sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Megapolitan

Polkam

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

LARAS JATENG

Olah Raga

Bisnis

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

» » Indonesia Desak PBB Wujudkan Kemerdekaan Palestina

40th Asean - US Annyversary
Manila, Larast Post - Indonesia akan terus membantu Palestina dalam mewujudkan kemerdekaan. Bahkan Presiden Joko Widodo meminta PBB agar lebih berkontribusi mewujudkan impian rakyat Palestina.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi, saat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-9 ASEAN-PBB, pada Senin (13/11/2017) malam, di Philippines International Convention Center (PICC), Manila, Filipina.

Secara khusus, Presiden Jokowi menitipkan Palestina kepada Sekjen PBB. “Saya paham bahwa kemerdekaan penuh Palestina tidak mudah. Namun, saya berharap di bawah kepimpinan Yang Mulia, isu Palestina dapat mengalami kemajuan yang signifikan,” ujarnya.

Presiden juga menegaskan, bahwa Indonesia akan terus membantu Palestina mewujudkan impiannya untuk mendapatkan kemerdekaan penuh.

Selain itu, Presiden Jokowi juga mengingatkan, ASEAN dan PBB memiliki misi dan agenda yang sama. Untuk itu, sinergi antara ASEAN dan PBB harus terus diperkuat.

Krisis Kemanusiaan Rakhine

Sebelumnya, saat berbicara pada Pleno KTT ke-31 ASEAN di Manila, Filipina, Senin (13/11/2017) siang, Presiden Jokowi menyampaikan keprihatinannya atas terjadinya krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar. 

Presiden Jokowi mengingatkan, ASEAN tidak dapat berdiam diri atas terjadinya krisis tersebut, karena krisis ini tidak saja menjadi perhatian negara-negara anggota ASEAN namun juga dunia.  “Kita harus bergerak bersama. Myanmar tidak boleh tinggal diam. ASEAN juga tidak boleh tinggal diam,” tegasnya.


Menurutnya, untuk mengatasi krisis kemanusiaan ini, harus ada kepercayaan dan solidaritas di antara negara-negara anggota ASEAN. “Semakin lama masalah ini dibiarkan maka akan berdampak pada keamanan dan stabilitas kawasan termasuk munculnya radikalisme dan perdagangan manusia,” ujarnya.

Bantuan Kemanusiaan

Presiden mengungkapkan, Indonesia sendiri telah turut membantu mengatasi krisis kemanusiaan tersebut  dengan berkontribusi memberikan bantuan kemanusiaan. Indonesia bahkan telah menyampaikan usulan formula 4+1 untuk Rakhine, termasuk mendukung implementasi rekomendasi mantan Sekjen PBB Kofi Annan.

Presiden menegaskan, Indonesia juga mencatat pidato “Report to the People” dari State Counsellor Myanmar, Aung San Suu Kyi. Presiden mengharapkan agar tiga butir dalam pidato tersebut, yaitu: patriasi dan bantuan kemanusiaan; pemukiman kembali dan rehabilitasi; dan pembangunan dan kedamaian dalam jangka panjang dapat diimplementasikan.

“Indonesia mengharapkan pembicaraan antara Bangladesh dan Myanmar mengenai repatriasi dapat segera diselesaikan dan diimplementasikan,” ujar Presiden.

Presiden Jokowi juga berharap agar The ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on disaster management (AHA Centre) dapat diberikan akses secara penuh untuk dapat membantu. Ia meyakini, kegiatan AHA Centre di Myanmar akan baik bagi Myanmar dan bagi ASEAN.

Di akhir pidatonya, Presiden menegaskan sekali lagi bahwa krisis kemanusiaan di Rakhine State perlu segera diselesaikan, dan akan baik jika ASEAN menjadi bagian penyelesaian masalah. “Kita harus buktikan kepada masyarakat kita dan dunia bahwa kita mampu menangani masalah kita,” tegas Presiden Jokowi.

Sekjen PBB Apresiasi Indonesia 

Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar.

Sekjen PBB itu menyampaikan apresiasinya secara langsung saat bertemu dengan Presiden Jokowi, pada Senin (13/11/2017) malam, di Philippines International Convention Center (PICC), Manila, Filipina.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, menyebutkan, di sela-sela kesibukannya menghadiri rangkaian acara di KTT ASEAN, Presiden Jokowi melakukan pertemuan bilateral dengan Sekjen PBB Antonio Guterres.

Dalam pertemuan ini dibahas masalah penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar. “Sekjen PBB Guterres menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia dalam membantu penyelesaian krisis kemanusiaan di Rakhine State, Myanmar,” ujar Bey dalam siaran persnya.

Menurut Bey, baik Presiden Jokowi maupun Sekjen PBB Antonio Guterres, memiliki kekhawatiran yang sama mengenai krisis kemanusiaan di Rakhine State. 

Ia menyebutkan, Presiden dan Sekjen PBB sepakat untuk terus berupaya membantu penyelesaian  krisis kemanusiaan di Rakhine State. “Jika tidak selesai, maka krisis ini akan berdampak pada stabilitas dan keamanan kawasan. Krisis yang berkelanjutan juga akan melahirkan radikalisme dan bahkan meningkatnya ancaman terorisme,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, Presiden Jokowi dan Sekjen PBB membahas pentingnya segera diselesaikan MoU Repatriasi antara Myanmar dan Bangladesh. “Penyelesaian MoU sangat penting artinya bagi proses repatriasi,” kata Bey meniru ucapan Presiden Jokowi. (her, sg, ram) 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda