sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

Olah Raga

LARAS JABAR

Ekbis

Pernak Pernik

Panglima TNI: ADMM Plus Refleksikan Upaya Strategis Untuk Bangun Rasa Saling Percaya dan Saling Menghormati

Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto memeriksa pasukan, saat mewakili Panglima TNI pada penutupan  ADMM Plus Expert Working Group on Peacekeeping Operation (EWG on PKO) dan Humanitarian Mine Action (HMA) Field Training Exercises (FTXs) Tahun 2019
Bogor, Laras Post  - Kerja sama pertahanan yang dibentuk oleh negara anggota ASEAN Defence Minister Meeting (ADMM) Plus merefleksikan upaya strategis untuk membangun rasa saling percaya dan saling menghormati yang selanjutnya diimplementasikan melalui kegiatan latihan bersama.

“Latihan bersama bertujuan untuk berbagi pengetahuan serta keterampilan teknis yang dimiliki untuk menunjang pelaksanaan tugas-tugas perdamaian dunia maupun tugas lain di forum internasional,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dalam sambutan yang dibacakan oleh Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, saat menutup  ADMM Plus Expert Working Group on Peacekeeping Operation (EWG on PKO) dan Humanitarian Mine Action (HMA) Field Training Exercises (FTXs) Tahun 2019, di Auditorium PMPP TNI, Sentul Bogor, Jumat (20/9/2019).

Panglima TNI juga menyampaikan ungkapan terima kasih serta penghargaan yang setinggi-tingginya kepada panitia penyelenggara, Delegasi ASEAN Defence Senior Official’s Meeting (ADSOM) Plus dan para peserta latihan yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan ASEAN Defence Minister Meeting (ADMM) Plus Expert Working Group (EWG) on Peace Keeping Operation (PKO) dan Humanitarian Mine Action (HMA) Field Training Exercise 2019 dimulai dari tahap perencanaan, persiapan, sampai dengan pelaksanaan yang terbilang sukses dan dapat mencapai tujuan serta sasaran latihan yang diharapkan.

Lebih lanjut Panglima mengatakan, dari berbagai bidang kerja sama pertahanan yang telah dicanangkan, Peace Keeping Operation (PKO) dan Humanitarian Mine Action (HMA) merupakan objek keterampilan yang sangat diperlukan dalam mendukung implementasi dari manajemen konflik dalam spektrum perdamaian dan keamanan.

“Kedua bidang ini memiliki keterkaitan yang erat satu sama lain,  khususnya dalam upaya meredam terjadinya konflik yang berkepanjangan serta untuk mengatasi dampak yang ditimbulkan oleh  konflik yang terjadi,” ujarnya.

Panglima TNI juga menuturkan bahwa sejalan dengan inisiatif Action For Peace Keeping (A4P) yang telah digagas oleh Sekjen PBB, Antonio Guterres pada tahun 2018, pelaksanaan latihan bersama ADMM Plus dengan tema “Regional Cooperation on Global Peace Operation” merupakan aplikasi dari upaya untuk peningkatan kemampuan (capacity building and performance) serta kerja sama (partnership) yang harus terus dibangun secara kompehensif untuk meningkatkan profesionalisme para Peace Keeper di daerah penugasan.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan, latihan ADMM Plus yang dilaksanakan merupakan latihan terbesar yang pernah diselenggarakan oleh seluruh Angkatan Bersenjata negara-negara di ASEAN dan negara mitra wicara.

“Semoga hal-hal yang telah dilatihkan dapat memberikan pengalaman dan meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh para peserta latihan sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat disebarluaskan kepada rekan-rekan di negara masing-masing,” tandasnya.

Panglima TNI berharap, latihan gabungan yang dilaksanakan oleh Indonesia, Australia, Rusia dan Laos tersebut dapat menjadi cerminan komitmen negara-negara di kawasan untuk meningkatkan kerja sama antar negara guna mencapai tujuan bersama, membangun saling percaya dan tercapainya kesetaraan, sehingga kemudian mendorong terciptanya perdamaian dan stabilitas di kawasan.

Latihan bersama di bidang Peace Keeping Operation (PKO) dan Humanitarian Mine Action (HMA) tersebut dilaksanakan mulai tanggal 14 September 2019 dan diikuti oleh 52 orang Subject Matter Expert (SME),  14 instruktur, 67 orang observer, 227 orang peserta, 80 orang role player serta 271 orang pendukung latihan dari 18 negara. (her, sg)

Kapusdiklat Bahasa Buka Forum Analis APN

Brigadir Jenderal TNI Yudhy Chandra Jaya berfoto bersama seusai acara, di Common Room Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Pondok labu Jakarta Selatan, Jumat (20/08).
Jakarta, Laras Post – Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan (Kapusdiklat) Bahasa Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kementerian Pertanahan (Kemhan), Brigadir Jenderal TNI Yudhy Chandra Jaya, membuka Rapat Forum Analis Pertahanan Negara (APN) di lingkungan Kementerian Pertahanan, Jumat (20/9/2019) di Common Room Pusdiklat Bahasa Badiklat Kemhan, Pondok labu Jakarta Selatan.

Brigadir Jenderal TNI Yudhy Chandra Jaya, bertindak mewakili Kabadiklat Kemhan dalam membacakan sambutannya menyatakan, sesuai Permenpan RB Nomor 7 Tahun 2016, Analis Pertahanan Negara wajib memiliki satu organisasi profesi dalam jangka waktu paling lama 5 tahun.

“Dan saat ini adalah momentum yang paling tepat untuk membicarakan pembentukan organisasi profesi tersebut,” ungkapnya.

Brigjen Yudhy juga mengatakan, Kemhan sebagai instansi pembina jabatan fungsional APN bertanggung jawab untuk menjamin terwujudkannya standar kualitas dan profesionalitas jabatan APN.

Lebih lanjut Brigjen Yudhy menyampaikan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membahas draft Kamus Kompetensi Jabatan Fungsional APN, pembangunan organisasi profesi APN, dan Tunjangan Jabatan APN.

“Terkait dengan tunjangan jabatan perlu diusulkan dengan mempertimbangkan mutu, prestasi, dan produktivitas kerja PNS yang diangkat dan ditugaskan secara penuh dalam jabatan fungsional  APN sesuai dengan beban kerja, tanggung jawab, dan resiko kerja yang akan dihadapinya,” pungkasnya.

Acara Rapat Forum  APN di lingkungan Kementerian Pertahanan tadi dihadiri oleh Kabag Induk PNS Ropeg Setjen Kemhan, Pembina Tk I IV/b, A. Rizal, dan 30 orang APN. (Her)

Sasar UKM WOM Finance Gelar Seminar Literasi Keuangan


Bandung, Laras Post - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. (WOM Finance) terus berusaha mengembangkan berbagai inovasi program literasi keuangan untuk meningkatkan pemahaman dan penggunaan masyarakat terkait produk dan layanan sektor keuangan. 

Untuk itu WOM Finance menggelar seminar literasi keuangan bertema “Wirausaha Tangguh Cerdas Digital,” Kamis (19/9).

Diikuti kurang lebih 100 peserta, kegiatan ini digelar di Wisma Diklat Bina Marga Bandung, Jl. L.L. RE. Martadinata No. 119, Cihapit, Bandung, Jawa Barat. 

Pada kesempatan itu hadir sebagai pembicara, Tasrif HM Saleh SH. MH, Deputy Business Unit Head WOM Finance Regional Jawa Barat dan Novi Setia Nurviat, CEO PT Inovindokerja. Kedua pembicara ini menyampaikan terkait jenis-jenis produk WOM Finance dan pengaplikasian bisnis melalui platform internet.

Agenda tersebut tak terlepas dari komitmen WOM Finance untuk mendukung efektivitas dan sosialisasi dalam peraturan SEOJK No.1/SEOJK.7/2014 tentang pelaksanaan edukasi dalam rangka meningkatkan Literasi Keuangan kepada konsumen dan masyarakat. 

Seminar literasi keuangan ini merupakan program berkelanjutan perusahaan yang telah diselenggarakan sejak tahun 2014 kepada masyarakat mulai pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga sampai komunitas UMKM di berbagai wilayah di Indonesia.

Direktur WOM Finance, Zacharia Susantadiredja, mengatakan bahwa dari beberapa program literasi keuangan yang sudah dijalankan WOM Finance, kegiatan literasi keuangan yang berbasis komunitas masyarakat (community based) terlihat efektif karena berawal dari kesamaan paham, kepentingan, pandangan dan tujuan. 

Selain itu, Zacharia menambahkan, program berbasis komunitas ini merupakan komitmen WOM Finance yang tidak hanya mendidik masyarakat mengenai sektor keuangan, tetapi juga membawa sektor keuangan lebih dekat dengan mereka sehingga akan sejalan dengan program inklusi keuangan juga.

“Secara konsisten dan berkelanjutan kami berupaya untuk terus mengedukasi masyarakat agar memiliki pengetahuan literasi keuangan yang lebih baik, sehingga masyarakat paham akan produk dan jasa perusahaan pembiayaan," tandasnya.

Tentang WOM Finance WOM Finance PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk didirikan pada 1982 dengan nama PT Jakarta Tokyo Leasing yang bergerak di bidang pemberian pembiayaan sepeda motor, khususnya untuk sepeda motor merek Honda.

Pada 2000, Perseroan mengubah nama menjadi PT Wahana Ottomitra Multiartha sejalan dengan transformasi bisnis yang dilakukan Perseroan terus mengalami perkembangan dan tidak lagi hanya melayani pembiayaan sepeda motor merek Honda, tapi juga sepeda motor merek Jepang lainnya, seperti Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki

Pada 2005, Perseroan menjadi bagian dari kelompok usaha PT Bank Maybank Indonesia Tbk (MBI) setelah mengakuisisi 43% kepemilikan saham Perseroan. 

Pada 2015, Perseroan melakukan right issue melalui Penawaran Umum Terbatas, di mana MBI bertindak sebagai standby buyer. Dalam right issue ini, Perseroan menerbitkan 3.481.481.480 saham baru. Kemudian kepemilikan saham MBI di Perseroan naik menjadi 68,55%. Pemegang saham terbesar kedua di Perusahaan adalah PT Wahana Makmur Sejati dengan jumlah kepemilikan saham sebesar 23.91% dan publik sebesar 7,51%.

Pada tahun 2018, Perseroan melakukan aksi korporasi lainnya sebagai salah satu upaya untuk memperkuat struktur pendanaan jangka panjang dan mendukung pertumbuhan bisnis, dengan merealisasikan penerbitan Obligasi II Tahap IV dan V sebesar Rp 793 miliar dan Rp 360,5 miliar, serta menerbitkan Obligasi III Tahap I sebesar Rp 570,5 miliar dimana penerbitan aksi korporasi ini dilaksanakan melalui mekanisme Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB). 

Pada tahun 2019, Perseroan juga telah menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan III Tahap II sebesar Rp 1,7 triliun.

Hingga saat ini, kinerja operasional Perseroan didukung oleh 190 kantor jaringan dengan lebih kurang 3.000 karyawan untuk melayani 843 ribu konsumen aktif melalui sumber daya manusia yang unggul dan layanan yang berkualitas.(david)

Panglima TNI : SDM Adalah Aset Utama dalam Suatu Organisasi

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada acara Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan di Auditorium GPH Haryo Mataram Gedung Rektorat UNS, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2019)
Surakarta, Laras Post - Sumber Daya Manusia (SDM) adalah aset utama dalam suatu organisasi. Sebagai Panglima TNI saya sangat berkepentingan terhadap kualitas generasi muda Indonesia masa depan. Mereka tidak harus menjadi tentara, tetapi dengan kualitas dan nasionalisme yang tidak diragukan maka akan menjadi mudah bagi TNI untuk bekerja sama membangun ketahanan nasional melalui pertahanan militer dan non-militer.

Hal tersebut disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, pada acara Penganugerahan Gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa dengan orasi ilmiah yang berjudul “Membangun Sumber Daya Manusia Unggul Dalam Menghadapi Era Perubahan Mewujudkan Indonesia Maju” bertempat di Auditorium GPH Haryo Mataram Gedung Rektorat Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (20/9/2019).

Dihadapan 1.188 audiens, Panglima TNI menyampaikan bahwa dengan Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul, berharap antara militer dan non-militer dapat mewujudkan kolaborasi yang baik dalam rangka pertahanan negara.

“Perlu disadari adalah bahwa saat ini kita sedang menghadapi era perubahan, yang harus dikelola dengan baik, agar dapat mewujudkan Indonesia maju di masa depan,” ujarnya.

Menurut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, saat ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mampu melakukan rekayasa lingkungan sampai dengan tingkat atom di bidang fisika, genetika di bidang biologi, dan menciptakan makhluk an-organik yang memiliki kecerdasan yaitu komputer dan internet.

“Seiring dengan perkembangannya sebagai makhluk sosial, manusia berinteraksi dalam organisasi yang semakin modern, sampai tingkat negara, bahkan hingga tingkat regional dan internasional,” katanya.

Selanjutnya dikatakan bahwa Sumber Daya Manusia hal yang utama dalam organisasi. Kemajuan sebuah organisasi ditentukan oleh kemampuan sumber daya manusianya dalam menguasai ilmu pengetahuan disertai budaya yang konstruktif dan etis, sehingga menghasilkan keluaran dan manfaat bagi seluruh manusia anggota organisasi.

“Organisasi harus didesain lebih fleksibel untuk dapat mengikuti perubahan. Sumber Daya Manusia pengawak organisasi harus terus di-upgrade kemampuan dan kesadarannya agar  bisa mengikuti arus serta arah perubahan,” ungkap Panglima TNI.

Pada kesempatan tersebut, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto juga menuturkan pendidikan harus mereformasi diri agar mampu menyiapkan Sumber Daya Manusia yang unggul.

“Setidaknya ada beberapa karakteristik SDM yang harus kita siapkan menghadapi masa depan yang sudah didepan pelupuk mata, yaitu terbuka, multiguna, super spesialis, terpadu, dan mentalitas kesadaran akan kultur perubahan,” jelasnya.

“TNI sendiri terus berbenah, mereformasi diri untuk tidak terkenang dengan romantika kejayaan masa lalu, namun terus bergerak dalam putaran roda perubahan. Keterlibatan TNI dalam operasi-operasi militer selain perang, seperti mengatasi aksi terorisme, penanggulangan bencana alam, penanganan kesehatan dan gizi buruk di daerah terpencil,” tuturnya.

Di sisi lain, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan, tak bisa dipungkiri dan dihindari bahwa Indonesia sudah menjadi bagian dari entitas global. Globalisasi adalah proses integrasi internasional karena pertukaran gagasan, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya.

“Tujuan nasional bangsa Indonesia yang tercantum dalam UUD 1945, adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,” ucapnya.

Panglima TNI mengatakan, satu hal yang penting adalah bahwa dalam membangun bangsa, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh komponen bangsa. Diperlukan kerja sama dan kolaborasi berbagai komponen bangsa untuk mencapai kemajuan dan keunggulan bangsa. 

“Seperti Lembaga Pemerintah, TNI, Polri dan aparat keamanan lainnya, lembaga-lembaga pendidikan, para pengusaha, Lembaga Swadaya Masyakarat (LSM), serta masyarakat umum seluruhnya bertanggung jawab untuk membangun bangsa,” pungkasnya. (sg/pen)

Presiden Jokowi Angkat Hanif Dhakiri sebagai Plt. Menpora

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, ketika memberikan keterangan, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/09).
Bogor, Laras Post - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) soal pemberhentian Imam Nahrawi dari jabatannya sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Selanjutnya, untuk mengisi kekosongan posisi tersebut Presiden juga mengangkat Hanif Dhakiri selaku pelaksana tugas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Demikian disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Pratikno, dalam keterangannya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/09).

"Tadi Bapak Presiden sudah menandatangani Keppres pemberhentian Saudara Imam Nahrawi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga dan mengangkat Saudara Hanif Dhakiri sebagai Plt. Menteri Pemuda dan Olahraga," ujarnya.

Selama kurang lebih satu bulan ke depan Hanif Dhakiri akan menjalankan tugas-tugas Menpora sekaligus tetap menjalankan tugasnya sebagai Menteri Ketenagakerjaan.

"Jadi Pak Hanif Dhakiri untuk sementara merangkap dalam sebulan terakhir ini, selain sebagai Menteri Tenaga Kerja dan juga sebagai Plt. Menteri Pemuda dan Olahraga," tutur Mensesneg.

Sebelumnya, surat pengunduran diri Menpora telah diterima Presiden Joko Widodo dalam pertemuannya langsung dengan Imam Nahrawi pada Kamis, 19 September 2019. Saat itu, Presiden juga mengingatkan para pejabat negara untuk tunduk para peraturan perundang-undangan dan berhati-hati dalam menggunakan anggaran.

"Semuanya hati-hati menggunakan anggaran, menggunakan APBN. Karena semuanya akan diperiksa kepatuhannya pada perundang-undangan oleh BPK. Kalau ada penyelewengan misalnya, ya itu urusannya bisa dengan aparat penegak hukum," ucap Presiden. (Her/sg)

Presiden Jokowi Minta Pengesahan RUU KUHP Ditunda

Presiden Joko Widodo ketika memberikan keterangan pers terkait pembahasan RUU KUHP di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/09). 
Bogor, Laras Post - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengikuti perkembangan terkini soal pembahasan RUU KUHP di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Setelah mencermati sejumlah substansi yang diajukan sekaligus menimbang berbagai masukan dari kalangan yang berkeberatan dengan substansi pada RUU tersebut, Kepala Negara memandang perlu adanya pembahasan lebih lanjut.

"Saya terus mengikuti perkembangan pembahasan RUU KUHP secara seksama. Setelah mencermati masukan-masukan dari berbagai kalangan yang berkeberatan dengan sejumlah substansi-substansi RUU KUHP, saya berkesimpulan masih ada materi-materi yang membutuhkan pendalaman lebih lanjut," ujarnya dalam keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (20/09). 

Terkait hal tersebut, Kepala Negara telah meminta Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk menyampaikan sikap pemerintah, yakni menunda pengesahan RUU KUHP, kepada DPR. Presiden juga mengharapkan agar pengesahan RUU tersebut tidak dilakukan oleh DPR periode saat ini.

"Saya berharap DPR juga mempunyai sikap yang sama sehingga pembahasan RUU KUHP bisa dilakukan oleh DPR RI periode berikutnya," ucapnya.

Sebagai bahan pertimbangan untuk pembahasan selanjutnya, Presiden Joko Widodo juga akan menjaring masukan sejumlah kalangan dalam rangka penyempurnaan RUU tersebut agar dapat diterima seluruh pihak.

"Saya juga memerintahkan Menteri Hukum dan HAM untuk kembali menjaring masukan-masukan dari berbagai kalangan masyarakat sebagai bahan untuk menyempurnakan RUU KUHP yang ada," kata Presiden.

Kepala Negara menjelaskan bahwa saat mencermati setiap pasal yang ada, Presiden setidaknya menemukan kurang lebih 14 pasal yang masih harus ditinjau kembali. Untuk itu, pemerintah akan mengomunikasikan hal tersebut baik kepada DPR maupun masyarakat.

"Tadi saya melihat materi-materi yang ada, substansi-substansi yang ada, ada kurang lebih 14 pasal. Nanti ini yang akan kami komunikasikan baik dengan DPR maupun dengan kalangan masyarakat yang tidak setuju dengan materi-materi yang ada," tandasnya. (Her/sg)

Syukuran Hari Jadi Polwan, Polres Purbalingga Lepas Ratusan Merpati

Kapolres Purbalingga AKBP Kholilur Rochman bersama Bhayangkari dan seluruh Polwan Polres Purbalingga ketika melepaskan 500 ekor burung merpati, di Mapolres Purbalingga.
Purbalingga, Laras Post - Polres Purbalingga menggelar syukuran dalam rangka Hari Jadi Polwan ke-71 tahun 2019, Senin (16/9/2019) pagi. Dalam acara yang digelar di Mapolres Purbalingga, dilakukan pelepasan 500 ekor burung merpati.

"Hari ini Polres Purbalingga menggelar syukuran Hari Jadi Polwan tahun 2019. Pada kesempatan ini, kita terbangkan 500 ekor burung merpati sebagai lambang perdamaian Indonesia. Kita semua cinta damai, cinta Indonesia termasuk cinta Papua," kata Kapolres Purbalingga AKBP Kholilur Rochman.

Kapolres menjelaskan, acara peringatan Hari Jadi Polwan di Polres Purbalingga juga diisi dengan ikrar bahwa kita semua cinta Papua. Dalam acara juga kita tampilkan sejumlah tarian dan senam dari berbagai wilayah Indonesia. Tujuannya untuk menegaskan walaupun kita berbeda-beda namun tetap satu Indonesia.

"Harapan kami di usia ke 71, polisi wanita Indonesia  semakin profesional, modern dan terpercaya dalam memberikan baktinya untuk masyarakat, bangsa dan negara," ucapnya.

Sementara itu, Kompol Herni Suharyati selaku ketua panitia kegiatan menyampaikan bahwa kegiatan syukuran ini merupakan puncak acara peringatan Hari Jadi Polwan ke 71 tahun 2019 di Polres Purbalingga. Sebelum acara puncak telah dilaksanakan berbagai kegiatan oleh Polwan Polres Purbalingga.

"Kegiatan yang sudah dilaksanakan Polwan Polres Purbalingga dalam rangka hari jadi diantaranya, anjangsana Purnawirawan Polwan, bakti sosial, bakti kesehatan, bakti pendidikan di sekolah terpencil, pendistribusian air bersih, pemeriksaan disiplin polwan, Polwan Goes to School dan SIM delivery Polwan," ucapnya.

Acara syukuran Hari Jadi Polwan dihadiri oleh Kapolres Purbalingga dan Ketua Bhayangkari Cabang, para kabag, kasat, kapolsek, Bhayangkari dan seluruh Polwan Polres Purbalingga. Selain itu, hadir sebagai undangan Purnawirawan Polwan, anggota Wanita Angkatan Udara (Wara), Satpol PP dan Keluarga Besar Putra Putri Polri. Seluruh peserta kegiatan tampak memakai ikat kepala dari berbagai daerah di Indonesia.

Selain pelepasan burung merpati, acara juga dimeriahkan dengan senam Sajojo yang berasal dari Papua. Senam diikuti oleh seluruh peserta syukuran Hari Jadi Polwan termasuk kapolres dan pejabat utama. Ditampilkan juga penampilan hadroh dan tari-tarian dari berbagai daerah sebagai wujud kebhinekaan.

Saat syukuran, secara simbolis Kapolres Purbalingga AKBP Kholilur Rochman memotong tumpeng yang kemudian diserahkan kepada Polwan tertua Polres Purbalingga Aiptu Endang. Ketua Bhayangkari Cabang Ny. Mia Kholilur juga memotong kue ulang tahun yang diberikan kepada Kompol Herni Suharyati. Sedangkan dari PNS Polri memotong kue yang diserahkan kepada Polwan termuda Bripda Eka Rahayu. (Agus. P)

Peduli Kebersihan Lingkungan, Kodim 0813 Bojonegoro Gelar Jumat Bersih

Kodim 0813 dan Koramil 01/Bojonegoro melaksanakan kegiatan Jumat bersih, di Taman Rajakwesi, Kota Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (20/9/2019)
Bojonegoro, Laras Post - Dalam rangka menumbuhkan kembali kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, puluhan anggota TNI dari Kodim 0813 dan Koramil 01/Bojonegoro melaksanakan kegiatan Jumat bersih, di Taman Rajekwesi, Kota Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (20/9/2019).

Danramil 0813-01/Bojonegoro Kapten Inf Suko Maulana mengatakan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan salah satu metode dalam menjalankan tugas sebagai Aparat Komando Kewilayahan (Apkowil) dalam rangka pembinaan teritorial di wilayah Kabupaten Bojonegoro, untuk memantapkan kemanunggalan TNI dan rakyat.

"Diharapkan, kegiatan ini bisa menjadi teladan bagi masyarakat Bojonegoro. Sehingga dapat menggugah kesadaran masyarakat akan indahnya kebersihan," tegasnya.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Inf Bambang Hariyanto mengajak seluruh komponen masyarakat Bojonegoro untuk secara bersama-sama dapat melibatkan diri dalam kegiatan yang baik seperti ini. Karena dengan lingkungan yang bersih dan sehat segala sesuatu yang akan kita laksanakan pasti berakhir dengan baik.

"Kami juga menghimbau kepada seluruh warga, agar bersama-sama kita berkerja untuk memajukan Bojonegoro satu langkah ke depan. Demi mewujudkan Kota Bojonegoro yang aman, maju dan sejahtera. Resik Kotane, Resik Atine, Resik Pikirane, Seneng Rakyate," tuturnya. (tik/pendim)

Bakamla Amankan Kapal Minyak SPOB di Sungai Musi Palembang

Bakamla RI mengamankan kapal Self Propeller Oil Barge di perairan Musi, Pelembang, Kamis (19/9/19)
Palembang, Laras Post - Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengamankan kapal Self Propeller Oil Barge (SPOB) yang diduga bermuatan solar (HSD) hasil oplosan tanpa dilengkapi dokumen kapal yang sesuai di perairan Musi, Palembang, Kamis (19/9/19).

Kapal SPOB dengan inisial (RS) berhasil diamankan KN Belut Laut 406 saat melaksanakan Operasi KAMLA-VI di perairan Musi Palembang dengan menggunakan Sea Rider yang pada saat itu pukul 16.00 WIB diposisi 02°59'000"S - 104°46'470"T mendeteksi sebuah kapal yang sedang berlayar. Kemudian Sea Rider melaksanakan  pengejaran terhadap kapal SPOB tersebut dan pukul 16.30 WIB posisi 02°59'000"S - 104°46'470"T Sea Rider melaksanakan pemeriksaan, dari hasil pemeriksaan didapati kapal SPOB (RS) membawa kurang lebih 20 ton muatan solar (HSD)  tanpa dilengkapi dokumen kapal yang sesuai.

Berdasarkan keterangan dari nakhoda, kapal SPOB (RS) berlayar dari Meranti Jaya menuju Palembang dan telah selesai melakukan kegiatan bunker. Hasil pemeriksaan awal kapal SPOB (RS) diduga melanggar tindak pidana Minyak dan Gas. 

Untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut, komandan KN Belut Laut 406 Letkol Bakamla Heni Mulyono langsung memerintahkan kapal SPOB (RS) untuk ditangkap dan dikawal menuju pelabuhan Boombaru Palembang. (Sg)

Ketua Umum PBTI Gelar Diklat dan PWN serta UKT High DAN 2019

Ketua Umum PBTI Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki saat menggelar Diklat dan PWN serta UKT High DAN 2019 di Wiladatika Cibubur, Jakarta TImur, Kamis (19/9/19)
Jakarta, Laras Post - Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki, didampingi segenap jajaran pengurus membuka rangkaian kegiatan Pendidikan Latihan (Diklat) dan Penyegaran Wasit Nasional (PWN) serta UKT High DAN 2019 di Wiladatika Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (19/9/19).

Keseluruhan tiga kegiatan yang disatukan dalam satu rangkaian yang disebut 3 in 1 ini diikuti 21 provinsi dengan total sebanyak 524 peserta yang dibagi kedalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti sebanyak 156 peserta terdiri dari 96 orang peserta mengikuti diklat dan 73 peserta mengikuti PWN.

Untuk program kedua, yakni penguji nasional, diklat dan PWN direncanakan diikuti 202 peserta. Adapun untuk program ketiga, UKT High DAN diikuti sebanyak 80 peserta, terdiri dari ujian ke DAN 7 sebanyak 22 peserta, ujian ke DAN 6 sebanyak 5 peserta, dan ujian ke DAN 5 sebanyak 53 peserta.

Ketua Umum PBTI, Letjen TNI (Purn) H. Thamrin Marzuki mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk tanggung jawab PBTI untuk menunjang kemampuan dan pemerataan kompetensi para wasit nasional PBTI. Dengan kompetensi itu, maka menurutnya, tentu akan berdampak pada kualitas pertandingan atau kejuaraan-kejuaraan taekwondo yang digelar di tanah air.

“Prestasi atlet taekwondo Indonesia juga sangat tergantung bagaimana kualitas kejuaraan taekwondo dan salah satu indikator berkualitasnya kejuaraan tersebut adalah karena wasit yang berkualitas  dalam tugasnya disetiap event-event pertandingan yang digelar di tanah air,” katanya.

Oleh karenanya, beliau berpesan, selain kegiatan ini terus dievaluasi terutama pada kualitas (mutu) materi dan instrukturnya, program diklat dan Penyegaran Wasit Nasional ini juga senantiasa terus dilakukan secara terprogram dan simultan serta berkelanjutan mengikuti update perkembangan peraturan pertandingan yang dikeluarkan World Taekwondo (WT).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PBTI juga memuji bahwa kualitas wasit Indonesia yang bersertifikasi internasioal (International Referee) juga tidak kalah dengan kualitas wasit internasional lainnya.

Terbukti IR Indonesia di beberapa event mendapat predikat wasit terbaik (the best Referee), antara lain ketika kejuaraan Internasional di Napoli yang waktu itu diraih oleh GM Ina Febriana Sari, Kejuaraan Asia di Vietnam yang diraih oleh Sabeumnim Irene Yosephine dan dan Open Turnamen Internasional kategori G1 di Korea yang diraih oleh Sabeumnim Irwan N.

Apresiasi Ketua Umum PBTI terkait dengan predikat wasit terbaik itu penting untuk menjadi pemacu semangat para wasit. Menurut Ketua Umum PBTI, keikutsertaan wasit Indonesia di event internasional dan sekaligus berpredikat yang terbaik dalam menjalankan tugas kompetensinya sebagai wasit, juga merupakan prestasi yang mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Thamrin Marzuki juga berharap dengan predikat tersebut, tentu akan memacu dan memotivasi para wasit lainnya agar percaya diri dalam menjalankan tugas karena kompetensinya dalam menguasai aturan pertandingan. Oleh sebab itu Ketua Umum PBTI berpesan agar Bidang Binpres dan Diklatbang, yang membawa komisi perwasitan dan kepelatihan untuk terus melakukan sinergi pembinaan dan kompetensi para wasit Indonesia.

Bidang itulah yang mengkonstruksi karir para taekwondoin sebagai wasit. Dari level wasit daerah, wasit nasional hingga wasit Internasional dan bagi wasit terbaik di setiap event-event yang digelar di tanah air, tentu akan menjadi catatan positif bagi PBTI kedepan untuk memacu sekaligus mendorong jumlah wasit internasional Indonesia nantinya.

Selain itu, dijelaskan Ketua Umum PBTI digelarnya diklat dan penyegaran wasit kali ini juga tidak terlepas dari akan dilaksanakannya gelaran Pra PON 2019 yang akan berlangsung di Indoor Stadium Serpong, Provinsi Banten 27 - 29 September 2019.

“Bekal diklat dan PWN ini akan menjadi salah satu kriteria bagi mereka yang nantinya akan bertugas di ajang empat tahunan menuju PON 2020 Papua tersebut,” ujarnya.

Khusus mengenai ujian High DAN, utamanya dari DAN 6 ke DAN 7, ini untuk yang pertama kali dilakukan oleh PBTI. Hal tersebut merupakan salah satu hasil dari kesepakatan PBTI dengan Kukkiwon yang memberikan kesempatan kepada para praktisi taekwondo Indonesia, untuk bisa melakukan ujian High DAN di Indonesia, tidak lagi harus ke Korea dengan biaya yang besar. (Egi)

Kasau Kunjungi AAU Yogyakarta


Yogyakarta, Laras Post - Gubernur Akademi Angkatan Udara (AAU) Marsda TNI Tatang Harlyansyah mendampingi Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna yang melaksanakan kunjungan di ksatrian Akademi Angkatan Udara, Yogyakarta, Kamis (19/9/19).

Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna dalam kunjungan singkatnya melaksanakan peninjauan ke beberapa tempat diantaranya Tugu Prasasti Kasau, Flat Taruna dan Shelter Pesawat yang rencananya akan digunakan untuk praktek para Taruna.

Pada kesempatan yang sama, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna juga menyempatkan diri bertatap muka dan memberikan pengarahan kepada Taruna tingkat II di depan gedung Handrawina.

Sebelum melaksanakan kunjungan singkatnya di AAU, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna telah mendampingi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada kegiatan ziarah dalam rangka peringatan HUT ke-74 TNI di sejumlah tempat.

Pada kunjungan itu turut hadir mendampingi Kasau diantaranya, Ketua Umum PIA Ardhya Garini Ny. Ayu Yuyu Sutisna didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Cabang BS AAU Ny. Irene Tatang Harlyansyah.(sg/dispenau)

Aksi Heroik Prajurit Satgas Yonif 411/Pdw Kostrad, RI - PNG Selamatkan Anak Tenggelam

Prajurit yang tergabung dalam Satgas TNI RI - PNG ketika menangani anak tenggelam di sungai.

Merauke, Laras Post - Aksi heroik kembali diperlihatkan prajurit TNI dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad Pos Kaliwanggo, ketika menyelamatkan seorang anak bernama Herman Mauli Murnan (10 th) yang tenggelam pada saat memancing di Sungai Warma, Kampung Erambu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua, Rabu (18/9/19) sore.

Komandan Pos (Danpos) Kaliwanggo Kapten Inf Adik Sunarto menjelaskan bahwa pada Rabu 18 September 2019, sebanyak 8 personel Pos Kaliwanggo dipimpin Serka Sarwoto hendak kembali ke pos usai melaksanakan Patroli Patok di MM12.2.

Ketika personel Pos Kaliwango melewati pinggir Sungai Warma, terdengar suara minta tolong dari dua orang anak kecil yang teriak bahwa salah satu temannya tenggelam di sungai saat berusaha berenang untuk melepas senar pancingnya yang tersangkut.  

“Dengan sigap dua personel satgas atas nama Kopda Juwadi dan Pratu Popi Alex melompat berenang ke sungai untuk menyelamatkan anak tersebut,” kata Kapten Inf Adik Sunarto

“Setelah diangkat ke pinggir sungai, kemudian anak tersebut diberikan nafas buatan karena sang anak banyak minum air sungai. Setelah anak tersebut sadar selanjutnya personel membawanya pulang ke pos untuk dicek kondisi kesehatannya dan dilaporkan ke Dansatgas,” tutur Danpos Kaliwanggo.

Lebih lanjut Kapten Inf Adik Sunarto mengatakan, bahwa setelah diberi makan dan minum serta vitamin oleh Bintara Kesehatan (Bakes) Pos Serka Abdul Wahab, kondisi kesehatan Herman pun sudah membaik dan pulih kembali. 

“Selanjutnya kami antarkan anak tersebut pulang ke rumahnya untuk diserahkan kepada kedua orang tuanya di Kampung Erambu, Distrik Sota,” ucapnya.

Danpos Kaliwanggo Kapten Inf Adik Sunarto bersama tiga anggota mengantarkan pulang Herman Mauli Murnan kepada orang tuanya. Ucapan terima kasih kepada Satgas Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad pun disampaikan orang tua Herman Mama Maria Welmince Kidup (36 th), karena sang ayah Hantonius Murnan (37 th) sedang pergi berburu.

“Kami ucapkan terima kasih banyak kepada bapak-bapak tentara dari Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 411/Pdw Kostrad atas kepedulian dan pengorbanannya telah menyelamatkan putra kami Herman Mauli Murnan yang tenggelam saat memancing di Sungai Warma,” ujar Mama Welmince.

Terpisah, Dansatgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pdw Kostrad Mayor Inf Rizky Aditya, S.Sos., M.Han., menyampaikan sangat mengapresiasi atas tindakan sigap yang dilakukan personel Pos Kaliwanggo menyelamatkan anak yang tenggelam di sungai.

"Hal tersebut menunjukkan kesiapan prajurit dalam membantu kesusahan masyarakat di sekelilingnya,” tandasnya. (sg/pen)

Ditlantas Polda Jateng Apresiasi Purbalingga Kampung Tertib Lalulintas

Tim dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah (Jateng) melaksanakan penilaian Taman Lalu Lintas dan Kampung Tertib Lalu Lintas di Kabupaten Purbalingga, Rabu (18/9).
Purbalingga, Laras Post - Tim dari Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah (Jateng) melaksanakan penilaian Taman Lalu Lintas dan Kampung Tertib Lalu Lintas di Kabupaten Purbalingga, Rabu (18/9/2019). Tim penilai dipimpin oleh Kasi Dikmas Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jateng Kompol Bero Suprihatin.

Dalam kesempatan itu, tim terlebih dahulu melaksanakan penilaian Taman Edukasi Lalu Lintas di Kelurahan Karangsentul, Kecamatan Padamara, Purbalingga. Selanjutnya menilai Kampung Tertib Lalu Lintas di Perumahan Griya Abdi Kencana, Kelurahan Purbalingga Wetan, Kecamatan/Kabupaten Purbalingga.


Ketua tim penilai Kompol Bero Suprihatin menyampaikan bahwa kegiatan lomba kampung tertib lalu lintas diselenggarakan Ditlantas Polda Jateng dalam rangka menyambut Hari Lalu Lintas Bhayangkara tahun 2019. Kami bersama tim ditugasi melaksanakan penilaian di masing-masing kabupaten, salah satunya di Purbalingga.

"Adanya kampung tertib lalu lintas diharapkan mampu mengedukasi masyarakat untuk tertib dalam berlalu lintas dan menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Harapannya mampu mendukung menurunnya angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas," ucapnya.


Ditambahkan Bero, dalam penilaian kampung tertib lalu lintas ada sejumlah indikator yang dinilai mulai dari jalan raya, sarana dan prasarana, kelengkapan rambu lalu lintas serta masyarakat yang berkendara apakah sudah tertib atau ditemukan adanya pelanggaran. Dari pengamatam yang dilakukan kita belum menemukan adanya pelanggaran tersebut di kampung tertib lalu lintas ini.

"Selain kampung lalu lintas, ada juga taman lalu lintas, yang merupakan sarana edukasi untuk memberikan pemahaman tentang lalu lintas dengan ukuran yang lebih kecil dari sebenarnya. Taman lalu lintas bisa digunakan untuk memberi pembelajaran terhadap anak-anak maupun siswa tentang fungsi rambu dan tata cara berkendara yang baik," jelasnya.


Sementara itu, Kasat Lantas Polres Purbalingga AKP SS Udiono menyampaikan kampung lalu lintas di Kelurahan PurbaIingga Wetan merupakan representasi dari tertib berlalu lintas warga. Semoga ini bisa menjadi contoh untuk kampung atau desa lain di wilayah Kabupaten Purbalingga untuk menjadi kampung tertib lalu lintas berikutnya.

"Kami berharap dengan adanya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas bisa menurunkan angka kecelakaan. Karena untuk tertib berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab kepolisian saja namun perlu peran serta seluruh pihak," ucapnya (Agus. P)

BNN Cek Urine dan Sosialisasi Kedaruratan Narkoba Finalis Kakang Mbekayu Duta Wisata Purbalingga

Kepala BNN Kabupaten Purbalingga, Sudirman, M.Si ketika memberikan pembekalan materi pada para finalis Kakang Melayu Duta Wisata Purbalingga Tahun 2019, di Andrawina Owabong Cottage, Rabu (18/09).
Purbalingga, Laras Post - Sebanyak 30 Finalis Kakang Mbekayu Duta Wisata Purbalingga Tahun 2019 secara mendadak dicek oleh BNN Purbalingga, pagi tadi, Rabu (18/09), di Andrawina Owabong Cottage.

Ketigapuluh finalis itu diperiksa sampel urinenya dengan rapid test narcotics 6 parameter yang meliputi THC, MORP, COC, AMP, BZO, METH, dengan hasil seluruhnya negatif narkoba.

Kehadiran BNN Purbalingga dalam rangkaian pemilihan Kakang Mbekayu Duta Wisata Purbalingga ini merupakan terobosan, sebab pada event pemilihan kakang mbekayu tahun-tahun lampau belum pernah terlibat.


"BNN harus mampu masuk  dalam momentum, event dan kegiatan besar yang dilaksanakan oleh pihak-pihak terkait agar pesan kampanye stop narkoba dapat merasuk pada sendi-sendi kehidupan sehari-hari masyarakat", ujar Kepala BNN Kabupaten Purbalingga, Sudirman, M.Si yang didampingi Humas, Awan Pratama, S.IP.

Disamping menggelar cek urine secara mendadak, ketigapuluh finalis kakang mbekayu pun mendapat pembekalan materi yang langsung disampaikan oleh Kepala BNN Kabupaten Purbalingga.

Kepala BNN Purbalingga mengajak kakang mbekayu Duta Wisata sebagai generasi milenial untuk turutserta mewujudkan Purbalingga sebagai Kabupaten BERSINAR, Bersih Tanpa Narkoba, melalui kegiatan-kegiatan kekinian dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.


"Jangan sampai potensi wisata yang ada di Purbalingga justru menjadi tempat menyalahgunakan narkoba, terlebih sudah dicanangkan Desa BERSINAR dan Tempat Wisata BERSINAR", tutup Kepala BNN Purbalingga. (Agus. P)

Pengurus PWI Jaya DKI Jakarta Audiensi dengan Walikota dan Jajaran Pemkot Jakarta Selatan

Ketua PWI DKI Jakarta Sayid Iskandarsyah (kanan), saat beraudiensi dengan Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali (kiri), di ruang rapat Kantor Wali Kota Lt 2, Jakarta Selatan, Kamis (19/09).
Jakarta, Laras Post - Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta melakukan audiensi dengan Walikota dan jajaran Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Selatan, yang berlangsung di ruang rapat Kantor Wali Kota Lt 2, Jakarta Selatan, Kamis (19/09).

Dalam audiensi tersebut hadir dari unsur Pengurus Ketua PWI DKI Jakarta Sayid Iskandarsyah, Sekretaris Kesit B Handoyo, Iqbal Irsyad, Irmanto, Tubagus Adhi, Kadirah, Herry Sl, juga didampingi pengurus Kordinatoriat  PWI Jakarta Selatan Edi Kuswanto.

Pertemuan tersebut langsung dipimpin oleh Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali didampingi Asisten Pemerintahan Jakarta Selatan Mahludin, juga staf dijajaran Pemkot Jakarta Selatan. Baik itu dari Kepala Suku Dinas, Camat, dan Lurah.

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta ketika melakukan pertemuan dengan Walikota dan jajaran Pemerintahan Kota Administrasi Jakarta Selatan.
Ketua PWI DKI Jakarta Sayid Iskandarsyah mengungkapkan, kegiatan pertemuan ini, dalam rangka pengenalan kepengurusan baru PWI DKI, selain itu juga untuk meningkatkan silaturahmi dalam rangka sinergitas, antara PWI DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Selatan.

“Tak kenal, maka tak sayang. Untuk kedepannya PWI DKI Jakarta ingin sinergitas tersebut tetap berjalan. Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wali Kota Jakarta Selatan yang telah memberikan “support’ terhadap jajaran Kordinatoriat PWI Jakarta Selatan,” ujar Ketua PWI Jaya, Sayid Iskandasyah.

Dalam kesempatan itu Sayid juga menyinggung terkait dengan Uji Kopetensi Wartawan (UKW), yang merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh para wartawan. “Apalagi sekarang ini wartawan tersebut wajib bersertifikat,” katanya.

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta berfoto bersama dengan Walikota Jakarta Selatan, Marullah Matali, di ruang rapat Kantor Wali Kota Lt 2, Jakarta Selatan, seusai acara.
Sementara itu Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus baru PWI DKI Jakarta. Ia juga berharap Pemkot Jakarta Selatan dan PWI DKI Jakarta dapat membangun nuansa baru yang lebih cerah.

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan beberapa program yang dilakukan jajaran Pemerintah Kota Jakarta Selatan dalam memberikan pelayanan tersebut lebih baik kepada masyarakat. Salah satunya Camat dan Lurah bersepeda mengunjungi warga.

“Apa yang disampaikan Pak Gubernur itu, bersepeda itu bukan hanya berolahraga. Tetapi juga sebagai alat transportasi,” ujarnya.

Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) DKI Jakarta berfoto bersama dengan Ketua Pengurus Koordinator PWI Jakarta Selatan dan Kesbangpol Pemkot Jakarta Selatan (tengah), di ruang Sekretariat Pengurus PWI Jakarta Selatan, seusai acara.
Menurutnya, sekarang bagaimana pelayanan pada masyarakat itu dapat dirasakan oleh masyarakat sebuah kepuasan diri bagi pejabat yang bertugas sekarang ini.

Untuk itu Marullah berharap komunikasi yang harmonis, semarak dan penuh semangat antara Pemkot dan PWI tetap terjaga, begitu pula masukkan-masukkan yang disampaikan oleh PWI kepada Pemkot Jakarta Selatan sangat berharga bagi kami, tambahnya. (Her)

Presiden Jokowi Hormati KPK atas Penetapan Tersangka Menpora

Presiden Joko Widodo ketika memberikan keterangan pers terkait status hukum Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi, di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/09). 
Jakarta, Laras Post - Presiden Joko Widodo menghormati keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan proses hukum yang ada terkait dengan ditetapkannya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sebagai tersangka. Tadi pagi, Presiden juga telah bertemu dengan Menpora.

"Tadi pagi Pak Imam Nahrawi sudah bertemu dengan saya dan saya menghormati apa yang sudah diputuskan oleh KPK," kata Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/09). 

Kepala Negara menuturkan, Menpora sudah menyerahkan surat pengunduran diri dari jabatannya bersamaan saat bertemu dengannya pagi tadi. Terhadap hal tersebut, Presiden menjelaskan akan segera mempertimbangkan langkah selanjutnya.


"Tentu saja akan kita segera pertimbangkan apakah segera diganti dengan yang baru atau memakai plt. (pelaksana tugas)," ucapnya.

Selain itu, Presiden mengingatkan para pejabat negara untuk tunduk para peraturan perundang-undangan dan berhati-hati dalam menggunakan anggaran.

"Semuanya hati-hati menggunakan anggaran, menggunakan APBN. Karena semuanya akan diperiksa kepatuhannya pada perundang-undangan oleh BPK. Kalau ada penyelewengan misalnya, ya itu urusannya bisa dengan aparat penegak hukum," tandasnya. (Her/sg)

Panglima TNI Ziarah ke Makam Panglima Besar Jenderal Soedirman

Panglima TNI Hadi Tjahjanto bersama Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto saat ziarah ke Makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan Nasional Kusumanegara, Yogyakarta, Kamis (19/9/2019)
Yogyakarta, Laras Post -  Dalam rangka menyambut HUT TNI ke-74 tahun 2019, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, dan Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto melaksanakan ziarah ke Makam Panglima Besar Jenderal Soedirman di Taman Makam Pahlawan Nasional (TMPN) Kusumanegara, Semaki, Yogjakarta, Kamis (19/9/2019).

Turut serta mendampingi Panglima TNI diantaranya Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, Irjen TNI Letjen TNI M. Herindra, Pangkostrad Letjen TNI Besar Harto Karyawan, Dansesko TNI Marsdya TNI Trisno Hendradi, Danjen Akademi TNI Laksdya TNI Aan Kurnia, para Asisten Panglima TNI, Kapuspen TNI Mayjen TNI Sisriadi serta Pejabat TNI lainnya.

Panglima Besar Jenderal Soedirman lahir di Purbalingga pada tanggal 24 Januari 1916  dan meninggal 29 Januari 1950 pada usia 34 tahun. Jenderal Soedirman memimpin Perang Gerilya melawan Belanda sejak Desember 1948 hingga Juli 1949. Bahkan pada masa Agresi Militer II Belanda 19 Desember 1948, Panglima Besar Jenderal Soedirman tetap berperang walaupun kondisinya sedang sakit.

Semangat perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman sudah sepatutnya menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengisi kemerdekaan dengan perjuangan untuk membangun Indonesia.

Kegiatan ziarah diawali dengan penghormatan kepada arwah almarhum Panglima Besar Jenderal Soedirman yang dipimpin langsung oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan diikuti oleh seluruh peserta ziarah.

Selanjutnya, Panglima TNI memanjatkan doa dan tabur bunga yang diikuti oleh Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, serta segenap Pejabat TNI. (sg/pen)

KPPI Mulai Penyelidikan Safeguards atas Lonjakan Volume Impor Benang

Serah terima jabatan Ketua  KPPI dari  Ernawati kepada Mardjoko di ruang Sekretariat Jenderal Kementerian Perdagangan RI, belum lama ini. (foto: Ilustrasi)
Jakarta, Laras Post – Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia (KPPI) menetapkan dimulainya penyelidikan tindakan pengamanan perdagangan (safeguards) atas lonjakan volume impor benang (selain benang jahit) dari serat stapel sintetik dan artifisial dengan nomor Harmonized System (HS) delapan digit, yaitu 5509.22.00, 5509.32.00, 5509.51.00, 5509.53.00, 5510.12.00, dan 5510.90.00. Penyelidikan tersebut terhitung mulai 18 September 2019. 

Penyelidikan dilakukan berdasarkan permohonan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) atas nama industri dalam negeri penghasil benang (selain benang jahit) dari serat stapel sintetik dan artifisial pada 12 September 2019 lalu.

“Berdasarkan bukti awal pemohon, KPPI menemukan adanya lonjakan volume impor impor benang (selain benang jahit) dari serat stapel sintetik dan artifisial. Selain itu, terdapat indikasi awal mengenai kerugian serius atau ancaman kerugian serius yang dialami industri dalam negeri,” ujar Ketua KPPI Mardjoko, seperti dalam siaran pers yang Laras Post terima, pada Kamis (19/9/2019) di Jakarta.

Kerugian serius atau ancaman kerugian serius tersebut terlihat dari beberapa indikator kinerja industri dalam negeri tahun 2016—2018 dan semester 1 tahun 2019. Indikator tersebut antara lain antara lain kerugian finansial secara terus menerus yang diakibatkan dari menurunnya volume penjualan domestik, meningkatnya persediaan akhir atau jumlah yang tidak terjual, menurunnya jumlah tenaga kerja, serta menurunnya pangsa pasar industri dalam negeri di pasar domestik.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik dalam tiga tahun terakhir (2016—2018) dan semester I tahun 2019, volume impor   yang dimintakan perlindungan terus mengalami peningkatan dengan tren sebesar 44,38 persen. Volume impor selama tiga tahun terakhir masing-masing sebesar 10.036 ton, 15.846 ton, dan 20.922 ton.

Negara asal impor benang (selain benang jahit) dari serat stapel sintetik dan artifisial antara lain China, Thailand, Turki, Vietnam, dan India. Impor terbesar berasal dari China, dengan pangsa impor pada 2018 sebesar 67,42 persen, kemudian pada 2017 sebesar 72,50 persen, dan pada 2016 sebesar 66,17 persen dari total impor Indonesia.

KPPI mengundang pihak yang berkepentingan untuk memberikan tanggapan paling lambat lima belas hari sejak tanggal pengumuman dimulainya penyelidikan. 

Untuk permintaan informasi terkait penyelidikan, dapat disampaikan secara tertulis ke alamat sebagai berikut: Komite Pengamanan Perdagangan Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Jl. M.I. Ridwan Rais No.5, Gedung I, Lantai 5, Jakarta 10110 Telp/Fax: (021) 3857758, E-mail: kppi@kemendag.go.id (her, sg, wan)

Warga Tarokan Gelar Grebeg Suro 1441 H dan Sedekah Bumi

Kades Tarokan saat diwawancara awak media mengenakan pakaian adat Jawa.
Kediri, Laras Post - Warga Desa Tarokan menggelar tradisi budaya lokal tanah jawa, Grebeg Suro 1441 H dan Sedekah Bumi, Sabtu (14/9/19) lalu.

Tradisi itu merupakan salah satu kearifan lokal sebagai bentuk melestarikan budaya bangsa, sebagai bangsa yang memiliki nilai kekayaan budaya dan peradaban yang besar. 

Kepala Desa Tarokan, Supadi menyampaikan, sedekah bumi itu merupakan suatu ungkapan terima kasih kepada Sang Pencipta yang telah memberikan hasil bumi yang melimpah untuk kehidupan umat.

Grebeg Suro dan Sedekah Bumi merupakan upacara tahunan yang dihelat masyarakat Desa Tarokan, Kecamatan Tarokan Kabupaten Kediri sejak kepemimpinan Kades Supadi.

Rangkaian kegiatan grebeg Suro, diantaranya Karnaval Sedekah Bumi yang diikuti masyarakat Desa Tarokan dan sekitarnya berlangsung meriah.

Karnaval itu diawali konvoi kendaraan yang dihias berbentuk gunungan yang berisi hasil bumi Desa Tarokan yang melimpah ruah, berupa tanaman palawija dan rempah rempah serta buah buahan segar. 

Pada karnaval itu diikuti kurang lebih 20 kendaraan yang terdiri dari 10 Pedukuhan wilayah Tarokan.

"Semua hasil bumi tersebut berasal dari masyarakat petani Desa Tarokan yang guyub serta penuh kekompakan," ucap Kades Tarokan.

Masyarakat pun tumpah ruah untuk menyaksikan kegiatan pawai yang berlangsung semarak tersebut.

Supadi juga menyampaikan, bahwa kegiatan ini mencerminkan kebersamaan masyarakat Desa Tarokan yang cinta damai dan guyub.

Kades Supadi menyebutkan, agenda tahunan ini pula dalam menyongsong Desa Tarokan pada tahun 2020 akan dikembangkan sebagai destinasi Desa Wisata.

"Semoga Ke depan Pemerintah Desa Tarokan akan lebih makmur dan menjadi desa unggulan," tandas Kades Supadi dengan nada optimis. (Rud)

Pangdam Jaya/Jayakarta Pimpin Sidang Parade 152 Calon Bintara TNI AD

Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Eko Margiyono (kiri), saat memimpin Sidang Parade 152 Calon Bintara (CABA) PK TNI AD Reguler Pria TA. 2019, di Aula Balai Sudirman Makodam Jaya, Jalan Mayjen Sutoyo No 5 Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (19/9).
Jakarta, Laras Post - Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Eko Margiyono memimpin Sidang Parade 152 Calon Bintara (CABA) PK TNI AD Reguler Pria TA. 2019, di Aula Balai Sudirman Makodam Jaya, Jalan Mayjen Sutoyo No 5 Cililitan, Jakarta Timur, Kamis (19/9).

Dalam sambutannya, Pangdam Jaya/Jayakarta menyampaikan bahwa Sidang  Parade  ini  merupakan seleksi awal  oleh  panitia daerah untuk  memilih  calon yang  memenuhi syarat dalam rangka mengikuti seleksi di tingkat pusat.

Untuk itu, sambung Pangdam, kegiatan Sidang Parade merupakan upaya untuk menyaring secara ketat dalam rangka mendapat calon-calon prajurit yang lebih berkualitas.


Mayjen TNI Eko Margiyono  menambahkan, sejak dibuka pendaftaran, tercatat sebanyak 2.560 orang dan dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi sebanyak 997 orang. Adapun jumlah peserta sidang saat ini menyisakan 150 orang dan untuk alokasi yang tersedia hingga ke tingkat Pusat hanya 60 orang.

“Selanjutnya, seleksi tingkat pusat direncanakan pada tanggal 23 September 2019 hingga 4 Oktober 2019 di Rindam Jaya/Jayakarta,” tegas Pangdam Jaya.

Jenderal bintang dua itu kembali menuturkan, dalam rangkaian pelaksanaan Sidang Parade tersebut, tim pemeriksa harus senantiasa bertindak jujur, objektif, dan transparan, sesuai dengan norma dan ketentuan persyaratan yang berlaku. Serta tidak mengubah dan  memanipulasi data dari hasil pemeriksaan awal.


Turut hadir dalam acara  tersebut, Irdam Jaya, para Asisten Kasdam Jaya, Kepala Ajudan Jenderal Kodam Jaya, Kepala Jasmani Kodam Jaya, dan Kepala Kesehatan Kodam Jaya. (Her)

Kapolres Kediri Laksanakan Sidak ke Polsek Gampengrejo

Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton saat melaksanakan sidak di Polsek Gampengrejo, Rabu (18/9/19).
Kediri, Laras Post - Kapolres Kediri AKBP Roni Faisal Saiful Faton didampingi PJU Wakapolres Kediri melaksanakan kunjungan mendadak ke Polsek Gampengrejo, Rabu (18/9/19).

Hal itu sontak mengagetkan seluruh jajaran dan anggota Polsek Gampengrejo, karena sebelumnya tak ada pemberitahuan maupun petunjuk terkait sidak tersebut.

Sidak tersebut berkaitan kesiap siagaan Polsek Gampengrejo dalam hal pengamanan Mako serta zona integritas pelayanan terhadap masyarakat menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK). 

Kapolsek Gampengrejo dan anggotanya ketika itu sedang mempersiapkan apel pagi langsung bubar menyambut kedatangan Kapolres Kediri, saat itu pula Kapolres Kediri memerintahkan Wakapolres untuk mengambil apel pagi.

Pada apel itu dilakukan pengecekan kesiapan anggota termasuk kelengkapan perorangan anggota seperti senjata, borgol, tongkat dan kelengkapan lainnya. 

Tak hanya itu Kapolres Kediri langsung mengecek kebersihan ruangan, baik ruang Pelayanan SKCK maupun Ruang SPKT serta Ruang Tahanan.

Kapolres Kediri memberikan arahan kepada para Anggota Polsek Gampengrejo, agar seluruh anggota bisa melayani masyarakat dengan baik dan ikhlas. "Tidak menerima, mengharap dan apa lagi meminta imbalan kepada masyarakat, seluruh pelayanan masyarakat gratis," tegas Kapolres Kediri.

Terpisah, Kapolsek Gampengrejo menyampaikan Karena kesiapan dan kesiagaan jajaran dan Anggota Polsek Gampengrejo, kunjungan Sidak berjalan dengan lancar. "Saya selaku Kapolsek Gampengrejo beserta anggota siap melaksanakan petunjuk dan perintah dari Bapak Kapolres Kediri," tandasnya kepada Laras Post usai pelaksaan sidak tersebut. (Rud)

Pemerintah akan Tindak Lanjuti Laporan dan Rekomendasi BPK

Presiden Joko Widodo ketika menerima kunjungan pimpinan dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (19/09).
Jakarta, Laras Post - Presiden Joko Widodo menerima pimpinan dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Kamis (19/09), di Istana Merdeka, Jakarta. BPK yang diketuai oleh Moermahadi Soerja Djanegara dalam kunjungannya itu menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2019 kepada Presiden.

Melalui hasil pemeriksaan terhadap laporan keuangan pemerintah pusat, secara umum kualitas laporan keuangan pemerintah pusat dan daerah dapat dikatakan semakin membaik. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua BPK, Moermahadi Soerja Djanegara, dalam keterangannya di Istana Merdeka,  Kamis (19/09).

Ketua BPK, Moermahadi Soerja Djanegara ketika menyerahkan Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I Tahun 2019 kepada Presiden Joko Widodo. 
"_Progress_-nya sangat baik. Baik LKPD (laporan keuangan pemerintah daerah) maupun LKPP (laporan keuangan pemerintah pusat) persentasenya juga meningkat, tinggal sedikit yang belum WTP," ujarnya.

Ketua BPK mengatakan, dua kementerian yang mendapat opini wajar dengan pengecualian (WDP) ialah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Pemuda dan Olahraga. Adapun dua lembaga yang juga memperoleh WDP ialah Komisi Pemilihan Umum dan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Presiden Joko Widodo berfoto bersama pimpinan dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Yang WDP itu PU, Kemenpora, KPU, dan KPK. Sedangkan _disclaimer_ itu ada Bakamla. Kalau pemerintah daerah, provinsi itu tinggal dua," tuturnya.

Presiden Joko Widodo yang menyampaikan keterangan di saat yang sama mengatakan bersyukur atas opini wajar tanpa pengecualian (WTP) yang diberikan BPK kepada lebih banyak kementerian dan lembaga. Ia berharap agar tingkat kepatuhan pada peraturan perundang-undangan dan efisiensi penggunaan anggaran juga dapat semakin meningkat di masa mendatang.

"Kita juga senang bahwa pemerintah pusat sekarang WTP-nya juga sangat meningkat. Tadi provinsi 32 provinsi sudah WTP. Pemerintah daerah juga sama," ucapnya.


Menindaklanjuti laporan dan rekomendasi BPK tersebut, Presiden menyampaikan komitmen untuk menjalankan pemerintahan dengan transparan dan kredibel. Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo akan menginstruksikan jajaran terkait untuk menyelesaikan rekomendasi dan laporan sebagaimana yang disampaikan oleh BPK.

"Yang paling penting rekomendasi-rekomendasi yang disampaikan akan kita tindak lanjuti," kata Presiden. (her, sg)

UNS Berikan Gelar Doktor Kehormatan Kepada Panglima TNI

Rektor UNS Jamal Wiwoho saat menggelar jumpa pers di gedung Rektorat UNS Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (19/9/2019)
Surakarta, Laras Post - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta memberikan Gelar Doktor Kehormatan atau Honoris Causa dalam bidang Manajemen Sumber Daya Manusia kepada Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Demikian disampaikan Rektor UNS Surakarta Jamal Wiwoho, didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Sajidan, Ketua Senat UNS Adi Sulistyono, Sekretaris Senat UNS Hasan Fauzy, dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Djoko Suhardjanto, saat menggelar jumpa pers di gedung Rektorat UNS Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (19/9/2019).

“Pemberian Gelar Doktor Kehormatan Honoris Causa kepada Marsekal TNI Hadi Tjahjanto akan dilaksanakan, Jumat (20/9/2019) di Auditorium GPH Haryo Mataram Universitas Sebelas Maret,” tambahnya.

Selanjutnya Rektor UNS mengatakan, dalam penganugrahan gelar Doktor Kehormatan, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto akan menyampaikan pidato ilmiah dengan judul “Membangun Sumber Daya Manusia Unggul dalam Menghadapi Era Perubahan Mewujudkan Indonesia Maju”.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Senat UNS, Hasan Fauzi mengatakan, dalam memberikan Gelar Doktor Kehormatan kepada Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, UNS sudah melakukan berbagai pertimbangan. 

“Pada prinsipnya setiap pemberian gelar kehormatan terdapat dasar hukumnya. Jadi tidak asal-asalan memberikan Gelar Doktor Kehormatan, kita sesuaikan dengan Permenristekdikti Nomor 65 tahun 2016 dan juga statuta UNS. Jadi ada dasar hukum yang jelas,” terangnya.

Diungkapkan Hasan Fauzi, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memiliki banyak kelebihan dibidang tertentu yang dipandang melebihi pada umumnya. Menurutnya, tidak hanya itu, Panglima TNI juga memiliki konsep yang bagus dibidang Sumber Daya Manusia, terutama pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan, diwujudkan dalam tulisan-tulisan Panglima TNI yang sangat spektakuler serta komitmen beliau dalam bidang pendidikan yaitu dengan mendirikan Sekolah Menengah Atas (SMA) Pradita Dirgantara.

“Itu semua benar, sudah dibuktikan dengan diskusi bersama beliau, Senat UNS, Rektor UNS dan Wakil Rektor IV UNS selama dua kali. Hasil dari diskusi ini kemudian disampaikan kepada anggota Senat UNS untuk meyakinkan bahwa Panglima TNI ini layak untuk memperoleh Gelar Doktor Kehormatan dari UNS,” jelasnya. (sg/pen)

Dandim 0812/Lamongan Pantau Kemampuan Menembak Prajurit

Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Sidik Wiyono saat memantau kemampuan menembak prajuritnya di lapangan tembak Kec. Mantup, Kab. Lamongan, Kamis (19/9/2019)
Lamongan, Laras Post - Dandim 0812/Lamongan, Letkol Inf Sidik Wiyono memastikan jika kemampuan menembak prajuritnya, tetap terpelihara dengan baik.

Itu dibuktikan ketika mantan Danyonif Raider 500/Sikatan tersebut, memantau pelaksanaan latihan menembak prajurit Kodim yang nantinya berlangsung selama dua hari.

“Ada dua jenis senjata yang kita suguhkan. Pertama, senjata laras panjang dengan jenis SS 1 V3 dan senjata pistol jenis FN P1,” ujar Letkol Sidik ketika ditemui di lapangan tembak Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Kamis (19/9/2019).

Latihan menembak, kata dia, merupakan salah satu program wajib di kalangan militer guna mengukur skil menembak seorang prajurit. “Latihan ini kita gelar tiga bulan sekali,” bebernya.

Perintah itu, imbuh Dandim, merupakan suatu program wajib dari Komando Atas yang harus diterapkan bagi seluruh prajurit, khususnya Kodim 0812/Lamongan.

“Sehingga, naluri tempur seorang prajurit selalu terasah dengan baik,” tandasnya. (tik/pendim)