sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

Jadwal PD 2018

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » TMMD Reguler Ke-99 Ngebel Resmi Ditutup Kadispers Lanud Iswahjudi

Penutup program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-99 yang dilaksankan selama satu bulan di Desa Sahang dan Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Rabu, (2/8/17).
Ponorogo, Larast Post  - Kepala Dinas Personil (Kadispers) Lanud Iswahjudi Kolonel Pnb Wastum, S.E, M.MP. secara resmi menutup program TNI Manunggal Membangun Desa atau TMMD ke-99 yang dilaksankan selama satu bulan di Desa Sahang dan Desa Ngrogung, Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo. Rabu, (2/8/17). Upacara penutupan digelar di Lapangan Kecamatan Ngebel dan diikuti oleh pasukan TNI, Polri, Satpol PP, Ormas, mahasiswa dan juga pelajar.

Turut hadir dalam acara tersebut, para pejabat perwakilan dari Kodam V/Brawijaya, Kasrem 081/Dsj Letkol Inf Jemz A. Ratu Edo, Dandim Jajaran Korem 081/Dsj, Danyonif 511/DY, Danyon 463 Paskhas, Kapolres Trenggalek bersama jajaran Forkopimda serta Kepala OPD Pemkab Ponorogo.

Dalam amanatnya Kasad Jenderal TNI Moelyono selaku PJO TMMD yang dibacakan oleh inspektur upacara Kolonel Pnb Wastum mengatakan  bahwa "Selama satu bulan sejak tanggal 4 Juli 2017, para prajurit, Pemerintah Daerah dan segenap komponen masyarakat telah bahu membahu menyelesaikan program TMMD ke-99. Kebersamaan ini merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan Bangsa pada masa sekarang ini, termasuk membantu Pemda mempercepat pembangunan di daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan Kemanunggalan TNI-Rakyat guna menyiapkan Ruang, Alat dan Kondisi Juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan Negara".

Lebih lanjut Kasad menyampaikan, "Program TNI Manunggal Membangun Desa ini telah dimulai sejak tahun 1980-an dengan sebutan Program ABRI Masuk Desa (AMD). Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD yang telah berlangsung selama lebih kurang 37 tahun ini, semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.Program TMMD masih sangat dibutuhkan, mengingat sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan, sehingga keterlibatan TNI dalam membangun sarana prasarana" ungkap Kasad.

Selain itu Kasad juga menyampaikan, program TMMD yang semula diselenggarakan 2 kali dalam setahun, kini ditambah menjadi 3 kali. Hal ini dilakukan, selain sebagai bentuk kepedulian TNI dalam membantu akselerasi program pembangunan di wilayah-wilayah yang sulit terjangkau, juga sebagai salah satu upaya untuk melestarikan budaya luhur Bangsa Indonesia yang menjadi makna inti dari Pancasila, yaitu gotong royong. Melalui pelestarian budaya gotong royong dan kemanunggalan dalam program TMMD ini", lanjut Kasad.

Kasad juga menyampaikan perhomohonan maaf atas nama anggotanya, "Selanjutnya apabila dalam pelaksanaan TMMD ke-99 ini, terdapat tutur kata dan tingkah laku para prajurit saya yang tidak berkenan di hati masyarakat, baik disengaja maupun tidak, saya selaku Penanggung Jawab Operasional TMMD menyampaikan permohonan maaf", pungkas Kasad.

Sementara itu usai menutup TMMD, Kolonel Pnb Wastum beserta pejabat TNI lainya meninjau ke lokasi TMMD yang berada di Desa Sahang dan Desa Ngrogung, Kec. Ngebel, Kab. Ponorogo yang berupa hasil pembangunan Jembatan, Renovasi RTLH, Pavingisasi Jalan Desa, Pembangunan Poskampling, Pembuatam Talud dan renovasi TK. (sg, pen)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda