sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Megapolitan

Polkam

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Bisnis

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

» » Meski Di Gadang Mendampingi Gus Ipul Dalam Pilkada Jatim

Budi Sulistyono Lebih Mantab Jadi Bupati Ngawi 
Ir. H. Budi Sulistyono
Ngawi, Larast Post - Meskipun digadang - gadang sebagai calon kuat mendampingi Drs. Syaifullah Yusuf maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim) melalui Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Ir. H. Budi Sulistyono tidak berharap muluk - muluk karena dirinya masih merasa mantab sebagai Bupati Ngawi hingga akhir masa jabatannya.

 “Ndak, ndak ada mantab kan masih ada tugas di Ngawi. Mantab sih nggak, kalau di tanya Saya lebih mantab di Ngawi. Kalau ditugaskan untuk mendampingi Gus Ipul (Syaifullah Yusuf) atau maju sendiri sih siap, tapi kalau bicara mantab paling mantab di Ngawi sampai 2021,” tegasnya saat ditemui di Pendopo Bupati Kabupaten Ngawi, pada Jumat (21/7/2017).

Bupati Kabupaten paling ujung barat Provinsi Jatim ini menjelaskan bahwa niatnya untuk maju mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur datang atas dorongan Partai dan Masyarakat Ngawi. “Ibarat tentara, tentara itu kalau disuruh perang ya perang, kalau tiarap ya tiarap. Kalau di pos-nya Ngawi ya di ngawi seperti itu lah,” tuturnya.

Kalaupun nanti benar - benar menjadi Wakil Gubernur bersama Syaifullah yusuf, dirinya akan membangun Jawa timur selaras dengan visi dan misi yang dijalankan oleh Presiden Jokowi.

“Saya ingin menjalankan sesuai dengan visi dan misinya Presiden, membangun dari pinggiran, (termasuk) menambah pekerjaan itu (juga) membangun dari pinggiran. Kemudian fasilitas dasar juga harus dibenahi secara sinergi dengan Daerah. Menjaga sinergi dengan Daerah karena jika ini dilakukan maka pendidikan dan kesehatan misalnya akan berjalan (dengan) baik. Membangun dari pinggiran kan kewenangannya Daerah tapi perlu ada sinergi lebih tajam lagi. sehingga Kita dorong tiap Kabupaten harus punya keunggulan masing - masing, sehingga terciptalah kompetisi antar Kabupaten antar Daerah yang sehat,” urai alumnus Universitas Gajah Mada Yogyakarta tahun 1988 ini.

Saat ditanya skenario Partai besutan Megawati Soekarno Putri dalam menghadapi Pilkada Jatim, Budi menyerahkan sepenuhnya pada kebijakan Dewan Pimpinan Pusat. “Otoritas ada di DPP,” ucapnya singkat.

Ia menambahkan, hingga saat ini PDI Perjuangan tetap menjalin komunikasi dengan Partai lain dan kemungkinan berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lebih besar dalam laga lima tahunan mendatang.

“Saya bicara (sebagai Kader) PDIP, PDIP  belum melakukan lobi apapun. Tapi sudah melakukan komunikasi dengan baik, itu kan PKB mengusung Gus Ipul, maka harapannya PKB dan PDIP ini nyambung untuk Gubernur dan Wakil Gubernur yang mulai itu. Karena Gus Ipul waktu mendaftar ke PDIP sebagai calon Gubernur itu diantar tokoh struktural PKB,” ucap Budi.

Siapa yang diusung PDIP sebagai Wakil Gubernur jika berkoalisi dengan PKB, Budi menjelaskan ada kemungkinan juga bukan dirinya karena ada Pendaftar lain yang memiliki kualifikasi bagus sebagai Calon Wakil Gubernur. “(PDIP) memperhatikan kekuatan lapangan (dan) pengalaman (calon). (Tapi) internal yang diutamakan dan belum tentu juga Saya yang dipilih, Saya enjoy saja. Saya di Ngawi sampai 2021,” imbuhnya.

Budi juga menjelaskan peta Pilkada Jatim tahun 2018 mendatang tidak jauh berbeda dibanding 5 -10 tahun silam yang tetap dipengaruhi faktor kewilayahan.  “Gus Ipul punya basis di tapal kuda, kalau basis Saya adalah mataraman mulai Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek ini (disebut) basis Mataraman. Harapannya kelompok mataraman pasca Pak de (Soekarwo) ada di Saya, karena hingga saat ini belum muncul tokoh yang mewakili Mataraman. Tapi bisa saja muncul yang bisa meng-grounded Saya dari kelompok Mataraman, misal Bupati Madiun,” ungkapnya.

Pria yang akrab disapa Kanang ini menyampaikan jika Partainya jadi merekomendasikan dirinya dipasangkan dengan Syaifullah Yusuf. Ia bersama timnya siap berjuang habis - habisan dalam Pilkada 2018, bahkan komposisi Syaifullah Yusuf dan dirinya menjadi nilai tambah untuk meraup suara masyarakat Jawa Timur.

“Kita akan perang (berjuang) habis - habisan tanpa menyerah (dan) Saya rasa nilai jual (Kami) jika pasangam Gus Ipul dan Saya direkomendasikan adalah soal komposisi. Seperti yang Saya sampaikan tadi kalau Gus Ipul dipasangkan dengan Anas (Azwar Anas) misalnya, maka kelompok Mataraman bisa jadi rebutan,” terangnya.

Selain dari beberapa survey membuktikan elektabilitas dirinya cukup tinggi, dukungan Masyarakat Ngawi kepada dirinya untuk maju menurutnya juga sangat besar.

“Kalau hasil survey-nya ada harapan lah. Tapi Masyarakat juga berharap ada Putra Daerah yang ikut pemilu Jatim, itu harapannya. Sehingga Ngawi sendiri mungkin juga ada tandem antara Pemerintahan Provinsi dengan Kabupaten. Nah tandem itu akan lebih bagus, lebih klik jika ada Putra Daerah yang ada di Pemerintahan Provinsi. Karena Ngawi sendiri merupakan pintu gerbang, akses utama Jawa Timur, wajahnya harus di perlihatkan,” pungkasnya. (Muji)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda