sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » Indonesia Berhasil Tangani Terorisme Melalui Program Deradikalisasi

Presiden Jokowi photo bersama para Kepala Negara anggota G 20 ketika menghadiri pertemuan KTT G20 2017 di Hamburg, Jerman, pada Jumat (7/7/2017)
Hamburg, Larast Post - Indonesia dalam menangani masalah terorisme menerapkan program deradikalisasi. Presiden Joko Widodo (Jokowi) menilai program itu berhasil, karena hanya 0,53 persen mantan teroris yang berkeinginan melakukan aksi terorisme kembali.

Presiden menegaskan, dengan pelaksanaan program deradikalisasi, hanya 3 dari 560 mantan aktor teroris, atau hanya 0,53 persen yang berkeinginan melakukan aksi terorisme kembali.

Selain itu, lanjut Presiden, Pemerintah Indonesia juga telah merekrut para pengguna akun sosial media berpengaruh untuk menyebarkan pesan perdamaian. “Organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama juga berperan penting dalam menyebarkan perdamaian dan ajaran Islam yang toleran,” ujar Presiden saat berbicara pada Leader’s Retreat KTT G20 sesi I mengenai terorisme di Hamburg, Jerman, pada Jumat (7/7/2017) siang waktu setempat.

Lebih lanjut Presiden Jokowi menyatakan, Indonesia merupakan sebuah negara majemuk, dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, dan merupakan negara demokrasi terbesar ketiga di dunia.

Presiden Jokowi menyatakan, dengan posisi yang unik dan strategis ini, Indonesia memiliki komitmen menjadi bagian dari upaya global dalam memberantas terorisme dan menyebarkan perdamaian serta toleransi.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengangkat kasus Marawi, sebuah kota di Filipina yang kini dikuasai oleh jaringan kelompok ISIS, sehingga membuat warga setempat harus terpaksa menjadi pengungsi. “Kasus Marawi merupakan panggilan untuk kita semua bahwa jaringan ISIS kini telah menyebar dan afiliasi dengan teroris lokal terus terjadi,” ungkapnya.

Sebagai upaya pencarian solusi terhadap Marawi, dengan inisiatif Indonesia, kata Presiden, perundingan trilateral antara Indonesia-Malaysia dan Filipina telah dilaksanakan. “Ke depan, ASEAN juga akan bekerja sama dengan Australia dalam pemberantasan terorisme di kawasan,” tegasnya.

Dalam upaya memberantas ancaman terorisme, Presiden menyampaikan pandangannya, pertama adalah himbauan kepada G20 untuk meningkatkan pengawasan terhadap aliran dana kepada jaringan kelompok radikal dan teroris. Untuk itu, Indonesia mengapresiasi dukungan para negara G20 terhadap proses keanggotaan Indonesia dalam FATF (the Financial Action Task Force).

Kedua adalah dengan kemampuan teknologi informasi, G20 harus menjadi kekuatan pendorong dalam penyebaran kontra-naratif dengan penekanan pada gerakan moderasi dan penyebaran nilai-nilai damai dan toleran.

Ketiga, negara G20 agar menjadi kekuatan pendorong dalam upaya mencarikan solusi akar masalah yang timbul akibat dari ketidaksetaraan dan ketidakadilan dengan memperkuat pemberdayaan ekonomi yang inklusif.

Keempat negara G20 agar dapat mengembangkan kerja sama dalam bidang pertukaran intelijen, penanganan FTF (foreign terrorist fighters), dan pengembangan capacity building.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam sesi I KTT G20 itu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Kepala BKPM Thomas Lembong. (her, sg, ram)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda