sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » Koalisi Seratu Tuntut Proyek Umbulan Dihentikan

Sejumlah Ormas dan LSM  saat berdialog bersama anggota DPRD Pasuruan.
Pasuruan, Laras Post - Sejumlah Ormas dan LSM tergabung dalam Koalisi Serikat Rakyat Tolak Umbulan (Seratu) menuntut proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan dihentikan.

Pasalnya, Proyek SPAM Umbulan di Kabupaten Pasuruan berdampak langsung pada rusaknya ekosistem dan lingkungan sekitar, sehingga masyarakat kekurangan air bersih.

Salah satu perwakilan Seratu, Lujeng Sudarto saat berada di gedung DPRD Kabupaten Pasuruan, mengungkapkan, bahwa alasan harus dihentikannya proyek nasional tersebut lantaran masyarakat yang berada di wilayah Pasuruan masih banyak yang kekurangan air.

Oleh karena itu kami terus menolak penyaluran air ke Kota Sidoarjo, Gresik dan Pasuruan,” tegas Lujeng, pada Senin (12/6/17).

Selanjutnya, hal mendasar yang menjadi alasan penolakan dan tuntutan penghentian tersebut karena disinyalir ada komersialisasi atas air Umbulan yang keuntungannya lebih banyak dinikmati oleh investor swasta.

Air adalah barang yang di publikkan, tidak bisa di ekonomisasikan atau dirupiahkan karena masyarakat berhak mendapatkan air secara gratis,” tegasnya.

Untuk itu, keberadaannya di gedung dewan kali ini, bermaksud memberikan pandangan kepada anggota DPRD Kabupaten Pasuruan untuk selanjutnya dapat mengkaji ulang kerjasama proyek ini.

Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, berjanji akan menjembatani Seratu diantaranya meneruskan aspirasinya kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasuruan.

Saya bersepakat kalau kita mengawal bersama-sama untuk proyek umbulan ini, karena manfaatnya untuk masyarakat,” ungkap Sudiono Fauzan.

Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan akan memasok air bersih perpipaan di Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik.

Pengerjaan fisiknya disebut-sebut akan segera dilakukan karena telah ada penandatanganan kesepakatan proses kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) pada 11 April 2017 lalu di Surabaya.

Dalam kesepakatan tersebut waktu konstruksi pipa bakal dituntaskan dalam kurun dua tahun sudah harus menyambung ke lima daerah wilayah Propinsi Jawa Timur itu. (Abdullah)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda