sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Wisata

Olah Raga

LARAS JABAR

» » Presiden: Umat Islam Teladani Perjuangan Syekh Nawawi

Haul ke 124 Syekh Nawawi Al-Bantani
Presiden Joko Widodo Ketika Memberikan Sambutan Pada Peringatan Haul ke 124 Syaikh Nawawi Al-Bantani
Serang, Laras Post - Presiden Joko Widodo menghadiri Peringatan Haul Al-Magfurlah Syaikh Nawawi Al-Bantani Ke 124 di Pondok Pesantren An-Nawawi Tanara, Banten, pada Jumat (21/7/17) malam.

Pada kesempatan tersebut Presiden Joko Widodo mengajak seluruh rakyat Indonesia, khususnya umat Islam untuk meneladani dan meneruskan perjuangan Al-Maghfurlah Syaikh Nawawi Al-Bantani dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saya harap Bapak, Ibu, para hadirin yang berbahagia, meneladani sekaligus menghormati perjuangan Syaikh Nawawi," ujar Presiden kepada ribuan hadirin.

Syaikh Nawawi merupakan salah satu ulama Indonesia yang karya-karyanya telah tersebar luas dan menjadi rujukan utama dalam berbagai disiplin ilmu. Bahkan hingga kini, karya-karyanya masih banyak dikaji di berbagai pesantren dan sekolah keagamaan.

"Syaikh Nawawi telah menulis lebih dari 100 buku yang meliputi berbagai disiplin ilmu, mulai dari tafsir, ilmu kalam, tauhid, dan yang lain-lainnya," ungkap Presiden.

Lebih lanjut, Kepala Negara meyakini jika umat Islam bersatu, maka Indonesia akan menjadi negara yang subur dan makmur, adil serta aman sebagaimana yang telah diajarkan oleh Syaikh Nawawi.

"Kita harus optimis dan bahu-membahu dalam membangun bangsa ini. Insya Allah negara kita akan menjadi negara yang 'Baldatun, Thayyibatun wa Rabbun Ghafur," tuturnya.

Apalagi Indonesia sebagai negara yang mendapatkan anugerah keberagaman dari Allah, harus benar-benar dijaga dan dipelihara persatuannya. Presiden pun mengajak seluruh umat untuk menghentikan dan menghindari segala gesekan yang ada di tengah masyarakat.

"Jangan sampai ada gesekan-gesekan yang tidak memberikan manfaat pada bangsa kita, Indonesia," pesan Presiden.

Selain itu, Presiden juga menyatakan bahwa dirinya tak segan untuk mempromosikan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Menurut Presiden, fakta tersebut menjadi kekuatan dan potensi Indonesia yang harus dibanggakan kepada dunia internasional.

"Sekarang setiap saya bertemu di konferensi-konferensi internasional, selalu saya sampaikan Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Inilah yang terus akan saya sampaikan dimana-mana. Biar semua tahu bahwa negara besar dengan penduduk muslim yang paling banyak di dunia adalah yang namanya Indonesia," ujar Presiden.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Gubernur Banten Wahidin Halim, dan Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin. Turut hadir pula Pangdam Siliwangi, Kapolda Banten, Walikota Serang dan Walikota Bandung Ridwan Kamil. 

Biografi Singkat :
Syekh Nawawi merupakan generasi ke 12 dari Sultan Maulana Hasanuddin Banten raja pertama Banten Putra Sunan Gunung Jati, Cirebon. Ia juga seorang Habaib keturunan Rasulullah SAW (Zuriyyah Rosul) ke 36.

Syekh Nawawi lahir pada tahun 1230 Hijriyah atau sekira 1815 Masehi dalam tradisi keagamaan yang sangat kuat di Kampung Tanara, sebuah desa kecil di kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten (Sekarang di Kampung Pesisir, Desa Padaleman, Kecamatan Tanara, Serang).

Muhammad Nawawi putra sulung Syekh Umar bin 'Arabi al-Bantani. Dia memiliki tujuh saudara, yaitu Ahmad Syihabudin, Tamim, Said, Abdullah, Tsaqilah dan Sariyah. 

Ayah Syekh Nawawi merupakan seorang Ulama lokal di Banten, Syekh Umar bin Arabi al-Bantani, sedangkan ibunya bernama Zubaedah, seorang ibu rumah tangga biasa.

Syaikh Nawawi menikah dengan Nyai Nasimah, gadis asal Tanara, Serang dan dikaruniai 3 orang anak: Nafisah, Maryam, Rubi'ah. Sang istri wafat mendahuluinya.

Sejak berusia lima tahun, Syekh Nawawi sudah mulai belajar ilmu agama Islam langsung dari ayahnya. Bersama saudara-saudara kandungnya, Syekh Nawawi mempelajari tentang pengetahuan dasar bahasa Arab, fiqih, tauhid, al-Quran dan tafsir. Pada usia delapan tahun bersama kedua adiknya, Tamim dan Ahmad, Syekh Nawawi berguru kepada KH. Sahal, salah seorang ulama terkenal di Banten saat itu. Kemudian melanjutkan kegiatan menimba ilmu kepada Syekh Baing Yusuf Purwakarta.

Di usianya yang belum genap lima belas tahun, Syekh Nawawi telah mengajar banyak orang, sampai kemudian ia mencari tempat di pinggir pantai agar lebih leluasa mengajar murid-muridnya yang kian hari bertambah banyak. Baru setelah usianya mencapai lima belas tahun, Syekh Nawawi menunaikan ibadah haji dan kemudian berguru kepada sejumlah ulama masyhur di Kota Mekah saat itu. (Her, sg, ram)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda