sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Muspurdirla Museum Wisata Edukasi Kedirgantaraan Indonesia

Sikumbang N200, Kasau: Motivasi Anak Bangsa Dalam Dunia Kedirgantaraan
Kasau marsekal Hadi Tjahjanto ketika memberikan keterangan tentang pesawat Sikumbang NU-200.
Yogyakarta, Larast Post - Museum Pusat TNI AU Dirgantara Mandala (Muspusdirla) merupakan museum yang dikelola TNI Angkatan Udara yang menyajikan secara lengkap tentang sejarah penerbangan dan dunia aviasi di Indonesia. 

Di museum ini wisatawan dapat menyaksikan beragam koleksi alutsista dan pesawat mulai dari pesawat angkut, pesawat tempur, hingga rudal TNI AU dari Jaman perjuangan hingga kekinian.
Museum Dirgantara Mandala merupakan tempat wisata edukasi kedirgantaraan Indonesia, pengunjung dapat menyaksikan puluhan koleksi pesawat, baik pesawat tempur maupun pesawat militer non tempur.

Selain koleksi pesawat, museum yang terbagi menjadi 6 ruang ini pengunjung juga dapat menyaksikan koleksi lainnya. Diantaranya koleksi foto, lukisan, tanda kehormatan, pakaian dinas, buku, senjata api, senjata tajam, mesim pesawat, radar, bom atau roket, parasut, hingga diorama yang disusun berdasarkan kronologi peristiwa. Salah satu koleksi menarik adalah diorama Satelit Palapa dan pesawat ruang angkasa Challenger yang mengorbitkan pesawat tersebut.

Kasau Marsekal Hadi Tjahjanto photo bersama Wakasau serta jajaran pejabat TNI AU lainnya.

Koleksi Baru Sikumbang NU-200 

Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Hadi Tjahjanto S.I.P menerima langsung pesawat Sikumbang NU-200 yang diserahkan Direktur Umum dan SDM PT Dirganatra Indonesia Sukatwikanto kepada Museum Muspurdirla (Museum Pusat Dirgantara Mandala) Yogyakarta, pada Selasa (17/10/17).

Pada acara Serah terima tersebut ditandai dengan penandatangan berita acara, pemotongan tumpeng serta pemotongan pita.

Dalam sambutannya, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, mengatakan bahwa Pesawat NU-200 “Si Kumbang” merupakan pesawat yang dirancang dan dibuat oleh Mayor Udara Nurtanio Pringgoadisuryo, seorang perintis Industri Pesawat Terbang Indonesia kelahiran Kalimantan Selatan. 

Disebut Sikumbang (Bee_bahasa Inggris_) karena bentuk rancangannya yang kecil dan dapat menembak dari udara, ibarat seekor kumbang yang mampu menyengat pada saat terbang. “Inisial NU berasal dari nama perancang dan pembuatnya yaitu Nurtanio, sedangkan angka 200 menunjukan kekuatan mesin yang digunakan, 200 daya kuda,” terang Kasau.

Koleksi pesawat di Museum Pusat Dirgantara Mandala Yogyakarta.

Pesawat ini mempunyai “single seater” yang dilengkapi dengan senjata otomatis untuk menembak dari udara ke darat, dan dirancang sebagai pesawat anti gerilya.

Koleksi baru Pesawat NU-200 “Si Kumbang” di MUspurdirla agar menjadi sarana edukasi baik untuk pendidikan di lingkungan TNI AU maupun bagi masyarakat umum.

Kasau berharap pesawat Sikumbang NU-200 hasil karya anak bangsa pada tahun 1954 dapat menjadi motivasi anak anak bangsa untuk terus berkarya pada bidang kedirgantaraan.

Pada acara tersebut Dihadiri Wakasau, Gubernur AAU, Danlanud Yogyakarta Kadispen AU dan para pejabat TNI Angkatan Udara lainnya. (sugih)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda