sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Lennis Kagoya : Perlu Pendampingan Pembentukan BUMD Di Papua

Lennis Kagoya saat memberikan keterangan kepada wartawan
Jakarta, Larast Post – Staf Khusus Presiden, Lennis Kagoya berharap adanya bantuan pendampingan dari pemerintah untuk membuat Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) agar barang yang datang ke Papua tidak ditangani langsung oleh swasta.

“Arahkan Pemerintah Papua punya kewajiban buka namanya BUMD. Jadi, barang subsidi pemerintah itu, sama harga yang di Papua, jadi harganya sama. Jadi itulah yang namanya keadilan sila kelima,” ucap Lennis, kepada wartawan, pada Jumat (13/10/2017) sore di Jalan Veteran III, Gedung Kementerian Sekretariat Negara Sayap Timur Lantai I, Jakarta.

Lennis mengaku terus memperjuangkan bagaimana caranya Papua harus damai dan sejahtera, salah satunya dengan mencari solusi agar harga sama dengan daerah lain. “Kami mendatangkan kapal ro-ro yang kapal besar, kapal yang cepat. Kapal cepat ini akan masuk ke Papua, sampai di jadwalnya di Sorong, Manokwari, Jayapura, Nabire dia akan masuk semua,” kata Lennis. 

Sebelumnya, Lennis mengungkapkan, dirinya baru saja berkeliling selama dua minggu di Papua, mulai dari Wamena, Jayapura, Nabire, Sorong, Manokwari, Raja Ampat. “Rakyat Papua sangat terima kasih kepada Presiden dan kementerian terkait program yang turun ke daerah terutama tol laut,” ujar Lennis.

Menyinggung soal pembangunan pelabuhan, ia menyatakan, perlu keterlibatan dari masyarakat Papua untuk ikut serta dalam pembangunan. 

Menurut Lennis, progres tol laut di Papua sudah mulai jalan dan hampir rampung. “Hampir 80%, sudah bagus. Sedikit lagi yang tadi kalau kita masukkan kapal ini, kapal cepat yang ini harganya turun, berarti kan sudah 90% bisa jalan ke depan. Jadi kepemimpinan Pak Jokowi saya sebagai staf khusus saya merasa bahagia harga sama dengan Jawa,” ungkapnya.

Mengenai perbaikan di daerah Papua lain, Lennis sampaikan bahwa yang perlu diutamakan yakni Pelabuhan Nabire. Ia menambahkan bahwa infrastruktur jalan di Nabire sudah bagus. “Trans Papua sudah masuk dari Kabupaten Deiyai, Paniai, Intan Jaya sudah masuk. Itu susah tapi sudah mulai masuk. Terus jalan dari Nduga, Wamena ke mana lagi itu sudah mulai masuk. Jadi jalan di papua untuk trans papua sudah bagus tinggal di Merauke dengan Boven Digul,” pungkas Lennis seraya menyampaikan agar para menteri terkait menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang belum selesai. (her, sg, ram)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda