sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Gubernur Ngamumule Lembur Ke-6, Aher Blusukan ke Gunung Sindur

Foto bersama gubernur jawa batat, Ahmad Heryawan ( Aher) dibarisan belakang diantaranya, ketua DPRD kabupaten  Bogor, Ade Rohendi (baju kemeja putih) sebelah kanan kades pengasinan Rusli Pranata SE, Kades cibinong, Aken Hapian, anggota BPD pabuaran, Jarman, sebelah kirinya kades jampang, Maman Suherman  dan kades pabuaran Mad Aidin SE ( untuk berita desa emas)
Bogor, Larast Post - Dalam upaya mewujudkan kemandirian desa menuju desa emas, Pemprov Jawa Barat kembali menggelar program Gubernur Ngamumule Lembur (GNL) yang ditahun keenamnya ini Desa Pabuaran Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor, dipilih menjadi desa yang dicanangkan sebagai desa emas.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) didampingi Sekda Kabupaten Bogor, Wakapolda Jabar dan unsur FKPD lainnya blusukan di desa Pabuaran dan beberapa desa lainnya di Kecamatan Gunung Sindur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Banten.

“Ini kan acara yang mengajak kita untuk apruk-aprukan atau blusukan ke kampung-kampung. Alhamdulillah kita sudah blusukan di perkampungan di Gunung Sindur, desa Pabuaran dan sekitarnya yang berbatasan langsung dengan Provinsi Banten,” kata Aher.

Di Pabuaran, Aher bertemu langsun dengan para kepala desa dan berbincang langsung dengan masyarakat. Sekaligus juga meninjau peternakan yang punya potensi ekonomi tinggi untuk dikelola.

“Tadi melihat pemberdayaan ekonomi yaitu pemberdayaan bebek yang punya potensi sangat kuat karena dikelola secara modern dan melibatkan banyak masyarakat, ini harus kita dukung. Lalu ada sekolah unggulan juga,” ujarnya.

GNL merupakan program Pemprov Jabar dalam memajukan pembangunan di pedesaan. Dengan berkunjung ke desa-desa, GNL bertujuan untuk mengokohkan program-program pedesaan baik program desa yang bersumber dari APBN maupun APBD.

Penetapan desa Pabuaran menjadi lokasi GNL 6 ini karena selain memiliki potensi menjadi desa industri, desa tesebut juga merupakan desa yang berbatasan langsung dengan provinsi Banten. Dengan penduduk desa yang heterogen dalam hal etnis, suku dan agama, Pabaruan juga menjadi pilot project desa emas di Jabar bersama 19 desa lainnya.

“Pabuaran ini masuk dalam kategori pembangunan desa emas dan keberhasilannya akan terus kita pantau karena kalau desa emasnya berhasil maka di tahun-tahun kedepan desa emas yang lain akan kita gulirkan, sehingga secara perlahan tapi pasti membangun dari pinggiran sebagaimana amanat nawacita akan tercapai,” ujar Aher.

Dalam kesempatan tersebut, Aher meresmikan kantor Desa Pabuaran dengan gedung baru berlantai dua dan pengelolaan BUMDes.

Pada kesempatan terpisah Jarrman, selaku anggota BPD Pabuaran kepada Larast Post mengatakan bahwa, Gubernur Jawa Barat, Aher pun sempat menyinggung soal kembali rusaknya ruas jalan provinsi akibat sering dilintasi oleh truk bertonase besar yang mengangkut batu dan pasir di wilayah Gunung Sindur. Padahal Pemprov Jabar telah mengeluarkan dana hingga ratusan Milyar untuk perbaikan jalan tersebut.ucap jarman Untuk itu gubernur mengajak kepada semua pihak khususnya pengusaha tambang agar terlibat langsung dalam penataan jalan.

Ketua Tim GNL 6, Afriandi menuturkan, dalam kegiatan tersebut dihasilkan catatan penting yang harus ditindak lanjuti. Diantaranya penetapan dan penegasan batas desa, penataan ruang dan penggalian potensi desa, administrasi keuangan dan kependudukan serta peningkatan layanan kesehatan.

“Masih banyak tantangan untuk mewujudkan desa emas ini kami dan desa emas bisa dihasilkan oleh kecamatan emas yang dibangun oleh kabupaten emas dan didukung pula oleh provinsi emas,” tutur Afriandi.

Dikesempatan sebelum adanya kunjungan gubernur jawa barat Kades Pabuaran, Mad Aidin SE ketika disinggung akan adanya kunjumgan jawa barat satu, ke desa yang dipimpinnya kepada Laras Post mengatakan bahwa, gubernur akan melihat beberapa pembangunan  baik kantor desa, infrastruktur, jalan, tempat potensi pariwisata, perekonomian, pendidikan, kesehatan serta kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di Desa Pabuaran, khususnya maupun desa desa lainnya pada umumnya.

Pada kesempatan terpisah Asep Sopyan Darsah salah satu stap desa saat diminta tanggapan tentang desa emas, mengatakan bahwa, desa emas apa bila  masyarakat desa telah mampu untuk membeli emas kemudian timbul pertanyaan siapa masyarat yang dimaksut itu?  sudah tentu masyarakat yang mempunyai pekerjaan dan usaha bukan hasil dari menjual aset yang ada pada mereka untuk dibelikan emas. “Kemudian siapakah masyarakat yang  memiliki pekerjaan dan usaha  itu? jawabannya cukup simple yaitu masyarakat yang memiliki pendidikan dan skil,” ujarnya. (RUM/AM)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda