sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Olah Raga

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Selebrity

E-Papper

» » Warga Selenggarakan Sedekah Bumi dan Karnaval

Karnaval budaya dan sedekah bumi 
Pasuruan, Larast Post - Karnaval budaya dan sedekah bumi (Tasyakuran Desa) agenda rutin bagi warga saat peringatan HUT Kemerdakaan RI, dengan tema karnaval; Aku cinta Indonesia, di gelar pada Kamis (17/8/2017), di Dusun Klangkung Desa Nogosari Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan.

Pada kegiatan itu, para peserta pawai banyak yang mengenakan pakaian ragam budaya Indonesia, pasukan berseragam doreng dengan persenjataan lengkap berbaris rapi, kendaraan lapis baja yang terbuat dari kardus bekas yang tidak terpakai dimodel sedemikian rupa sehingga menyerupai aslinya, melaju sepanjang jalan desa.


Sungguh tak disangka dalam acara pawai karnaval kali ini ada yang mengusung replika berbentuk Siluman karang suwung, padahal tidak ada yang mengetahui bentuk siluman karang suwung. 

“Menurut cerita legenda Siluman karang suwung penjaga sebuah karangan yang berada di desa ini, siluman ini  berbentuk Ular kalau berjalan tiap langkahnya berbunyi, dung-dung-dung,” kata Kartono seorang warga.

Dalam acara pawai karnaval bikin gelak tawak warga, karena ada yang memakai kostum pocong, ibu-ibu jadi dokter, pria jadi ibu hamil dan para ‘tentara kardus’ yang dilakukan para peserta pawai tersebut.


Sebuah replika berbentuk gunung yang dipenuhi buah salak dan buah-buah sayuran lainya, ini ada daya tarik para warga yang menonton di sepanjang yang dilewati para peserta pawai gunung yang dipenuhi buah salak, banyak warga yang antusias untuk berebut untuk mengambil buah salak.

”Ya, kami hias buah salak di atas gunung karena acara ini sekaligus tasyakuran desa. Kami membeli buah salak satu kintal untuk dipasang diatas replika itu,” ucap Dwi peserta karnaval.

Tema perjuangan dan ragam budaya mendominasi kegiatan pawai karnaval yang diikuti masing-masing RT di Desa setempat. ”Pawai karnaval ini diikuti 6 RT berjumlah sekitar 1500 peserta yang mengikuti pawai,” kata Gunar Siswoko Anggota BPD. 

Ia menambahkan, acara pawai ini menggunakan Aggaran swadaya masyarakat seperti di RT 04. “Acara ini memakan biaya 7 juta rupiah. Ya, Kekompakan ini yang kita usung untuk sesuai HUT RI 72 dengan tema kerja bersama,” ujarnya. (Abdullah)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda