sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

Jadwal PD 2018

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » HUT Korpaskhas ke 70, Kasau: Korpaskhas Makin Profesional dan Handal

Karmaye Vadikaraste Mafalesu Kadacana, Bekerja Tanpa Menghitung Untung dan Rugi
Prosesi kegiatan upacara HUT Korpaskhas ke 70 di Lanud Adi Sutjipto Yogyakarta.
Yogyakarta, Larast Post - Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin Upacara puncak peringatan HUT Korps Paskhas Ke-70 di Shelter Grob Lanud Adisutjipto, Yogyakarta pada Selasa (17/10/17) pagi.

Upacara yang diikuti sekitar 1400 Pasukan Khas TNI AU dari berbagai Kota, yaitu Wing 1 Jakarta dan Madiun, Wing 2 Malang dan Pusdiklat serta Makorpaskhas Bandung. Bertindak sebagai Komandan Upacara adalah Komandan Wing 1 Paskhas Jakarta, Kolonel Pas Roy Bait.

Pada kesempatan tersebut Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan, selamat ulang tahun kepada seluruh warga Korps Paskhas dimanapun berada dan bertugas. Kasau berharap semoga Korps Paskhas dan jajarannya dapat lebih meningkatkan profesionalitas dan kualitas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Pada kesempatan itu pula Kasau memberikan penghargaan yang tinggi kepada pendahulu, pelopor dan sesepuh Korps Paskhas, atas jasa-jasanya yang telah meletakan dasar-dasar yang kokoh, sehingga pasukan yang dikenal dengan ”Baret Jingga" dapat tumbuh dan berkembang hingga kini.

Disebutkannya, Korpaskhas secara historis telah menorehkan tinta emas, tepatnya 17 Oktober 1947 saat dilaksanakan operasi penerjunan pertama di Kotawaringin, Kalimantan Tengah.

"Meskipun minim pengalaman dan perlengkapan, namun prajurit Angkatan Udara saat itu, penuh semangat dan keberanian berhasil melaksanakan tugas  dengan baik dan membanggakan," tegas Kasau ketika memberikan amanat pada Upacara Hut Korpaskhas ke 70 tersebut.

"Operasi penerjunan pertama itulah, menjadi tonggak sejarah lahirnya Korpaskhas, dan sejalan dengan perjalanan waktu, satuan yang dulu dikenal dengan Pasukan Gerak Tjepat (PGT) telah berkiprah dalam berbagai pengabdian kepada bangsa dan negara sampai dengan saat ini," ucap Kasau.


Kasau melanjutkan, pada dasarnya, keberhasilan prajurit Paskhas dalam setiap penugasan, baik di dalam maupun luar negeri merupakan refleksi dari betapa pentingnya militansi dan profesionalisme bagi seorang prajurit.

Setiap keberhasilan yang telah diperoleh harus menjadi pemicu semangat untuk dapat mewujudkan kesiapsiagaan dalam menyongsong tugas ke depan yang semakin berat dan kompleks.

Untuk itu, pembangunan kemampuan, militansi dan profesionalisme harus terus dilaksanakan secara konsisten dan berkesinambungan melalui pembinaan personel yang dilakukan secara terarah,  baik dari aspek mentalitas yang tercermin dalam disiplin, jiwa korsa dan semangat juang yang tinggi.

"Saya yakin, bahwa ke depan seluruh prajurit Korpaskhas akan semakin profesional dan handal dalam setiap pelaksanaan tugas, dan moto "Karmaye Vadikaraste Mafalesu Kadacana" yang berarti "Bekerja Tanpa Menghitung Untung dan Rugi", akan selalu terpatri dalam jiwa dan raga setiap Prajurit Paskhas," pungkas Kasau.


Peringatan HUT Korpaskhas ini, merupakan kali pertama yang digelar di Lanud Adisutjipto Yogyakarta, bertemakan "Dilandasi Jiwa Ksatria, Militan, Loyal dan Profesional Korpaskhas Siap Melaksanakan Tugas TNI
Angkatan Udara.”

Usai upacara digelar, dilaksanakan sejumlah demonstrasi Pasukan Khas diantaranya ketangkasan prajurit, senam senjata, senam balok dan halang rintang didalamnya panahan, perkelahian tangan kosong.

Tak hanya itu, masyarakat khususnya Yogyakarta dapat menyaksikan langsung aksi Satbravo-90 (Satuan Bravo 90) Paskhas TNI AU salah satunya aksi tembak ekstrim berhadapan dengan jarak 7m diatas kendaraan, jarak kepala dengan peluru hanya berkisar 30 cm, demo fast drive dan operasi pembebasan sandera di bus.

Hut Paskhas ke 70 juga dimeriahkan aksi terjun payung static yang diikuti oleh 64 penerjun gabungan dari Paskhas dan 100 penerjun free fall.  Semua aksi para prajurit Paskhas itu didatangkan dari Madiun, Malang, Bandung dan Jakarta.

Demo Alutsista juga turut meriahkan acara tersebut, diantaranya 2 pesawat Hercules C130,  2 unit Pesawat Colibri dan aksi manuver dan pelepasan tembakan serta pengeboman pesawat tempur T50i Golden Eagle dan F-16 Fighting Falcon dari Madiun.(sugih/her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda