sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Miras Ilegal Kian Marak, Diduga Oknum Aparat 'Ada Main'

ilustrasi miras redlabel.
Jakarta, Larast Post - Minuman keras beralkohol (Miras) ilegal kian merajalela di Ibu Kota.

Padahal Menteri Menteri Keuangan beberapa waktu lalu menegaskan telah meminta aparat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) memperketat pengawasan masuknya barang-barang impor, khususnya minuman beralkohol kategori red label (ilegal).

Kenyataan di lapangan tak sejalan dengan visi dan misi Kementerian Keuangan, faktanya peredaran miras illegal kian marak di ibukota. Diduga kuat lancarnya praktik penggelapan pajak bea impor miras illegal tersebut akibat oknum aparat "yang bermain".

Dugaan keterlibatan oknum tersebut, menurut temuan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)  Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) sangat kental dan sudah berlangsung sekitar satu tahun.

Disebutkan, oknum di Polres Pelabuhan Tanjung  Priok diduga telah  menyalahgunakan wewenang, karena selama ini ‘tutup mata’ terhadap kegiatan masuknya minol illegal ke Jakarta. Sehingga diduga telah terjadi praktik pungli terkait penyelundupan minol yang diduga dibackup oknum Polres Pelabuhan Tanjung  Priok. Khususnya, yang terjadi sekitar bulan Agustus 2017.

Adapun kronologi dari dugaan penyalahgunaan wewenang dimaksud yaitu; minol  sebanyak 7000 botol dari  berbagai merk dari Singapore masuk  ke Kepri, kemudian minol tersebut dikirim ke Jakarta menggunakan kapal Pelni. Agar mulus masuk ke ibukota, pemilik berkordinasi dengan oknum berinisial F dan LS  yang dimintakan biaya Rp.400.000,- perkoli. Pada saat, minol illegal tersebut masih  di atas kapal ditangkap pihak Polairud Mabes Polri dan kemudian  hasil  tangkapan   tersebut diserahkan kepada pihak Kanwil DJBC DKI Jakarta.

Pemilik minol lantas meminta pertanggungjawaban kedua oknum tersebut, yang kemudian dijanjikan  barang miras 72 koli tersebut akan dikembalikan. Beberapa waktu kemudian pemilik barang berinisial S. menerima barang mirasnya sebanyak lima dus dari kedua oknum polisi  tersebut.

Menurut Hasudungan S., Direktur Eksekutif LSM GIAK, pihaknya mengklarifikasi temuan tersebut kepada pihak Polres Pelabuhan Tanjung  Priok, dalam hal ini, Kasat Reskrimum,  yangg menyatakan dia siap bertanggungjawab atas kesalahan anak buahnya. 

Sementara itu, pihak Kapolres Pelabuhan Tanjung  Priok yang dikkonfirmasi Koran ini melalui Surat Konfirmasi Nomor: 111/Kf/Red/MdT/Jkt/X/2017 tertanggal 4 Oktober 2017, hingga berita ini ditulis belum memberikan jaawaban. (Sugih)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda