sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

Jadwal PD 2018

Update Hasil Pertandingan Piala Dunia 2018

Klasemen Piala Dunia 2018

» » Pertanyakan Penanganan Kasus Novel, Presiden Kembali Panggil Kapolri

Presiden menyampaikan keterangan pada wartawan saat peresmian Tol Becakayu
Jakarta, Larast Post - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memanggil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian, guna mempertanyakan kelanjutan penanganan kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan yang hingga saat ini belum terungkap.
.
“Nanti Kapolri saya undang, saya panggil. Jadi prosesnya sudah sampai sejauh mana,” kata Presiden Jokowi kepada wartawan usai meresmikan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) Seksi 1B dan 1C: Cipinang Melayu (Jakarta Timur)-Jakasampurna (Bekasi Barat), pada Jumat (3/11/2017), di Bekasi, Jawa Barat.

Penanganan kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, sudah memasuki hari ke-200, namun belum penyidik belum juga menemukan titik terang.
Presiden Jokowi menegaskan, penanganan kasus itu, harus tuntas dan gamblang. “Yang jelas semua masalah memang harus gamblang, harus jelas, harus tuntas,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi pernah memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan memerintahkan untuk segera menuntaskan kasus dugaan penganiayaan terhadap Novel Baswedan.

Menanggapi hal itu Kapolri mengatakan, Presiden memerintahkan agar dituntaskan sesegera mungkin. “Itu perintah beliau, tapi tadi kami sudah sampaikan langkah-langkah yang kita lakukan, prinsipnya kami ingin agar sesegera mungkin, tapi kadang-kadang ada kendala,” terangnya usai dipanggil Presiden Jokowi, pada Senin (31/7/2017) lalu, di Istana Merdeka, Jakarta.

Tito juga menyebutkan, tidak ada jenderal polisi yang terlibat dalam penyerangan Novel seperti diberitakan belakangan. “Tidak ada jenderal polisi (yang terlibat) karena keterangan dari 3 orang ini mereka tidak ada hubungannya dengan perkara dugaan penganiayaan ini. Setelah dicek alibi mereka detail jam per jam, menit per menit, jadi saya kira sutradara yang hebat pun akan sulit membuat alibi-alibi seperti itu,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang pengendara motor di dekat rumahnya pada 11 April 2017 seusai salat Subuh di Masjid Al-Ihsan dekat rumahnya. Mata Novel pun mengalami kerusakan sehingga ia harus menjalani perawatan di Singapore National Eye Centre (SNEC) sejak 12 April 2017. (her, sg, ram)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda