sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

Jadwal PD 2018

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Buruh Apresiasi Ajakan Silaturahmi Bersama Kapolda Jatim

Kapolda Jawa timur Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin bersama perwakilan para buruh Se Jawa Timur.

Surabaya, Larast Post - Sejumlah perwakilan buruh yang hadir diacara silaturahmi bersama Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa timur Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin mengapresiasi langkah sang Jenderal. Pasalnya, dalam sejarah kepolisian di Jawa timur para buruh belum pernah mendapat undangan tersebut.

"Sepanjang sejarah baru kali ini di ajak ngopi dan makan pagi bersama Kapolda Jatim dengan judul yang seksi, mentereng dan seksi karena bahasa pak Kapolda silaturahmi bersama serikat pekerja atau serikat buruh. Dulu ketemu dengan tokoh buruh yang di undang sedikit sekarang sudah di undang semua," ucap Ahmad fauzi selaku Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa timur Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Selasa (07/11).

Dirinya mengajak para anggota serta federasi buruh yang ada, untuk mengedepankan kondusifitas Jawa timur diatas kepentingan buruh.

"SPSI harus rukun agar Jatim sejuk untuk itu kami sampaikan tabligh SPSI di 38 kabupaten, silahkan Bapak Ibu idealisme yang tinggi namun idealisme tidak boleh membunuh industri. Saya sampaikan dimana saja," lanjutnya.

Ia berandai, kalaupun gaji buruh 10 juta perbulan menurutnya hal tersebut tidak menjadi jaminan tidak adanya konflik.

Sepakat dengan Fauzi, Wakil Presiden KSPI Ali akbar juga menyampaikan pergerakan unjuk rasa agar tidak melanggar aturan, termasuk dalam penetapan UMK.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menyoroti soal Peraturan Pemerintah (PP) nomor 78 tahun 2015 yang menurutnya perlu dilakukan evaluasi, "Karena aturan tersebut mengakibatkan disparitas antar daerah tinggi," imbuhnya.

Pihaknya merasa Undang-undang (UU) nomor 13 tahun 2003 sudah mencakup kepentingan buruh yang tak perlu lagi ada peraturan lain terkait ketenaga kerjaan.

Acara yang digagas Kapolda tersebut diharapkan dapat berjalan secara kesinambungan dan menjadi rutinitas jajarannya ke depan.

"Nomor satu itu adalah keamanan, kalau aman orang pasti akan datang. Termasuk aman antara industri dan pekerjanya, kalau ada perselisihan harus di match kan kedua belah pihak dan pemerintah harus menjembatani," papar Kapolda Jatim.

Terkait penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kapolda juga berharap agar segera ditemukan kesepakatan sehingga aktivitas dapat berjalan dengan baik. Ia juga berpesan kalau pun ada yang melakukan aksi baik di wilayah hukumnya maupun di Jakarta, bisa berlangsung dengan damai.

Perwakilan buruh yang hadir dalam silaturahmi kali ini diantaranya, Wakil Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Jakarta Ali akbar, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa timur Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Ahmad Fauzi, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnaker dan Transmigrasi) Pemprov Jatim Setiajit dan sejumlah perwakilan buruh daerah.(Muji)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda