sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Wisata

Olah Raga

LARAS JABAR

» » Pemerintah Percepat Sertpikasi Tanah Di Jawa Tengah

Presiden Jokowi saat menghadiri acara Penyerahan Sertifikat Tanah untuk Rakyat di Stadion Taruna, Kabupaten Sragen, Selasa (7/11/2017). 
Sragen, Larast Post – Sertipikasi tanah di seluruh Provinsi Jawa Tengah harus selesai pada tahun 2023. Target itu lebih cepat dua tahun dibanding target sertipikasi tanah secara nasional yakni pada tahun 2025.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk menyelesaikan sertipikasi tanah di seluruh Provinsi Jawa Tengah, paling lambat pada tahun 2023.

“Saya mau tahun 2023 seluruh Jawa Tengah tanahnya bersertipikat. Jangan tahun 2025. Terlalu lama,” kata Presiden Jokowi, saat penyerahan acara sertipikat tanah, pada Selasa (7/11/2017), di Lapangan Taruna, Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah.

Dalam perkiraan jumlah bidang tanah di Provinsi Jawa tengah mencapai 21.349.486 bidang, namun hingga saat ini baru 10.039.311 bidang tanah atau 47 persen yang memiliki sertipikat. 

Sementara target program sertipikasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Jawa Tengah tahun ini mencapai 630.213 bidang tanah, dan tahun 2018 target meningkat menjadi 1.200.000 bidang tanah.

Presiden Jokowi menegaskan, percepatan sertipikasi harus dilakukan karena marakanya sengketa tanah yang terjadi akibat banyak masyarakat yang tanahnya belum memiliki sertipikat. 

“Jika Saya kunjungan ke desa-desa, banyak pengaduan mengenai sengketa tanah. Masyarakat mengadu langsung kepada saya. Sengketa tanah dapat dihindari apabila setiap masyarakat sudah mempunyai sertipikat tanah. Jika sudah punya sertipikat, tidak ada lagi yang mengaku-aku tanah kita,” tegas Jokowi.

Presiden menyebutkan, saat ini baru 46 juta tanah di Indonesia yang baru disertipikatkan sejak Merdeka. “Kita harus kerja keras karena luas wilayah Indonesia 160 juta,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil melaporkan, sertipikat tanah yang diserahkan saat kegiatan ini mencapai 10.200 bidang tanah yang berasal dari kabupaten Wonogiri, Karanganyar, Sragen, Sukoharjo, Boyolali dan Klaten  sebanyak 10.200 orang. “Masyarakat yang hadir bersama kita pada hari ini sebanyak 9.072 orang,” ungkapnya. (her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda