sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

Jadwal PD 2018

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Presiden Jokowi Perintahkan Segera Selesaikan Sertipikasi Tanah

Presiden Jokowi didampingi Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil dan Kakanwil ATR/BPN Provinsi Riau Lukman Hakim, saat menyerahkan sertipikat secara simbolis kepada masyarakat. 
Riau, Laras Post - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan  agar sertipikasi tanah di Provinsi Riau segera selesai. Untuk itu Presiden Jokowi meminta Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meningkatkan percepatan pelayanan.

Lebih lanjut Presiden Jokowi mengungkapkan, target sertipikasi tanah tahun 2017 di Provinsi Riau sebanyak 140 ribu bidang. “Dulu biasanya, satu tahun hanya kurang lebih 10 ribu sertipikat di Provinsi Riau. Sekarang kita paksa. Sudah sekarang kalau enggak dipaksa enggak cepat selesai. Paksa, harus satu tahun, tahun ini 140 ribu,” tegas Presiden saat menghadiri Penyerahan Sertipikat Hak Atas Tanah Program Strategis Nasional, Pembinaan, dan Fasilitasi, Serta Kerja sama Akses Reform oleh Presiden Republik Indonesia, Minggu (23/7/2017) pagi, di Stadion Rumbai, Kota Pekanbaru, Riau.

Presiden Jokowi menyatakan, hal yang sama, juga berlaku di seluruh Indonesia, yang biasanya satu tahun mencapai 400 ribu sampai 500 ribu sertipikat, tahun ini pemerintah menargetkan 5 juta sertipikat, tahun depan 7 juta dan tahun depannya lagi 9 juta.

Dari 3,1 juta bidang tanah di Provinsi Riau, lanjut Presiden, baru 1,1 juta bidang yang sudah memiliki sertipikat. Sementara untuk wilayah Indonesia, baru 46 juta tanah yang memiliki sertifikat dari total target sertifikasi 126 juta tanah.

Presiden Jokowi menegaskan, bahwa sertifikat adalah tanda bukti, hak hukum atas tanah. Kepemilikan sertifikat juga dapat menyelesaikan sengketa-sengketa tanah. Baik sengketa antar masyarakat, antar individu, antara masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan swasta, dan sebagainya.

“Sengketa-sengketa itu akan selesai kalau masyakakat pegang yang namanya sertipikat. Oleh sebab itu, ini menjadi program pemerintah kita untuk mempercepat agar sertipikat itu jadi,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati kalau jika pinjam uang ke bank atau menggunakan sertipikat sebagai agunan pinjamam. “Tolong dikalkulasi dulu. Apakah usahanya nanti bisa dipakai keuntungannya untuk mencicil bunganya, mencicil pokoknya,” ujarnya.

Selain itu, kata Kepala Negara, pinjaman dari bank juga harus dimanfaatkan untuk modal kerja dan modal investasi. “Jangan dipakai untuk yang lain-lain. Terutama yang berkaitan dengan kenyamanan dan kenikmatan hidup. Misalnya ya tadi. Beli mobil, beli sepeda motor, beli TV, beli kulkas dari pinjaman tidak boleh. Kalau usaha sudah untung boleh beli itu,” tambah Presiden. (her, sg, ram)






«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda