sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Megapolitan

Polkam

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Bisnis

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

» » Lebih Unggul, Dinas Peternakan Jatim Kembangkan Jenis Sapi Madura

Sapi Madura.
Surabaya, Larast Post - Meski Australia merupakan negara pemasok utama Sapi di Indonesia karena kualitasnya, ternyata tak banyak yang tahu bahwa di dalam negeri kita sendiri terutama daerah Jawa timur (Jatim) juga memiliki indukan sapi unggul. yakni jenis sapi Madura.

"Sapi Madura sendiri merupakan ternak lokal yang menjadi salah satu aset sumberdaya genetik ternak yang dimiliki Indonesia," ujar kepala Dinas peternakan (Disnak) Jatim Ir. Rohayati MM. dalam rilis yang diterima Laras post, Selasa (09/05).

Diketahui dalam kultur budaya masyarakat Madura, selain sebagai ternak kerja dan penghasil daging, sapi Madura juga mempunyai fungsi sebagai sapi pacuan (Kerapan Sapi) dan sapi hias (Sapi Sonok). 

Dijelaskan Rohayati secara genetik, Sapi Madura merupakan pertengahan antara jenis Sapi Bali dan Sapi Jawa, sedangkan dari kelompok darah (Blood group) Sapi Madura lebih dekat dengan Sapi Bali.

"Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa asal usul Sapi Madura merupakan hasil persilangan Sapi Bali (Bos sondaicus) dengan Sapi Jawa (Bos javanicus), dimana Sapi Jawa sendiri merupakan hasil persilangan Sapi Zebu (Bos Indiscus) dan Sapi Eropa (Bos taurus)," lanjutnya.

Dari data yang ada, secara fisik Ciri umum sapi adalah sebagai berikut ; Baik jantan ataupun betina sama-sama berwarna merah bata, dimana bagian pantat dan paha belakang dan kaki bagian bawah berwarna putih dengan batas yang tidak jelas. Tanduk pendek beragam. Pada betina kecil dan pendek berukuran 10 cm, sedangkan pada jantannya berukuran 15-20 cm. Bentuk tubuh dan panjang badan mirip Sapi Bali tetapi memiliki punuk walaupun berukuran kecil. Bobot badan rata-rata sapi jantan dewasa berkisar antara 400 hingga 600 kg, sedangkan sapi betina dewasa memiliki bobot 300 - 450 kg.

"Sapi madura memiliki salah satu keunikan yang tidak dimiliki sapi jenis lain, seperti daya adaptasinya terhadap lingkungan yang sangat tinggi sehingga mudah hidup dan berbiak dimana saja bahkan pada daerah yang relatif tandus sekalipun seperti di Pulau Madura," imbuh perempuan mantan Kepala bidang agribis Disnak Jatim ini menjelaskan.

Karena kekhususannya, sejak tahun 1934 pemerintah kolonial Belanda telah mengeluarkan peraturan yang menetapkan bahwa sapi madura adalah bangsa sapi asli Indonesia karena memiliki keseragaman dalam bentuk dan warna yang tertuang dalam staatsblad (lembaran negara) No. 57/1934, serta No. 115/1937. Hal itu juga tersirat  pada pasal 13 a Undang-undang No. 6/1967, tentang pokok-pokok peternakan dan kesehatan hewan.

Dimana ada semacam upaya untuk menjaga kemurnian rumpun Sapi Madura agar tetap bisa dipertahankan populasinya baik dalam bentuk maupun warna kulitnya, selain juga untuk meningkatkan kualitas produksi dan tingkat populasinya.

Sapi ini berkembang biak di Pulau Madura dan pulau-pulau kecil di sekitarnya serta di Pulau Sumatra, Kalimantan dan bahkan secara ilegal telah menyebar ke Malaysia. Populasi Sapi Madura pada tahun 2016 sebanyak 908.939 ekor atau sebesar 21,37 % dari total populasi sapi potong di Jawa Timur. Hal ini tentunya merupakan potensi yang sangat besar untuk dikembangkan.

" Dengan keunggulan genetik serta potensi yang dimiliki permintaan Sapi Madura dari tahun ke tahun cenderung semakin meningkat. Permintaan ini tidak saja dari luar provinsi tetapi juga dari luar negeri, yaitu Negara Malaysia," paparnya.

Pada saat kunjungan ke Jawa Timur asosiasi pengusaha peternakan Malaysia berminat untuk membeli Sapi Madura sebanyak 50.000 ekor per tahun. Namun dengan pertimbangan ketersediaan sapi potong dalam negeri yang masih kurang serta melindungi plasma nutfah Sapi Madura, permintaan tersebut ditolak. 

Untuk langkah awal pengamanan aset, atas usulan Gubernur Jawa Timur telah ditetapkan Sapi Madura sebagai rumpun melalui ketetapan Menteri Pertanian nomor : 3755/KPts/HK.040/11/2010 tanggal 23 Nopember 2010. Selanjutnya oleh Kementerian Pertanian akan diusulkan agar diakui secara Internasional sehingga tidak dapat diklaim oleh negara lain.

Guna mempertahankan kemurnian rumpun Sapi Madura dan mengembangkan kualitas genetiknya telah dilakukan berbagai upaya, seperti pelestarian plasma nutfah, penjaringan bibit unggul, pengembangan VBC (Village Breding Center), penetapan wilayah sumber bibit serta peningkatan mutu genetik melalui grading up.

Disamping itu untuk menjaga kelestarian plasma nutfah Sapi Madura sebagai salah satu kekayakan sumberdaya genetik yang kita miliki, Pulau Sapudi telah diusulkan untuk ditetapkan sebagai wilayah pelestarian plasma nutfah Sapi Madura.

Kondisi Pulau Sapudi yang relatif terisolasi dengan populasi Sapi Madura sebesar  41.758 ekor merupakan kondisi yang sangat ideal untuk pemurnian Sapi Madura.

Dengan kebijakan tersebut benih maupun bibit sapi selain Sapi Madura dilarang untuk masuk Pulau Sapudi tetapi bibit sapi Madura dari Pulau Sapudi boleh keluar.

Namun demikian untuk pengamanan dan pengembangan potensi genetik Sapi Madura itu sendiri maka kebijakan ini perlu di dukung dengan penumbuhan dan pengembangan sentra-sentra pembibitan sapi Madura di Pulau Madura sendiri.

"Untuk itu di setiap Kabupaten yang ada di Pulau Madura minimal harus didirikan tiga VBC Sapi Madura yang masing-masing memiliki populasi sebanyak 10.000 ekor," Pungkasnya. (muji)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda