sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Wisata

Olah Raga

LARAS JABAR

» » Sosialisasi Pertanahan Bersama Bpn Dan Muspika Pesantren


Kediri, Larast Post - Sosialisasi program agraria daerah dan nasional dilangsungkan di balai Kelurahan Ketami Kecamatan Pesantren Kota Kediri dan sosialisasi ini dihadiri Danramil Pesantren, Kapten Arm Nur Solikin, Kapolsek Pesantren, Kompol Sucipto dan Camat Pesantren Eko Lukmono Hadi , Kepala Kelurahan Ketami, Suparyadi serta dari BPN Kota Kediri, Drs. Khomarudin, rabu (03/05/2017)

Diawal sosialisasi, Drs.Khomarudin menyampaikan, bahwa keuntungan yang diperoleh dari program ini sangat dapat terlihat, jika dibandingkan dengan proses jalur biasa tidak melalui Program Prona akan melibatkan banyak biaya. Syarat-syarat bagi calon pendaftar Prona ialah membuat dan memasang tanda batas tanah, mengumpulkan identitas diri, fotocopy KTP atau KK, mengumpulkan bukti-bukti perolehan tanah dan tanah yang akan disertifikat tidak terbatas jumlahnya, tapi hanya untuk tanah yang belum bersertifikat. Dilihat dari sisi ekonomi tujuan sertifikasi hak atas tanah adalah untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Pemerintah memberikan bantuan sertifikasi kepada masyarakat sebagai wujud penghargaan terhadap warganya.


Disela-sela sosialisasi ,Kapten Arm Nur Solikin menyisipkan perihal pendataan kepada warga asing atau luar daerah yang mengontrak rumah atau membeli rumah maupun menginap, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi masuknya orang-orang yang membawa tujuan tertentu. Tetapi pendataan ini bukan dimaksud untuk mencurigai seseorang, melainkan langkah antisipasi masuknya orang-orang yang terkait jaringan terorisme.


Selanjutnya Kompol Sucipto menambahkan, orang-orang asing atau luar daerah didata bukan berarti ada maksud menghambat roda administrasi kependudukan, melainkan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Pendataan ini sendiri tidak dilakukan secara keseluruhan, melainkan dilihat dulu latarbelakangnya dan gerak geriknya, bila mencurigakan baru dipertanyakan. (sg, pen).

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda