sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » Personel Intelijen Harus Mampu Memilah Informasi




Jakarta, Laras Post - Asisten Pengamanan (Aspam) Kasau Marsekal Pertama (Marsma) TNIKisenda Wiranata menegaskan, kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah banyak memberikan kemudahan dalam mendapatkan informasi.   Namun demikian nilai kebenaran dan keakuratan informasi, baik yang menyangkut sumber maupun aspek datanya harus  menjadi perhatian penting komunitas intelijen TNI AU.

“Menyikapi banjir informasi, personel intelijen harus mampu memilah dan memilih informasisecara akurat, jangan mudah percaya terhadap informasi yang berkembang  di media sosialapalagi yang terindikasi hoax, harus selalu dilakukan chek and re-check.

Penegasan Aspam Kasau tersebut disampaikannya saat membuka Rapat Koordinasi Teknis Pengamanan TNI AU (Rakornispamau) tahun 2017 di Mabesau, Cilangkap Jakarta, Selasa (7/2).    

Ditambahkan, kemampuan personel intelejen TNI AU masa kini dan masa depan harus berperan sebagai alat deteksi dini dalam menghadapi setiap ancaman terhadap negara dan bangsa. Oleh karena itu perlu ditingkatkan kemampuan deteksi dini terhadap perkembanganlingkungan strategis yang ada.

“Kemampuan personel intelijen dalam mengumpulkan data  intelijen untuk diolah menjadi produk intelijen dan kemampuan berkoordinasi serta bekerjasama dengan instansi terkait baik di dalam maupun di luar negeri, perlu terus ditingkatkan” jelas Aspam Kasau.  

Guna mewujudkan sasaran dan prioritas kegiatan intelijen TNI AU, maka diperlukan sinergitas terhadap semua unsur terkait serta diperlukan penambahan kekuatan dan peningkatan kemampuan matra khusus  intelejen TNI AU.

Hadir pada acara tersebut para Kadis Supervisi Spamau, yaitu jajaran Dinas Pengamanandan Sandi TNI AU (Dispamsanau), jajaran Dinas Penerangan  TNI AU (Dispenau) dan jajaranDinas Survei dan Pemotretan Udara TNI AU  (Dissurpotrudau).

Pada kesempatan tersebut juga menghadirkan pembicara Hikmahanto Juana Guru BesarHukum Internasional Universitas Indonesia, dengan judul Dinamika di Laut Cina Selatan.(her,sg/pen)


«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda