pertiwi dalam sambutannya mengatakan bahwa olahraga mempunyai sifat mempersatukan, sebab dalam olahraga meninggalkan status, profesi dan mengandalkan kemampuan selaku manusia. “Hal-hal tersebutlah yang membuat olahraga menjadi menarik. Itulah yang dimaksud bahwa olahraga itu bersifat mempersatukan,” ujarnya.

Menurut Ny. Nanny Hadi Tjahjanto, suatu pertandingan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, namun ditentukan pula oleh nasib dan keberuntungan.  Sebab tak ada yang bisa memastikan, apabila dihadapkan pada kemampuan dan peluang yang sama.  “Seorang olahragawan dituntut untuk menang secara sportif dan kalah secara terpuji. Seorang olahragawan disebut pahlawan, karena ia berhasil membawa harum nama kelompoknya,” uacpanya.

Foto bersama.
“Pertandingan bola voli, bertujuan untuk memelihara tingkat kesegaran dan kebugaran fisik. Kegiatan ini juga untuk memelihara semangat kebersamaan, kepedulian dan kasih sayang kita terhadap sesama,” tandasnya.

Adapun pemenang pertandingan bola voli, anatra lain, pertama diraih oleh IKKT Pragati Wira Anggini, juara kedua Persit Kartika Chandra Kirana dan juara ketiga PIA Ardhya Garini.(sg/pen)

Ketua DPR Minta BPBD, BNPP, dan Polisi Terus Evakuasi Korban Longsor di Jember

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto ist) 

Jakarta,  Larast Post  -  Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mendorong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP), dan Kepolisian untuk tetap melakukan pencarian dan evakuasi terhadap korban longsor gunung kapur di Jember yang mengakibatkan 1 petambang hilang, 2 orang petambang terluka. 

"Termasuk alat berat yang tertimbun, dengan tetap mengutamakan keselamatan dalam melakukan proses evakuasi tersebut," ujar Bamsoet dalam siaran persnya,  Selasa (26/3/2019).

Pihaknya, sambung politisi Partai Golkar itu, juga minta Pemerintah Daerah (Pemda) berkoordinasi dengan Kepolisian untuk menghentikan kegiatan penambangan serta menutup sementara wilayah tambang kapur tersebut. 

Terkait penyebab longsor tersebut,  orang nomor satu di DPR itu mendorong Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kementerian ESDM) dan BPBD untuk menyelidikinya. 

"Kemudian mengungkapkannya kepada masyarakat apakah longsor yang terjadi disebabkan oleh faktor alam atau aktivitas pertambangan," terangnya. (wan

Satukan Nusantara, Pemerintah Terinspirasi Semangat Bung Karno

Menteri Rudiantara
Ende, Laras Post - Usai melakukan kunjungan kerja dalam rangka meninjau utilisasi akses internet di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Menteri Rudiantara menyempatkan waktunya berkunjung ke Patung Bung Karno, Senin (25/3/2019). 

Patung Bung Karno ini berlokasi di kecamatan Kota Raja, Kabupaten Ende. Berhadapan persis dengan rumah Pengasingan Bung Karno kala itu saat diasingkan penjajah.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Rudiantara menitipkan pesan kepada masyarakat Indonesia. Khususnya generasi muda, untuk saling bertukar pikiran dalam membangun Indonesia kedepannya.

“Kaum muda Indonesia, para warganet Indonesia, Saya sekarang ada di lokasi di mana dahulunya Bung Karno sewaktu muda dibuang ke Ende, Bung Karno senang berdiskusi disini dengan para misionaris, bertukar pikiran,” kata Menteri Rudiantara 

Menteri Rudiantara menceritakan jejak perjalanan Bung Karno sewaktu muda. Semangat dan rasa kecintaan Bung Karno kepada Indonesia. Meskipun pada saat itu, diasingkan dan dibuang oleh para penjajah selama empat tahun lamanya. 

“Bayangkan, pada saat itu sudah diasingkan. Tapi bagi Bung Karno itu, bukan berarti mematikan semangatnya. Justru secara filosofis, Bung Karno mencoba menyatukan perbedaan-perbedaan di Indonesia,” ucap Menteri Rudiantara 

Lanjut Menteri Rudiantara, selama Bung Karno di Ende, waktunya banyak dimanfaatkan untuk berdiskusi dengan para misionaris. Diskusi seputar bagaimana menyatukan Indonesia dari perbedaan agama, budaya, suku dan lainnya. 

Dari cerita sejarah Bung Karno itulah, kata Menteri Rudiantara, muncul pemikiran-pemikiran untuk menyatukan Indonesia. Dalam hal ini mempersatukan Indonesia secara fisik, yakni dengan membangun infrastruktur telekomunikasi untuk akses internet kecepatan tinggi di seluruh Indonesia.

“Inilah yang kita (pemerintah) siapkan untuk mempersatukan Indonesia dengan internet, yang penting bagi anak muda, ber-internet dimana saja di seluruh Indonesia, bukan sesuatu hal yang sulit nanti, dan itu merupakan hak semua warga negara,” pungkasnya. (sg)

Dua Kapal Perang TNI AL Perkuat Pengamanan Gerbang Barat Nusantara di Perairan Sabang

Kapal perang milik TNI AL yang memperkuat pengamanan gerbang barat nusantara di perairan Sabang .

Jakarta, Laras Post - Komandan Lanal Sabang Kolonel Laut (P) Edi Haryanto, S.E., dan Perwira Staf Lanal Sabang beserta Tim Merflug Prajurit Lanal Sabang menyambut kedatangan KRI Sultan Thaha Syaifudin-376 dan KRI Teluk Celukan Bawang-532 di Dermaga Lanal Sabang.

KRI Teluk Celukan Bawang-532 tiba di Dermaga Pangkalan TNI AL Sabang pada hari Sabtu 23 Maret 2019, sedangkan KRI Sultan Thaha Syaifudin-376 tiba pada hari Minggu 24 Maret 2019. 

Kedatangan Kapal Perang milik TNI AL tersebut untuk saling mendukung kegiatan patroli rutin yang saat ini sedang dilaksanakan disekitar Perairan Aceh.

Untuk mendukung kelancaran patroli yang sedang dilaksanakan oleh KRI Sultan Thaha Syaifudin-376 yang merupakan Kapal Korvet Kelas Parchim, kapal ini didesain untuk perang anti kapal selam di perairan dangkal dan pantai. 

Pejabat Komandan Kapal saat ini Letkol Laut (P) Eko Budi Prabowo, S.H., sebelumnya KRI Sultan Thaha Syaifudin-376 tiba dari India setelah melaksanakan Latihan Gabungan AntarNegara.

Sedangkan KRI Teluk Celukan Bawang-532 merupakan armada pendarat bagi pasukan Marinir TNI AL dan juga sebagai kapal pengangkut logistik. Yang saat ini dijabat oleh Komandan Kapal Mayor Laut (P) Faruq Supriyantoro. 

Sebagai salah satu tugas pokok kapal pengangkut logistik, KRI Teluk Celukan Bawang-532 yang sedang melaksankan Operasi Alur Udaya yang di BKO Gugus Tempur Laut (Guspurla) Komando Armada I Wilayah Barat, akan melaksanakan suplay bahan bakar solar murni ke KRI. Sultan Thaha Syaifudin-376 tiba dari India dan akan melanjutkan Operasi Rakata Jaya. 

Keberadaan dua unsur Kapal Perang milik TNI Angkatan Laut dari Jajaran Komando Armada I di Sabang, untuk menjamin keamanan pengguna laut juga menjamin kenyamanan menjelang Pemilu Tahun 2019. (wan

Dirasa Belum Ideal, Bupati Anne Akan Tambah Armada Ambulan

Purwakarta, Laras Post - Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika, berencana menambah Ambulance, penamahan armada tersebut bertujuan agar kebutuhan masyarakat akan pelayanan kesehatan bisa terpenuhi.

"Saya rasa dengan armada yang tersedia belum bisa mengcover kebutuhan masayarakat secara keseluruhan," ujar Anne disela acara gempungan di buruan lembur di Ds. Cilegong Kec. Jatiluhur Purwakarta, Jumat (22/3/19).

Mantan mojang Purwakarta 1999, menegaskan komitmennya dalam pelayanan kesehatan, yang merupakan salah satu fokus pemerintah Kabupaten Purwakarta.

Moda transportasi ini dirasa sangat penting bagi masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

pemerintah purwakarta hanya memiliki 66 armada ambulance yang beroperasi,kedepan program satu desa satu ambulance salah satu program yang ingin dicapai.

“Tahun ini, insyaallah bila tak ada halangan, kami akan menambah armada ambulance baru, bahkan target saya satu desa satu ambulance,’’ Ujar Ambu.

Menurutnya pelayanan publik yang berkesinambungan dimulai dari moda transportasi hingga rumah sakit. Berbagai pelayanan publik yang bersifat memudahkan masyarakat.

"Salah satu bentuk pemerintah dalam memberikan pelayanan dan salah satu bentuk kasih sayang pemimpin kepada masyarakatnya, " ucap Anne.

Sebelumnya, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinkes Purwakarta Rudi Hartono, beberapa waktu lalu menyatakan bahwa Pemkab Purwakarta masih kekurangan armada ambulance. 66 Armada yang tersebar di desa dan puskesmas, Untuk Ambulance Desa Jumlahya baru 45 unit, Sedangkan ambulance Puskesmas baru 20 unit dan Damkar 1 unit.

Untuk 2019 saja, dirinya mengusulkan anggaran sebesar Rp. 2,1 Milyar untuk tujuh unit ambulan baru.

 "Dengan armada 66 unit untuk pelayanan saya rasa belum ideal,kalaupun besar anggaran kita sudah usulkan, tetapi kita juga sesuaikan dengan kemampuan anggaran," papar Rudi beberapa waktu yang lalu. ( Hengki,Roy,tonggo ).



Ribuan Masyarakat Padati Festival Manggis Purwakarta 2019

Festival Buah
Purwakarta, Laras Post – Festival Manggis Purwakarta 2019 yang digelar di Desa Babakan Wanayasa, Purwakarta. Nampaknya menjadi daya tarik bagi masyarakat, Ribuan pengunjung dari berbagai wilayah memadati kegiatan bertujuan untuk mempromosikan komoditi andalan Kabupaten Purwakarta tersebut.

Selain bisa menikmati lezatnya si ratu buah tropis itu dengan cuma-cuma, warga juga disuguhi hiburan, bazar dan sejumlah lomba yang disiapkan panitia.

Menurut Ketua Penyelenggara Iyus Permana dalam laporannya mengatakan, potensi manggis di wilayah ini cukup besar. Bahkan, saat ini Purwakarta menjadi salah satu wilayah pengekspor buah dengan kulit hitam kemerahan ini.

"Kami menangkap potensi lain dari Desa Babakan yang menjadi salah satu sentra buah manggis di Purwakarta. Salah satunya, menjadi magnet untuk menarik wisatawan. Festival ini adalah salah satu upaya untuk mendongkrak kunjungan wisatawan," kata Penjabat Sekda Purwakarta itu. Sabtu (23/3/2019).

Sedangkan menurut Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika dalam sambutan pembukaan festival mengatakan, festival ini adalah untuk mendukung dan memotivasi para petani manggis di wilayah Purwakarta agar bisa meningkatkan produktifitas dan kualitas tanaman manggis asal Purwakarta

Selain itu Bupati yang biasa disapa Ambu Anne tersebut mengungkapkan,akan mempersiapkan kawasan perkebunan manggis, di Desa Pusakamulya, Kiarapedes.

"Kita siapkan lahan seluas lima hektar, sebagai salah satu kawasan perkebunan Manggis," ucap Ambu Anne.

Anne juga mengingatkan, agar pentingnya menjaga kualitas, terlebih manggis Purwakarta sudah tersertifikasi bahkan sudah memiliki pasar ekspor, sehingga dirinya meminta agar tidak ada manggis diluar Purwakarta ketika panen raya.


"Manggis kita sudah berkualitas,terus tingkatkan dan jadi perhatian kita bersama untuk kedepannya," ujarnya.

Diketahui, perkebunan manggis di wilayah Purwakarta cukup luas. Yaitu, mencapai 1.500 hektare. Perkebunan manggis ini, tersebar di empat kecamatan. Salah satunya di Kecamatan Wanayasa.

"Saat ini, manggis Purwakarta atau yang lebih terkenal Manggis Wanayasa, sudah menembus pasa ekspor. Adapun, negara tujuannya salah satunya Cina," kata Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachlan Suherlan.

Adapun rata-rata hasil produksi manggis ini, mencapai 47 ton per hektare. Hasil panen tersebut, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan lokal. Tapi juga, untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

Salah seorang pengunjung, Yeni Triwahyuni (32) mengatakan, di lokasi festival ia merasa puas menikmati buah yang rasanya manis serta asam itu secara gratis.

"Menarik, kita juga jadi tahu sejumlah prodak hasil olahan dari buah manggis. Ada bazarnya. Dan saya juga jadi mengetahui trik dan tips cara mudah menanam pohon manggis," kata warga Pasawahan yang datang bersama keluarganya itu. (Hengki,Roy,tonggo ).

Ketum Dharma Pertiwi Tinjau Bazar dan Bakti Sosial Kesehatan

Senam bersama Dharma Pertiwi
Jakarta, Laras Post – Memperingati Hari Jadi ke-55 tahun 2019, Dharma Pertiwi menggelar olahraga bersama, bazar, bakti sosial kesehatan dan donor darah, di Mabes TNI dan Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (26/3/2019).

Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama di GOR Ahmad Yani, Mabes TNI, yang diikuti oleh Ketum Dharma Pertiwi dan Ketum Unsur lainnya bersama seluruh pengurus dan anggota serta ratusan  peserta dari perwakilan IKKT Pragati Wira Anggini, Persit Kartika Chandra Kirana, Jalasenastri dan PIA Ardhya Garini.

Selanjutnya, Ketum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto didampingi Ketum Persit Kartika Chandra Kirana Ny. Hetty Andika Perkasa, Ketum Jalasenastri Ny. Manik Siwi Sukma Adji dan Ketum PIA Ardhya Garini Ny. Ayu Yuyu Sutisna membuka dan meninjau pelaksanaan bazar murah.

Kegiatan dilanjutkan di Mabes TNI AL dengan meninjau bakti sosial dan donor darah. Pada kesempatan ini, Ny. Nanny Hadi Tjahjanto ikut serta mendonorkan darahnya.

“Kegiatan olahraga bersama dirangkaikan dengan acara bazar, bakti sosial kesehatan dan donor darah, bertujuan untuk memelihara tingkat kesegaran dan kebugaran fisik serta untuk memelihara semangat kebersamaan, kepedulian dan kasih sayang kita terhadap sesama,” kata Ketum Dharma Pertiwi. (sg)

Kominfo Pantau dan Siap Blokir Iklan Kampanye di Platform Media Sosial Selama Masa Tenang

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan saat Konferensi Pers di Press Room Kementerian Kominfo
Jakarta, Laras Post - Kementerian Komunikasi dan Informatika akan melakukan pemantauan dan blokir iklan kampanye yang tampil dalam platform digital selama masa tenang Pemlihan Umum Serentak Tahun 2019. 

"Jadi konten iklan disebarkannya targeted itu yang dilarang. Jadi iklannya pun kita batasi, jadi tidak boleh ada iklan kampanye selama masa tenang dilakukan oleh siapapun. Karena kalau beriklan itu pasti akan terdaftar dan dia akan disebar oleh platform itu yang dilarang," ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan dalam Konferensi Pers di Press Room Kementerian Kominfo, Jakarta, Senin (25/3/2019). 

Menurut Dirjen Aptika pembatasan lebih pada konten iklan yang ditayangkan melalui platform media sosial. "Bukan hanya peserta parpol tetapi semua masyarakat karena mungkin juga kalau kita tidak batasi nanti malah menggunakan tangan masyarakat untuk pasang iklan," tambah Semuel.

Masa tenang Pemilu Serentak Tahun 2019 berlangsung dari tanggal 14 April 2019 sampai dengan 16 April 2019. Selama masa tenang, kampanye atau kegiatan yang mengajak untuk memilih dan menawarkan visi, misi dan program kerja dilarang. Kesepakatan pelarangan dan pembatasan itu dicapai dalam pertemuan Kementerian Kominfo bersama penyelenggara Pemilu melarang platform digital menampilkan konten kampanye atau iklan kampanye. 

"Kita pengendaliannya langsung ke platform, jadi iklan pasti dia melibatkan platform digital. Jadi sekali lagi semua bentuk iklan tentang kampanye dilarang selama masa tenang. Kalau tim kampanye yang terdaftar pastinya itu dilarang. Karena itu kan ada yang terdaftar berarti itu resmi tapi kalau masyarakat kita tidak bisa membatasi," jelas Semuel. 

Menurut Dirjen Aptika, pelarangan itu dilakukan agar dapat menjaga ruang siber selama masa tenang. "Jadi tadi kita sudah bertemu, yang hadir dari semua platform dan perwakilan dari pasangan calon dan Bawaslu. Tadi sudah kita dengarkan semua bagaimana sih tujuannya supaya menjaga ruang cyber di masa tenang ini," ungkap Semuel. 

Pertemuan untuk pelarangan iklan kampanye di platform digtal dipimpin langsung oleh Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan juga dihadiri perwakilan Bawaslu, Facebook, Twitter, Google, LINE, Bigo Live dan beberapa platform lainnya.

Klarifikasi Hoaks 

Meskipun demikian, beragam bentuk percakapan di media sosial yang dilakukan oleh pribadi, bukan tim atau calon atau akun resmi calon, tetap diperbolehkan. "Kalau percakapan bentuk daripada kebebasan yang dilindungi oleh undang-undang dasar. Jadi yang batasi sekarang adalah iklan," tandas Dirjen Semuel.  

Dirjen Aptika menjelaskan bahwa Kementerian Kominfo tidak akan melakukan penutupan media sosial. Hal itu disampaikan sebagai klarifikasi atas hoaks yang beredar mengenai penutupan media sosial selama masa tenang. "Kalau ada hoaks tentang Kominfo akan menutup sosial media 3 hari selama masa tenang itu saya pastikan hoaks-nya kebangetan," tutur Dirjen Aptika.  

Pelarangan dan pembatasan, menurut Dirjen Aptika juga berlangsung di dunia nyata dan media massa umumya.  "Tidak mungkin kita menutup yang namanya sosial media apalagi hanya karena masa tenang tentu tidak. Pembatasan iklan karena di dunia nyata juga dibatasi yang namanya iklan di TV, iklan di koran, jadi platform digital pun diatur," jelas Semuel.  

Dirjen Aptika menunjukkan komitmen Kementerian Kominfo untuk melindungi kebebasan masyarakat dalam berpendapat. "Untuk masyarakat kebebasannya dilindungi tapi kalau masyarakatnya pasang iklan nah yang berbayar itu yang dilarang,' ungkapnya. 

Menurut Dirjen Aptika, dalam penyelenggaraan Pemilu Serentak, Kementerian Kominfo bukan yang berada di depan. "Kami adalah teknisnya, tentang konten umpamanya, konten-konten yang kami temukan sebelumnya itu ada 1.756, itu setelah dilakukan screening oleh KPU hanya 10%, itu yang kita tindaklanjuti, yang kita lakukan take down atau pemblokiran," jelas Semuel memaparkan mekanisme pemblokiran konten yang berkaitan dengan Pemilu.  

Kementerian Kominfo menunggu verifikasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawasn Pemilihan Umum (Bawaslu).  "Jadi sekali lagi kami tidak dalam posisi yang menentukan secara independen. Jadi laporan itu langsung ada yang dari masyarakat dan juga mesin pengais kami, kita kasih lagi kepada KPU dan Bawaslu untuk dilakukan verifikasi benar nggak ini melanggar," tegasnya. (her, sg)

RUU Haji dan Umrah Segera Ditetapkan Jadi UU

Menag Lukman Hakim Saifuddin berjabat tangan dengan Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher
Jakarta, Laras Post - Pemerintah  dan DPR sepakat untuk mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah ke sidang paripurna. 

Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan,  pembahasan RUU tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah telah sampai pada tahap pengambilan keputusan tingkat satu.

“Pemerintah menyetujui RUU tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah diajukan ke Sidang Paripurna DPR RI untuk ditetapkan menjadi UU,” kata Menag usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR RI terkait pengambilan keputusan tingkat I terhadap RUU tentang Penyelenggaraan Ibadah  Haji dan Umrah, pada Senin (25/3/2019) malam, di Jakarta, seperti dikutip dari www. kemenag.go.id

Persetujuan pemerintah ini, menurut Menag, sejalan dengan telah ditetapkannya oleh pimpinan Komisi VIII DPR RI berkaitan dengan pandangan mini fraksi-fraksi yang juga menyetujui RUU ini masuk pada tahap II pengambilan keputusan pada sidang paripurna akan datang.

Menag mengaku bersyukur dengan hasil tersebut, karena capaian itu diperoleh setelah melalui proses pembahasan yang cukup serius, demokratis, dan senantiasa mengedepankan kepentingan bangsa dan negara.

Semangat yang muncul dalam pembahasan RUU ini, lanjut Menag, juga menunjukan betapa besar kepedulian para wakil rakyat dan pemerintah terhadap penyelenggaraan ibadah haji dan umrah selama ini yang dirasakan perlu ditingkatkan dari aspek pembinaan, pelayanan dan perlindungan terhadap jemaah.

Rapat yang dipimpin Ketua Komisi VIII DPR RI Ali Taher juga dihadiri sejumlah perwakilan kementerian terkait. Diantaranya, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementrian Luar Negeri, Kemenkeu, Kemenpan RB dan Kemenkumham.

"Dan naskah tadi telah diputuskan dan ditandatangani oleh para menteri, ketua dan para ketua Poksi dari fraksi masing masing," kata Menag.

Sebagai wakil pemerintah Menag menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tinginya pada jajaran pimpinan dan anggota Komisi VIII DPR RI. "Khususnya pada Panja, Tim Perumus, Tim Sinkronisasi RUU atas kerja sama dan saling pengertian yang diwujudkan selama pembahasan RUU Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah," tutur Menag

"Mudah mudahan apa yang kita lakukan sekarang ini bermanfaat dan menjadi sumbangan berharga bagi perjalanan bangsa dan negara Indonesia," sambungnya. 

Menag menambahkan belajar dari pengalaman pemberlakuan UU Nomor 13 tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah, Kemenag masih terkendala ketiadaan aturan hukum dalam bentuk UU. Misalnya, aturan terkait prioritas kuota jemaah haji lanjut usia, pelimpahan nomor porsi jemaah haji meninggal dunia atau sakit permanen, serta pembatasan pendaftaran haji bagi jemaah haji yang telah menunaikan ibadah haji. Diperlukan juga  aturan terkait dengan misi haji Indonesia, pemberian layanan khusus bagi penyandang disabilitas dan aturan penting lainnya.

"Peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji dan Umrah merupakan sebuah keniscayaan yang tidak bisa ditawar tawar lagi. Oleh karena itu, secara umum pemerintah menyambut baik dan memberikan apresiasi terhadap RUU tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah yang telah diinisiasi oleh DPR RI, " tandas Menag.

Usai penyampaiannya, Menag menandatangani naskah bersama perwakilan pemerintah dan Anggota Komisi VIII DPR RI tentang Rancangan Undang Undang tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. (her, sg)

Kemenperin Dorong Peningkatan Kemitraan Industri Mamin dengan Petani

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat Peluncuran Kawasan Industri Hortikultura didukung Aplikasi Industri 4.0 dan Pelepasan Ekspor di Tanggamus, Lampung
Lampung, Laras Post - Kementerian Perindustrian aktif mendorong para pelaku industri makanan dan minuman (mamin) berbasis agro untuk bersama-sama mengembangkan rantai pasok melalui pola kemitraan dengan petani dan kelompok usaha tani, termasuk dalam penerapan teknologi revolusi industri 4.0. 

Konsep yang disebut Corporate Shared Value (CSV) ini diharapkan bisa ikut menyejahterakan para petani serta memacu peningkatan daya saing global sektor industri mamin.

“Dibandingkan dengan negara lain, sektor makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung oleh sumber daya pertanian yang berlimpah dan permintaan domestik yang besar,” kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat Peluncuran Kawasan Industri Hortikultura Didukung Aplikasi Industri 4.0 dan Pelepasan Ekspor di Tanggamus, Lampung, Senin (25/3/2019).

Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, kini menjadi salah satu kawasan penghasil produk hortikultura terutama pisang mas, jambu, pepaya, dan nanas. PT Great Giant Pineapple (GGP), sebagai perusahaan swasta terbesar penghasil produk hortikultura di Indonesia, melakukan ekspansi bisnis di Kabupaten Tanggamus dengan konsep CSV. Konsep kolaborasi ini dijalankan bersama dengan petani dan kelompok usaha tani setempat melalui Koperasi Usaha Tani.

“Kawasan industri hortikultura di Tanggamus ini merupakan sebuah kawasan terobosan yang menjadi proyek percontohan untuk pengembangan kawasan lainnya di Indonesia. Apalagi, adanya kolaborasi antara masyarakat petani dengan perusahaan PT GGP yang memang sudah unggul di sektor hortikultura,” papar Menperin.

Menurut Airlangga, konsep CSV memberikan ruang bagi para petani untuk mengembangkan hasil pertanian dari kebun sendiri. “Kebetulan tanamannya cocok untuk wilayah Indonesia, seperti nanas dan pisang. Melaui CSV atau jenis usaha berbagai ini, korporasi akan menyediakan bibit, melakukan pendampingn dan membantu ekspor, yang harapannya petani mendapatkan untung. Kami dapat laporan dari koperasi, masyarakat bisa mendapatkan Rp5-6 juta dalam satu bulan,” imbuhnya.

Oleh karena itu, konsep tersebut, akan terus diupayakan Kemenperin untuk semakin ditingkatkan. “Sebab, upaya ini merupakan arahan Bapak Presiden Joko Widodo, sehingga akan terus dikembangkan karena kawasan ini dimiliki oleh masyarakat dan pengusaha membantu untuk memfasilitasi baik itu dari segi produksi, penanaman, panen sampai dengan ekspor. Apalagi, rencananya ada ekspor pisang satu kontainer setiap bulan,” lanjutnya.

Konsep CSV di Kawasan Berikat ini telah didukung oleh Ditjen Bea dan Cukai, Kementerian Keuangan sehingga pupuk dan pestisida yang berasal dari PT GGP dapat digunakan oleh petani binaan tanpa subsidi apapun dari pemerintah, namun dengan syarat tidak adanya inventory di petani.

Langkah strategis tersebut untuk dapat membantu petani dalam memantau kegiatan on-farm, termasuk pemakaian pupuk dan pestisida, yang telah dikembangkan melalui aplikasi berbasis Internet of Things (IOT) yang dinamakan e-Grower.

Melalui aplikasi tersebut, kegiatan on-farm seluas 337 hektare dengan jumlah petani sebanyak 423 orang di 4 Kabupaten Provinsi Lampung yang menjadi mitra PT GGP, dapat dipantau secara real time hingga jumlah panen yang dapat diekspor.

“Oleh karenanya, pemerintah mengapresiasi bahwa kawasan ini dapat diperluas lagi, sehingga tentu akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Tanggamus, terlebih lagi dengan diterapkannya teknologi industri 4.0, serta adanya ekspor satu kontainer atau senilai Rp180 juta juga diharapkan terus rutin dan ditingkatkan jumlah ekspornya,” tuturnya.

Menperin menambahkan, pihaknya melalui Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Bandar Lampung, akan memfasilitasi alat untuk proses pengeringan sisa dari ekspor agar menjadi produk makanan dan minuman. “Misalnya, akan menyiapkan alat bantu pengeringan, sehingga pisang yang tidak diekspor bisa diproses menjadi pisang sale atau produk mamin lainnya,” tandasnya.

Dalam kesempatan ini, Kemenperin menyerahkan bantuan Alat Mekanis Multiguna Perdesaan (AMMDES) secara simbolis kepada Koperasi Tani Hijau Makmur. AMMDES yang diserahkan memiliki spesifikasi pengangkut hasil kebun petani. Selain itu, juga diserahkan bantuan Mesin Pengolah Kopi secara simbolis kepada industri kecil dan menengah (IKM) di Kabupaten Tanggamus.

Menperin juga menyematkan secara simbolis tanda peserta beberapa pelatihan yang diselenggarakan Kemenperin, antara lain pelatihan Good Manufacturing Practices (GMP), pelatihan perencanaan pengembangan ekspor produk industri, dan pelatihan prosedur ekspor. 

Pacu industri mamin

Pada kesempatan yang sama, Airlangga menyampaikan, guna memacu pertumbuhan industri makanan dan minuman berbasis industri 4.0, Kemenperin telah menyiapkan tiga strategi, antara lain, mendorong produktivitas di sektor hulu yaitu pertanian, peternakan, dan perikanan, melalui penerapan dan investasi teknologi seperti sistem monitoring otomatis dan autopilot drones.

Kedua, mendorong Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sepanjang rantai nilai untuk mengadopsi teknologi yang dapat meningkatkan hasil produksi dan pangsa pasar mereka. “Selanjutnya, meningkatkan ekspor dengan memanfaatkan akses terhadap sumber daya pertanian dan skala ekonomi domestik,” ungkapnya.

Airlangga menyebut, konsep tersebut salah satunya dilakukan oleh PT Great Giant Pineapple  di lokasi Tanggamus, Lampung dan telah menjadi bukti nyata bahwa strategi Revolusi Industri 4.0 di sektor mamin dapat diterapkan dengan baik dan secara nyata berhasil meningkatkan produksi dan kualitas produk. “Untuk itu, kami mendorong perusahaan-perusahaan industri mamin berbasis agro lainnya agar dapat melakukan hal yang serupa,” ucapnya.

Lebih lanjut, bagi Indonesia, implementasi industri 4.0 memberikan peluang untuk merevitalisasi sektor manufaktur Indonesia dengan melipatgandakan produktivitas tenaga kerja, sehingga dapat meningkatkan daya saing global dan mengangkat pangsa pasar ekspor global. Selain itu, membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, serta konsumsi domestik menjadi lebih kuat dan Indonesia dapat menjadi salah satu negara dalam 10 besar yang memiliki perekonomin terkuat di dunia,” jelasnya.

Airlangga menuturkan, Kemenperin telah menyusun inisiatif Making Indonesia 4.0 yang memuat strategi dan peta jalan untuk menyongsong Industri 4.0 di Indonesia. Peta Jalan Making Indonesia 4.0 memberikan arah dan strategi yang jelas bagi pergerakan industri Indonesia di masa yang akan datang, termasuk di lima sektor yang menjadi fokus yaitu makanan dan minuman, tekstil dan pakaian jadi, otomotif, kimia, serta elektronika.

Dalam menerapkan Making Indonesia 4.0, Kemenperin aktif memacu 10 prioritas nasional dalam upaya meningkatkan produktivitas dan memperkuat daya saing industri nasional.  “Revolusi Industri 4.0 tidak hanya berpotensi luar biasa dalam meningkatkan daya saing, tapi juga mengubah berbagai aspek kehidupan manusia,” tuturnya.

Plt Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Ngakan Timur Antara menambahkan, program kawasan industri hortikultura yang berkolaborasi dengan petani dan kelompok usaha tani melalui Koperasi Usaha Tani atau disebut Corporate Shared Value (CSV), seperti yang diterapkan di Kabupaten Tanggamus bisa menjadi role model bagi wilayah lainnya.

“Sebagai percontohan yang baik, maka konsep kemitraan ini diharapkan dapat diikuti oleh wilayah provinsi lainnya, seperti Bali dan Bengkulu. Keberhasilan konsep ini dapat dilihat dari ekspor produk hortikultura yang hari ini dilepas dengan tujuan ke Singapura dan China,” ungkapnya. (her, sg)