sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » Dinas Kesehatan Adakan Pengobatan Gratis Dampak PembangunanTol (Pas--Pro)

Polres Pasuruan Kota menggelar Bhakti Sosial dan Pengobatan Gratis, di Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati,
Pasuruan, Larast Post - Memastikan tak ada warga yang terkena dampak pembangunan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Kementerian PU-PR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) melalui PT Waskita Karya, Dinas Kesehatan dan Polres Pasuruan Kota menggelar Bhakti Sosial dan Pengobatan Gratis, di Desa Ranuklindungan, Kecamatan Grati, pada Rabu (8/11/2017).

Pengobatan tersebut diikuti oleh sekitar 175 orang yang berasal dari 3 desa, yakni 75 warga Desa Ranuklindungan, 60 warga Desa Sumberdawe, dan 40 warga Desa Gratitunon. Sejak dibuka pukul 10.00 WIB, seluruh warga langsung berjejer antre, menunggu diperiksa oleh tenaga medis yang siap di tempat acara.

“Gatal-gatal dan suka linu kalau jalan kaki. Ya semoga dapat obat dan cepet sembuh,” ungkap Sumarmi (52), salah satu warga Sumberdawe.

Sementara itu, Agus Winarno, PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) Pembebasan Lahan Tol Paspro Kementerian PU-PR mengatakan, pengobatan gratis meliputi pemeriksaan kesehatan, khususnya bagi warga yang mengeluhkan sakit pernafasan akibat dari pembangunan Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk bisa membantu masyarakat. Juga memberikan perhatian pasca putusnya tol yang telah membuat 1 orang meninggal dunia dan 2 orang luka-luka. Kami ingin memastikan kesehatan warga sekitar,” kata Agus di sela-sela acara.

Di sisi lain, saat ditanya seputar kelanjutan pembangunan tol paspro, Agus menegaskan bahwa proses pengerjaannya sedikit terhambat dengan belum dibebaskannya lahan atau tanah kas desa. Sedikitnya, terhitung 16 hektar tanah kas desa masih harus menunggu ijin pelepasan Gubernur Jawa Timur.

“Kalau kita prosentase setara dengan 4% dari seluruh kebutuhan lahan yang harus dibebaskan untuk kebutuhan pembangunan proyek tol sepanjang 31,30 kilometer ini. 32 bidang lahan milik desa yang sampai saat ini masih harus menunggu perijinan pelepasan, termasuk diantaranya satu bidang tanah kas desa di wilayah Kabupaten Pasuruan,” tegasnya. (Abdullah)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda