sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » » Gubernur Diminta Evaluasi Kinerja Kasudin SDA Jakbar

Perbaikan Turap Waduk Bojong Belum 3 Bulan Sudah Rusak 
Waduk  Bojong Indah Kelurahan Rawa Buaya Cengkareng
Jakarta, Larast Post -  Peroyek Turap Waduk penampungan air di Bojong Indah Kelurahan Rawa Buaya Cengkareng yang dikerjakan Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Barat, yang menelan Anggaran 350 Juta dari Anggaran  Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2016, sepanjang 123 meter yang dikerjakan oleh Pekerja Harian Lepas (PKL) sebagian telah hancur.

Roni warga Bojong Indah mengatakan, sungguh ironis proyek yang menghabiskan uang rakyat hingga ratusan juta hanya bertahan kurang dari 3 bulan saja, ini merupakan suatu kegagalan seorang pemimpin dalam menjalankan tupoksinya sebagai seorang Kasudin Di Jakbar. Ungkapnya

Roni menilai, seharusnya Gubernur DKI Jakarta mengevaluasi kinerja Kasudin SDA Jakbar yang dinilai gagal dalam menjalankan tupoksinya dalam menjaga amanah rakyat dalam mengelola keuangan daerah.  “Jangan hanya bisa buat program saja, tapi harus sesuai juga dong dengan pelaksanaannya di lapangan,” tegasnya dengan nada Kesal. 

David Marpaung Kordinator Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mitra Polisi (MISI) ketika melakukan investigasi menjelaskan, penyerapan anggaran ini diduga bagian dari cara menggrogoti uang rakyat karena dinilai tak benar, pekerjaan yang dilakukan oleh Pekerja Harian Lepas (PKL) tersebut rawan longsor. 

Imron S. Sos selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) ketika dikonfirmasi Cakarawala mengatakan, untuk masalah perbaikan Turap Waduk Bojong Indah lebih baik ke Kasie Pemeliharaan untuk lebih jelasnya. Sementara Santo Kasie Pemeliharaan menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan pencegaahan apabila terjadinya longsor. “Untuk itu kami perbaiki turap tersebut, dengan menggunakan Anggaran Swakelola sebesar Rp. 350.000.000 Juta dan Panjang 123 meter yang mengguanakan material batu kali,” ujarnya

Ketika wartawan menanyakan berapa luas waduk tersebut, Santo mengatakan, untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan kasie pembangunan.

Namun Kasie pembangunan Nelson pun tidak mengetahui berapa luas waduk tersebut.
Ketua umum LSM MISI, Ir. J Tampubolon mengatakan, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) mempunyai tugas memverifikasi dan memeriksa kebenaran hasil yang telah dikerjakan dan pemeriksaannya pun wajib dituangkan ke dalam Berita Acara Pemeriksaan, dan dilaporkan secara berjenjang kepada Kepala Dinas Sumber Daya Air melalui PPK. “Bila mana kegiatan dilapangan tidak sesuai seharusnya Pejabat Pelaksana Teknis wajib melaporkannya kepada PPK dan dilanjutkan kepada Kepala Dinas sebagai pertanggung jawaban kinerjanya, hingga tidak terjadi kerugian negara,” ungkapnya.

Bila hal tersebut tidak dilaksanakan, lanjut Tampubolon, patut diduga ini adalah konspirasi antara PPTK dan PPK dalam melakukan keterangan palsu sehingga menyebabkan kerugikan negara atas laporannya. “Untuk itu Kajari Jakbar diminta untuk menyelidiki dugaan hal tersebut,” tegasnya. (david mrp)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda