sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Bisnis

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Seni Budaya dan Hiburan

Agraria

LARAS JATENG

LARAS JABAR

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

» » Harga Anjlok Rendra Minta Perlu Adanya Interkonektifitas

Bupati Malang, Dr.H Rendra Kresna saat menghadiri panen raya bawang merah di Ngantang Kabupaten Malang, pada Senin (21/8/2017
Malang, Laras Post - Turunnya harga cabai dan bawang merah di Kabupaten Malang adalah persoalan klasik yang selalu terjadi usai panen raya. Sehingga para petani sempat putus semangat dan meninggalkan profesinya untuk menggarap lahan.

“Hal ini perlu adanya interkonektifitas, dengan mengirimkan komoditas yang dipanen kepada daerah yang tengah membutuhkan,” kata Bupati Malang, Dr.H Rendra Kresna saat menghadiri panen raya bawang merah di Ngantang Kabupaten Malang, pada Senin (21/8/2017).

Kendala yang sering terjadi, lanjut Rendra, baik panen padi, kentang maupun budidaya ikan jika usai panen akan terjun bebas. “Maka dari itu, kepada para gapoktan agar selalu berkoordinasi mengenai harga pangan khususnya terkait harga bawang merah yang sedang anjlok,” ujar Rendra. 

Harga cabai rawit di Kabupaten Malang saat ini masih sebesar Rp 9 ribu di tingkat petani, sementara di Pasar Mantung, Pujon, Kabupaten Malang, harga cabai rawit mencapai Rp 12 ribu. Sedangkan harga bawang merah lokal sebesar Rp 12 ribu tingkat petani, di Pasar Mantung sebesar Rp 18 ribu per kilogramnya.

Rendra berharap, para petani bisa mengakses informasi harga pangan secara cepat dan akurat sehingga akan berimbang antara penawaran dan permintaan. 

Dirinya menambahkan, untuk menangani hal klasik ini, salah satunya dengan mendirikan resi gudang, dimana resi gudang nantinya bisa digunakan untuk menampung hasil panen, sehingga pada saat ada permintaan besar dan harga yang cukup tinggi bisa mengeluarkan stok yang ada dan tidak merugikan petani. “Selain itu, para petani juga harus selaku aktif berkoordinasi dengan Bulog serta perbankan dalam mengatasi jatuhnya harga komoditas yang dipanen,” pinta Rendra.

Secara terpisah, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan (Distabun) Kabupaten Malang, Nasri Abdul Wahid mengatakan, dari 5.222 hektare kawasan lahan bawang merah di Kabupaten Malang, seluas 1.600 hektare berpusat di wilayah Ngantang.

Dari sekian ribu luasan lahan yang ada, Kabupaten Malang setiap tahun surplus. Tahun 2016 kemarin sampai 26 ribu ton.  “Panen sekarang jika tidak ada serangan hama, rata-rata produksi bisa mencapai 8,3 ton hingga 10 ton per hektare,” lanjut dia. 

Menurut Nasri, dengan adanya arahan Bupati Rendra terkait pembangunan resi gudang itu memang sangat penting untuk menampung hasil panen petani usai panen seperti ini. 

Saat ini kata Nasri, pihaknya juga telah menggandeng akademisi, mahasiswa untuk menciptakan dan menerapkan teknologi pengolah hasil panen pada 300 lebih Gapoktan dan 1.700 kelompok tani yang ada di Kabupaten Malang. (al)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda