sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Paripurna Agenda Mengikuti Pidato Kenegaraan Presiden RI

Malang, Larast Post- Dalam rangka memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-72 tahun 2017, Rabu (16/8/2017) lalu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang gelar rapat paripurna istimewa, yakni mengikuti dan mendengarkan pidato kenegaraan oleh Presiden RI, Ir.H Joko Widodo dalam sidang bersama DPD dan DPR RI.
        Dalam pidatonya Jokowi mengatakan, Negeri ini telah dilanda sejumlah isu, prestasi, dan tantangan. Namun kata Jokowi, dirinya sangat membangga-banggakan kebhinekaan yang dimiliki Indonesia, bahkan Jokowi mengklaim bahwa kebhinekaan Indonesia telah menjadi rujukan banyak negara dalam mengelola keberagaman. Jokowi memaparkan soal prestasi anak bangsa dalam berbagai bidang, mulai dari ilmu pengetahuan, industri kreatif, hingga kesenian terus bermunculan. Anak-anak muda kita banyak yang menjadi juara olimpiade matematika, fisika, dan biologi. Anak-anak muda kita telah menunjukan prestasi mereka, mulai dari juara hafidz Alquran, berprestasi dalam karya robotik dan juga kreatif dalam berkesenian sampai di panggung-panggung dunia, kata Jokowi.
        Selain itu, Presiden juga memaparkan soal tantangan Indonesia terkait jebakan sumberdaya alam. Menurutnya, setelah selesainya booming migas di tahun 1970-an, booming kayu di tahun 1990-an, dan era booming mineral berakhir, maka Indonesia harus berbenah agar tidak ada ketergantungan terhadap sumberdaya alam tersebut. "Di berbagai kesempatan, saya selalu katakan, kita ini adalah bangsa yang besar. Sekali lagi, Indonesia ini adalah bangsa yang besar. Besar, bukan karena jumlah penduduknya yang lebih dari 250 juta jiwa. Besar, bukan hanya karena memiliki 17 ribuan pulau. Besar, bukan hanya karena sumber daya alam yang melimpah. Tapi, kebesaran Indonesia karena bangsa ini sudah teruji oleh sejarah, bisa tetap kokoh bersatu sampai menginjak usianya ke-72 tahun," ujar Jokowi.
         Sementara di beberapa negara lain lanjut Jokowi, selalu dilanda konflik kekerasan antar suku, perpecahan antar agama, pertikaian antar golongan. Jadi kita bersyukur karena kita masih tetap bersatu dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berbhinneka tunggal ika. "kita telah menjadi rujukan banyak negara dalam hal mengelola kebhinnekaan dan membangun persatuan. Kita adalah bangsa petarung yang berani berjuang dengan kekuatan sendiri untuk meraih kemerdekaan. Kita merebut kemerdekaan berkat perjuangan para pahlawan kita, ulama kita, para santri, pemimpin agama-agama kita, dan pejuang dari seluruh pelosok Nusantara. Jadi itu harus membuat kita semakin bangga pada Indonesia, negeri yang kita cintai bersama. Semua itu, harus membuat kita percaya diri untuk menghadapi masa depan," ungkap mantan walikota Solo itu.
        Selanjutnya, Jokowi juga menegaskan bahwa kita harus meninggalkan warisan kolonialisme, yang menjadikan bangsa kita bermental budak, karakter rendah diri, pecundang dan selalu pesimis dalam melihat hari esok. "Kita harus membuang jauh-jauh mentalitas negatif yang membuat sesama anak bangsa saling mencela, saling mengejek dan saling memfitnah. Karena kita adalah bersaudara, saudara se-Bangsa dan se-Tanah Air. Kita harus membangun fondasi kultural yang kuat dan berdiri gagah untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks, semakin ekstrim, dan berubah dengan sangat cepat," tegasnya. Hanya bangsa yang cepatlah yang akan memenangi persaingan global. Kita harus ingat bahwa kita pernah menjadi tempat bagi negara lain untuk belajar, belajar tentang Islam, belajar tentang seni budaya, belajar tentang ilmu pengetahuan, teknologi dan lain-lain. Kebanggaan inilah yang harus kita rebut kembali, karena kebanggaan terhadap kreasi dan karya sendiri, adalah kebanggaan terhadap produk sendiri, ulas Jokowi.
         Dikatakannya, telah banyak bukti yang menunjukkan bahwa kita mampu untuk meraih kemajuan. Dulu kita takut terhadap masuknya bank-bank asing ke negeri kita tapi ternyata bank-bank nasional kita mampu bersaing dan kini telah menjadi bank-bank yang besar, dan modern. Kita memiliki kekuatan yang sungguh luar biasa yakni anak-anak muda. Demikian pula dengan industri kreatif dan film-film nasional kita lanjut Jokowi, banyak yang digerakkan oleh anak-anak muda dan sampai saat ini semakin digemari dan ditonton oleh banyak orang. "Tapi satu hal yang perlu kita ketahui, semua keunggulan itu tidak harus membuat kita terlena, membuat kita berpuas diri, karena masih banyak pekerjaan yang harus kita tuntaskan dan janji kemerdekaan yang harus kita tunaikan. Oleh karena itu kita harus berubah", ujarnya.
           Tidak ada halangan bagi kita untuk menarik garis tegas karena bangsa Indnesia berpegang teguh pada Pancasila dan UUD 1945, NKRI serta Bhinneka Tunggal Ika. Jadi kita harus berani bersikap tegas karena kita memiliki Pancasila sebagai dasar negara, ideologi bangsa dan jiwa kita semua. Sebab Pancasila adalah pemersatu kita semua, yang harus kita hayati, yang harus kita amalkan, dan yang harus menjadi ideologi yang bekerja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Tahun 2017 ini adalah tahun kerja bersama untuk pemerataan ekonomi yang berkeadilan bagi seluruh rakyat Indonesia. Kita ingin seluruh rakyat Indonesia, petani, para nelayan, buruh, ulama, pedagang pasar, tokoh agama, guru, aparatur sipil negara, TNI, POLRI, pers, budayawan, mahasiswa, dan lainnya di seluruh pelosok tanah air agar bisa merasakan manfaat dari pembangunan dan sejahtera bersama, ungkap Jokowi. "Saya tidak ingin kesejahteraan hanya dinikmati oleh seseorang atau sekelompok orang, karena kesrjahteraan adalah janji kemerdekaan yang harus segera diwujudkan, dengan melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan anak bangsa, serta ikut mewujudkan ketertiban dunia,"tegasnya.
            Bukan hanya itu saja, pertumbuhan ekonomi juga terus kita jaga agar berkualitas dan berkeadilan. Kita harus memastikan pertumbuhan ekonomi yang rata-rata 5 persen per tahun pada periode 2014-2016, bukan hanya dinikmati oleh segelintir orang tapi bisa dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia, kata Jokowi. Oleh sebab itu, Jokowi meminta pembangunan yang kita jalankan bersama bukan hanya untuk di kota-kota saja tapi juga untuk seluruh anak bangsa, baik yang tinggal di pedesaan, daerah-daerah pinggiran, hingga kawasan perbatasan, karena rakyat di perbatasan juga menjadi menjadi bagian dari Warga Negara Republik Indonesia. Untuk itu, guna percepatan pemerataan pembangunan di daerah dan Desa, Pemerintah telah meningkatkan anggaran transfer ke daerah dan Dana Desa (DD) yang pada tahun 2017 ini besarnya Rp.60 trilliun. Dengan dana desa ini, Pemerintah mendorong percepatan pertumbuhan serta pemerataan ekonomi desa guna mendukung pemerataan, Pemerintah juga mendorong peningkatan rasio elektrifikasi nasional yang mencapai 92 persen pada bulan Maret tahun 2017. 
         Selain Dana Desa, melalui program Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik, Pemerintah juga meningkatkan akses rakyat untuk mendapatkan pelayanan infrastruktur dasar seperti jaringan air minum sampai ke rumah-rumah warga, dan Pemerintah juga terus mendorong pergerakan ekonomi daerah dengan peningkatan presentase kemantapan jalan provinsi, jalan kabupaten/kota dan mendukung irigasi pertanian. Seperti yang telah dirasakan saudara kita di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, setelah 72 tahun merdeka sekarang mereka akhirnya bisa menikmati layanan listrik, kata Jokowi. Keinginan untuk melakukan pemerataan yang berkeadilan bukanlah sekedar slogan, kita harus betul-betul wujudkan secara konkret. Karena itu, melalui Kebijakan Pemerataan Ekonomi yang Berkeadilan, Pemerintah melakukan percepatan sertifikasi lahan yang sekarang sudah mencapai 250 ribu bidang. Pemerintah juga sedang menjalankan redistribusi tanah untuk masyarakat dan sudah memberikan 707 ribu hektar kawasan hutan kepada masyarakat adat untuk dikelola secara produktif. 
         Selain itu, pemerintah juga sedang menjalankan Program Perhutanan Sosial sehingga rakyat di lapisan 40 persen terbawah mendapatkan akses untuk memanfaatkan hutan bagi kesejahteraan mereka. Pemerintah juga terus melanjutkan program- program kerakyatan yang sudah dijalankan sejak tahun pertama Kabinet Kerja, utamanya Program Keluarga Harapan (PKH), Program Perlindungan Nelayan, Program Percepatan Pembangunan Rusunawa bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dan program peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Agar bisa menjangkau 40 persen lapisan terbawah Pemerintah juga akan melakukan reformasi kebijakan sehingga subsidi betul-betul lebih tepat sasaran dan secara bertahap pemerintah juga sudah mensinergikan antar program bantuan sosial serta melakukan pengalihan Beras Sejahtera (Rastra) secara bertahap menjadi bantuan pangan non- tunai. Dengan keberpihakan pada 40 persen lapisan terbawah juga dilakukan melalui penguatan program- program perlindungan sosial dan perluasan cakupan penerima manfaat. Selanjutnya, pemerintah juga melakukan revitalisasi pasar sehingga para pedagang bisa berdagang dengan nyaman dan tidak kalah bersaing dengan pasar-pasar modern.
         Membangun Indonesia adalah membangun manusia Indonesia. Alhamdulillah, kerja bersama kita selama ini dalam meningkatkan kualitas pembangunan manusia Indonesia telah menuai hasil yang menggembirakan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia bergerak naik dari negara kategori medium high development menjadi negara dalam kategori high human development, dengan angka IPM naik dari 68,90 di tahun 2014 menjadi 70,18 tahun 2016.
Kenaikan IPM tersebut tidak terlepas dari kerja bersama kita dalam meningkatkan cakupan Program Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Kartu Indonesia Pintar (KIP), Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), dan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk anak balita dan ibu hamil.
         Sedangkan untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja, pemerintah menginisiasi antara lain melalui pendidikan dan pelatihan vokasi dan terus memperbanyak serta memperkuat pendidikan SMK dan Politeknik yang memiliki keterkaitan dengan dunia industri untuk menyiapkan sumber daya manusia yang handal dan tangguh. Seiring dengan penyiapan sumber daya manusia Indonesia, Pemerintah juga membangun sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru, kawasan-kawasan industri baru di Luar Jawa seperti Kawasan Industri Sei Mangkei di Sumatera Utara dan Kawasan Industri Morowali di Sulawesi Tengah. Pengembangan kawasan industri tersebut didukung oleh pembangunan infrastruktur transportasi untuk memperlancar konektivitas yang menghubungkan setiap jengkal wilayah Nusantara. 
       Untuk itu, Pemerintah terus mendorong pembangunan energilistrik di 31 lokasi prioritas dan meneruskan pembangunan berbagai Base Transceiver Station (BTS) sehingga kecamatan-kecamatan di perbatasan dan garis perbatasan NKRI dapat mengakses telepon dan informasi.
Sehingga kita akan menjadi bangsa maju yang diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain di dunia apabila kita memiliki daya saing. Jokowi juga mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama memerangi korupsi dan terus mendukung setiap usaha, dari semua pihak, dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi yang menggerogoti uang rakyat serta memperkuat KPK. Selanjutnya, dalam menatap daya saing Indonesia ke depan, kita harus mengantisipasi perubahan dunia yang sangat cepat dan serba digital. Kita harus terus meningkatkan efisiensi dan daya saing nasional dengan terobosan digital di kerja-kerja birokrasi, pelayanan rakyat, pengembangan UMKM, cara kerja ekonomi nasional dan penyaluran bantuan sosial dan subsidi Non-Tunai.
         Masih kata Jokowi, salah satu janji kemerdekaan seperti tercantum dalam pembukaan konstitusi adalah, kita ikut serta dalam upaya memelihara ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial yang mengharuskan kita semua untuk menjalankan politik luar negeri bebas dan aktif. Di tengah gelombang globalisasi yang berubah cepat dan ekstrim, kemandirian bangsa Indonesia adalah pilar yang sangat penting guna mewujudkan kesejahteraan rakyat dan menegakkan keadilan sosial. "Saya ingin menegaskan pentingnya demokrasi serta stabilitas politik dan keamanan guna mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Melalui demokrasi, kita menjaga kedaulatan rakyat dan kerukunan dalam keragaman.
        Terima kasih atas gotong royong semua pihak, khususnya rakyat Indonesia yang selama ini terus bekerjasama merawat dan menjaga setiap jengkal tanah, setiap ombak lautan, dan setiap kaki langit Tanah Air Indonesia tercinta ini,"tegas Jokowi. "Sekali lagi, saya serukan kepada seluruh rakyat Indonesia, untuk terpanggil menjalankan tugas dan tanggungjawab kebangsaan kita untuk ikut serta bela negara, di manapun kita berada, apapun pendidikan kita, apapun profesi kita, apapun pekerjaan kita, semua punya hak, semua punya kewajiban, semua punya kesempatan yang sama untuk bela negara. Bagi yang diberi amanat oleh rakyat, yang sedang memanggul mandat dari rakyat, agar tetap teguh menjadikan kesejahteraan umum dan keadilan sosial sebagai haluan dan tujuan kerja bersama kita, demi terwujudnya Indonesia Raya. "Dirgahayu Republik Indonesia! Dirgahayu Negeri Pancasila", pungkas pemegang kekuasaan pemerintahan tertinggi di Indonesia itu.(al)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda