sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Agraria

Karikatur

Polkam

Megapolitan

Bisnis

Hukrim

Laras Jatim

Olah Raga

Regional

Seni Budaya dan Hiburan

Laras Jatim

Kesehatan

» » Raja Salman Apresiasi Kerukunan Antar Umat

Raja Salman photo bersama Presiden Jokowi dan para tokoh lintas agama di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan.
Jakarta, Laras Post – Raja Arab Saudi, Salman bin Abdul Aziz al-Saud menilai Indonesia berhasil dalam menjaga kerukunan antar umat beragama dan stabilitas, di tengah fenemena radikalisme dan ekstremisme yang akhir-akhir ini menggejala di seluruh dunia, 

Raja Salman mengatakan, stabilitas Indonesia merupakan hasil dari semangat toleransi dan hidup berdampingan di antara seluruh lapisan penduduk Indonesia. “Kita hendaknya dapat bekerja sama untuk terus menjalin komunikasi dengan dialog di antara umat beragama agar dapat memperkuat nilai-nilai toleransi,” kata Raja didampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berdialog dengan tokoh lintas agama, pada  Jumat (3/3/2017), di Hotel Raffles, Kuningan, Jakarta Selatan.

Raja Arab Saudi itu, juga mendorong seluruh pihak untuk aktif menjaga perdamaian, dan menanggulangi segala bentuk radikalisme dan ekstremisme yang saat ini makin menggejala.

“Semua agama berusaha untuk menjaga hak-hak manusia dan kebahagiaan mereka. Karenanya penting untuk memerangi radikalisme dan ekstremisme yang ada,” jelas Raja Salman.

Sebelumnya, saat dialog tersebut, Presiden Jokowi sempat memperkenalkan secara singkat para tokoh lintas agama yang hadir dalam pertemuan tersebut. 

Presiden Jokowi menyatakan, sebanyak 29 tokoh berbagai agama yang hadir dalam pertemuan, merupakan representasi dari kemajemukan yang ada di Indonesia. “Yang Mulia Sri Baginda Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud, hadir dalam pertemuan kali ini wakil dari agama Islam, Katolik, Protestan, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kehadiran beliau-beliau semuanya merupakan representasi perwakilan dari kemajemukan yang ada di Indonesia,” tutur Presiden.

Presiden menyatakan, para tokoh lintas agama tersebut, menjadi salah satu pilar dari terciptanya harmoni yang ada di Indonesia. Harmoni yang menjadi fondasi bagi persatuan dan kesatuan di Indonesia selama ini.

Para pemimpin agama ini, lanjut Presiden Jokowi, merupakan teladan bagi umatnya dalam mengembangkan semangat toleransi dan sikap saling menghormati, yang sangat penting dalam hubungan antarumat beragama di Indonesia. “Hal ini merupakan aset bangsa Indonesia, aset negara Indonesia, yang sangat berharga dalam berkontribusi bagi perdamaian, utamanya perdamaian dunia,” ujarnya.

Adapun para tokoh agama yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah, Islam: 1. Din Syamsuddin; 2. Prof. Dr. Azyumardi Azra; 3. Prof. Dr. Kammarudin Amin; 4. Prof. Dr. Alwi Shihab; 5. Zannuba Arriffah C. Rahman (Yenny Wahid); 6. Abdul Mufti;7. Masyakuri Abdillah; 8. Komaruddin Hidayat; dan 9. Yudie Latief.

Kristen Protestan: 1. Hanriette T. Hutabarat; 2. Pdt. Rony Mandang; 3. Pdt. Dr. Jacob Nahuway; dan 4. Gomar Gultom

Kristen Katolik: 1. Mgr. Ignatius Suharyo Harjoatmojo; 2. Mgr. Antonius Subianto Osc; 3. Mgr. Paskalis Bruno Syukur Ofm; dan 4. Franz Magnis Suseno.

Budha: 1. S. Hartati Tjakra Murdaya; 2. Bhikku Sri Pannyavaro; 3. Suhadi Sanjaya; dan 4. Arif Harsono.

Hindu: 1. Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya; 2. Ir. Ketut Parwata; 3. Letjen TNI Purn Putu Soekreta Soeranta; dan 4. Made Gede ERata.
Konghucu: 1. Uung Sendana; 2. Ws. Budi Santoso Tanuwibowo; dan 3. XS Djangrana.

Hadapi Tantangan Bersama
Sebelumnya, dalam pidatonya dengan menggunakan berbahasa Arab, di hadapan anggota DPR RI dan sejumlah tamu undangan, pada Kamis (2/3/2017), Raja Salman mengatakan, fenomena terorisme, benturan peradaban (the clash of civilization), dan tidak adanya penghormatan terhadap kedaulatan negara serta intervensi dalam urusan dalam negeri, merupakan tantangan yang harus diatasi.  

“Sesungguhnya tantangan yang dihadapi, khususnya bagi umat Islam dan dunia secara umum, seperti fenomena terorisme, benturan peradaban  dan tidak adanya penghormatan terhadap kedaulatan negara serta intervensi dalam urusan dalam negerinya telah mengharuskan kita untuk menyatukan barisan dalam menghadapi tantangan ini serta melakukan koordinasi dalam berbagai upaya dan sikap dalam memberikan manfaat bagi kita bersama serta keamanan dan perdamaian dunia.

Pada kesempatan itu, Raja Salman juga menyampaikan,  penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah dan rakyat Indonesia yang bersahabat. “Atas keramahan dan sambutan hangat, seraya menyampaikan perasaan bahagia atas keberadaan saya bersama para hadirin sekalian,” ujarnya.

Lebih lanjut Raja Salman menyampaikan apresiasi atas peran dewan dalam meningkatkan hubungan antara kedua negara, yakni Arab Saudi dan Indonesia yang bersahabat di seluruh bidang. 

“Saya juga memberikan apresiasi atas penandatanganan sejumlah kesepakatan dan nota kesepahaman antara kedua negara dalam kunjungan kali ini,” tuturnya.

Raja Salman menyebutkan, kunjungannya ke Indonesia, diawali dengan kunjungan serupa, yang telah dilakukan Presiden Jokowi, ke Kerajaan Arab Saudi dan saling tukar-menukar kunjungan antar-para pejabat tinggi kedua negara.

“Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kerja sama di seluruh bidang yang diharapkan dapat memberi manfaat bagi kedua bangsa kita yang bersahabat,” lanjutnya.

Hadir saat kunjungan Raja Salman ke DPR, yakni Presiden Jokowi, sejumlah menteri, anggota DPR dan sejumlah tamu undangan lainnya.  (her, sg, ram)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda