sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » 3 Sekolah Di Pasuruan Raih Adiwiyata Mandiri


Pasuruan, Larast Post - Pada tahun 2018 akan datang, Pemkab Pasuruan mentargetkan jumlah sekolah yang meraih predikat sebagai sekolah Adiwiyata mandiri semakin banyak.

Setidaknya saat ini ada 3 sekolah yang dinominasikan meraih Adiwiyata mandiri, yakni SMPN 2 Bangil, SMPN 1 Grati dan SMPN 1 Pohjentrek.

Muhaimin, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pasuruan mengatakan, setiap tahunnya selalu ada sekolah yang disiapkan untuk menuju Adiwiyata mandiri, di mana sekolah-sekolah tersebut harus bisa meraih predikat dari sekolah Adiwiyata tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional.

“Kita terus melakukan sosialisasi ke semua sekolah yang siap menuju Adiwiyata. Tentu saja sebelum mandiri harus melewati tahapan mulai dari Adiwiyata Kabupaten, Provinsi sampai tingkat Nasional,” kata Muhaimin pada Sabtu (04/11/2017).

Menurutnya, untuk dapat meraih predikat sebagai sekolah Adiwiyata Nasional hingga Mandiri, setiap sekolah dituntut untuk dapat melakukan lompatan, baik passing grade maupun 4 komponen penting, yakni Kebijakan, Kurikulum, Partisipasi, dan Sarana Prasarana. Khusus untuk mandiri, harus ada 10 sekolah imbas yang dibina oleh masing-masing sekolah yang dinominasikan oleh Mandiri.

“Kita bangga sekali dengan semakin bertambahnya jumlah sekolah di Kabupaten Pasuruan yang mendapat predikat sebagai sekolah cinta lingkungan, karena kita sadari bahwa lingkungan adalah bagian paling dekat dari kita, sehingga sepatutnyalah kita harus menjaga dan merawatnya,” terangnya.

Dirinya menargetkan, ketiga sekolah tersebut akan naik level menjadi sekolah Adiwiyata mandiri pada tahun 2018 mendatang. Hal itu diakuinya, setelah melihat kesiapan dari seluruh sekolah tersebut untuk meraih predikat baru.

Langsung atau tidak langsung kita ingin sekali melihat banyaknya sekolah Adiwiyata di Kabupaten Pasuruan. Kalau semakin banyak, maka kita tidak perlu susah-susah untuk mensosialisasikan kepada warga sekitar, karena sekolah adalah rumah kedua bagi anak didik kita, yang selanjutnya merekalah yang akan merubah perilaku keluarga maupun warga di sekitar tempat tinggalnya untuk mencintai dan peduli dengan lingkungan,” tandasnya.

Sementara itu, Maskun Rokhman, Kepala SMPN 2 Bangil mengungkapkan, untuk mencapai predikat sebagai sekolah Adiwiyata, pihaknya telah memiliki 10 sekolah imbas, yakni 4 sekolah di wilayah Kecamatan Kraton, 3 sekolah di Rembang dan 3 sekolah di Bangil.

Ada yang SD dan juga SMP, dimana kami terus melakukan sosialisasi Adiwiyata agar sekolah-sekolah tersebut memiliki kemauan untuk menjadi sekolah yang peduli terhadap lingkungan. “Ini adalah persyaratan wajib yang harus dimiliki sekolah yang mau mandiri,” ungkapnya kepada wartawan .

Tak selesai sampai di sekolah imbas, SMPN 2 Bangil juga mengembangkan banyak program, di antaranya pengembangan kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, pengembangan kurikulum berbasis lingkungan, pengembangan kegiatan lingkungan berbasis partisipatif, serta pengelolaan sarana pendukung sekolah yang ramah lingkungan, yakni mewujudkan sarana dan lingkungan sekolah yang asri, rindang, tertib dan bersih.

“Kita punya kegiatan yang kita namakan (GASING) Gerakan Bersih Lingkungan. Hal itu kita lakukan setiap hari, di mana sebelum bel masuk sekolah berbunyi, semua siswa membersihkan sampah di masing-masing kelas atau di depan kelas, supaya mereka semua memahami bahwa kebersihan itu penting,” tarngnya. (Abdullah)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda