sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Nasional

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Hukum

Peristiwa

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Agraria

LARAS JABAR

Info Pasar

Pernak Pernik

Selebrity

Seni Budaya dan Hiburan

» » Notaris dan Seorang Warga Terlibat Baku Lapor

para advokat dari Law Office Arkan Cikwan & partners
Bekasi, Laras Post – Notaris Joko Suryanto, SH dan seorang warga Lemono HJ, terlibat baku lapor, terkait perkara tanah di Kp Selang Bojong Desa Muktiwari (dahulu Desa Wanasari) Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Joko Suryanto, SH melaporkan Lemono HJ ke Polres Kota Bekasi dengan tuduhan telah melakukan delik pidana Penipuan. Sementara Lemono HJ berencana melaporkan Joko Suryanto, SH, karena alat bukti yang diajukan Joko Suryanto SH, menurut Lemono HJ mengandung sejumlah kejanggalan, diantaranya materai yang dibubuhkan pada kwitansi tertanggal 14 April 2000, senilai Rp6 ribu. Padahal materai senilai itu baru diberlakukan sejak tanggal 1 Mei 2000.

Advokat Arkan Cikwan selaku kuasa hukum Lemono HJ ke
pada Laras Post mengungkapkan, demi memperjuangkan hak kepemilikan atas Sertipikat Hak Milik (SHM) No 1268, NIB.
10.05.07.04.02520, kliennya menggugat Joko Suryanto, SH yang berprofesi sebagai Notaris dan tercatat sebagai penduduk Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi, sebagai tergugat 1.

Kliennya juga menggugat Dahlia Rasyid Sudarman, SH selaku Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) di Kabupaten Bekasi, beralamat Perumahan Graha Taman Kebayoran, Desa Setia Mekar, Kecamatan Tambun Selatan Kabupaten Bekasi, sebagai tergugat II, dan Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi beralamat Jl. Daha Lippo Cikarang Kabupaten Bekasi, sebagai tergugat III.
Selain itu, kata Arkan Cikwan, SH, kliennya mengadukan Dahlia Rasyid Sudarman, SH ke Majelis Pengawas Daerah Ikatan Notaris Indonesia Kabupaten Bekasi, dan mengadukan Joko Suryanto ke Majelis Pengawas Daerah Ikatan Notaris Indonesia Kota Bekasi.

Bahkan, menurut Arkan Cikwan, SH, kliennya membuat pengaduan ke Polres Kota Bekasi Kabupaten, pada Kamis (21/4/2016), karena ada kejanggalan pada 2 alat bukti berupa photo copy kwitansi tertanggal 14 April 2000 dan photo copy minuta akta Pengikatan Jual Beli (PJB) No 4 tertanggal 4 Juli 2008.

“Namun saat konsultasi dengan unit Harda Bangtah Polres Kota Bekasi Kabupaten, kami diminta asli atau legalisir dari barang bukti yang klien kami lihat tersebut, sehingga kami belum jadi membuat laporan polisi,” ujar Arkan.

Arkan menjelaskan, kliennya adalah pemilik sebidang tanah sawah yang terletak di Kp Selang Bojong Desa Muktiwari (dahulu Desa Wanasari) Kecamatan Cibitung Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, seluas 50.380m2 dengan Sertipikat Hak Milik (SHM) No 1268, NIB. 10.05.07.04.02520, Surat Ukur No 55/2008 tertanggal 4 Juni 2008.

Lebih lanjut ia menyatakan, bahwa pada tahun 2008 kliennya bermaksud mengajukan penggantian sertipikat karena sertipikat milik kliennya masih berlogo bola dunia. Untuk keperluan itu, kliennya meminta orang kepercayaannya bernama Pulan Haryadi Bambang (kini almarhum) untuk mencarikan uang pinjaman.

Selang beberapa waktu kemudian, lanjut Arkan, Pulan Haryadi Bambang datang menemui kliennya dan menyodorkan kertas kosong dan kwitansi kosong yang masing-masing sudah dibubuhi materai untuk ditandatangani. “Tanpa menaruh curiga, klien kami, waktu itu membubuhkan tanda tangan diatas kertas kosong dan kwitansi kosong yang telah ditempel materai tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya, ujar Arkan, kliennya mengajukan pergantian sertipikat SHM Nomor 1628 ke Kantor BPN Kabupaten Bekasi, pada tanggal 28 Mei 2008, sebagaimana tanda terima dokumen No berkas permohonan 30123/2008 yang ditanda tangani petugas loket Dandun Wibowo. “Untuk pengambilan sertipikat pengganti yang diajukan ke Kantor BPN Kabupaten Bekasi, klien kami mempercayakan kepada Pulan Haryadi Bambang,” ujarnya.

Namun menurut Arkan, setelah pergantian sertipikat terjadi, Pulan Haryadi Bambang justru menyimpan sertipikat. “Pulan Haryadi Bambang mengambil sertipikat dan tidak menyerahkan kepada klien kami, hingga ia meninggal dunia pada tahun 2009,” ungkapnya.

Beberapa tahun kemudian, diperoleh informasi bahwa, tanah bersertipikat No 1628 telah dijual kepada Joko Suryanto, SH Notaris/PPAT yang berkantor di Jl Ir H Juanda Kota Bekasi. “Klien kami mencoba untuk menanyakan kebenaran informasi tersebut kepada Joko Suryanto, SH. Ternyata Joko Suryanto SH mengakui tanah tersebut telah menjadi miliknya,” terang Arkan.

Merasa tidak pernah menjual, kata Arkan, kliennya kemudian mengajukan pemblokiran sertipikat No 1628 ke Kantor BPN Kabupaten Bekasi. “Belakangan, seseorang bernama Budi mengaku orang suruhan Joko Suryanto SH menemui klien kami dan memperlihatkan dan menyerahkan photo copy PJB No 04 yang dibuat oleh Notaris Dahlia Rasyid Sudarman, SH,” tuturnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, merasa dirugikan kemudian kliennya mengajukan gugatan terhadap Joko Suryanto, SH tergugat I dan Dahlia Rasyid Sudarman, SH tergugat II, melalui Pengadilan Negeri Bekasi.

Anehnya, kata Arkan, justru Joko Suryanto, SH melaporkan kliennya ke Polres Kota Bekasi dengan tuduhan telah melakukan delik pidana Penipuan. 
“Namun dalam pemeriksaan tambahan klien kami menemukan beberapa kejanggalan atas alat bukti yang diperlihatkan penyidik, diantaranya yaitu photo copy kwitansi tertanggal 14 April 2000, bermaterai senilai Rp6.ribu. Padahal materai senilai itu baru diberlakukan sejak tanggal 1 Mei 2000,” ujarnya. 

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan belum diperoleh konfirmasi dari Joko Suryanto, SH. (Djoko R/ram)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda