sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

Jadwal PD 2018

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Korem 082/CPYJ Dan Bapras Nobar Dialog Interaktif Panglima TNI


Mojokerto, Larast Post - Korem 082/CPYJ dan Bapras wilayah Mojokerto Nobar Tayangan Dialog Interaktif salah satu stasiun televisi swasta nasional, guna menyimak dan mencermati lebih dalam eksistensi Panglima TNI. Nobar tersebut dilangsungkan di Aula Makorem 082/CPYJ, Kamis (04/05/2017) malam.

Nobar tersebut dihadiri oleh Danrem 082/CPYJ Kolonel Kav Gathut Setyo Utomo, S.I.P., Kasrem, Para Dan/Kabalak Mojokerto, Para Kasirem, serta Para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Korem 082/CPYJ yang berjumlah sekitar 144 orang.

Rosa yang saat menjadi Host pada acara dialog interaktif bertema "Membidik Jokowi Lewat Ahok, Fakta Atau Provokasi", sempat menanyakan isu seputar aksi yang sudah berlangsung jelang Pilkada DKI hingga berakhirnya pesta demokrasi 5 tahunan ini, dan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan penjelasan seputar fakta yang sebenarnya di ibukota saat itu. Fakta-fakta ini juga bisa analisis warga DKI yang sedikit banyak tahu persis apa yang terjadi dan apa yang sedang dipersoalkan, terkait isu-isu yang berkembang di berbagai medsos, elektronik maupun cetak. 

Pada tayangan tersebut Dewan Pers juga menyikapi tulisan Allan Nairn yang menurutnya lebih berbau provokatif ,apalagi investigasi dari Allan Nairn masih berstatus lemah bukti dan kebih banyak memberikan keterangan berdasarkan asumsi. Demikian juga Prof.Salim Said juga menyikapi tulisan Allan Nairn yang tidak konsisten menunjukkan dirinya sebagai seorang jurnalis yang independen, tetapi lebih cenderung pada tulisan yang mengarah pada provokasi. 

Seusai tayangan tersebut Danrem langsung memberikan perhatian kepada Anggota bahwa  "Tayangan dialog interaktif ini bisa menjadi acuan, dimana posisi TNI berada dan apa yang sudah dilakukan TNI saat ini. Isu-isu yang berkembang tidak lebih tidak kurang ,ingin memojokkan TNI dalam eksistensinya menjaga NKRI. Demokrasi adalah pilihan rakyat Indonesia, kita harus hormati, dan kita selalu berada di posisi netral, tidak ada keberpihakan kepada calon-calon kandidat kepala daerah,". (sg, pen)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda