sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » RSUD Kanjuruhan VS RS Swasta

Malang, Larast Post - Salah seorang keluarga pasien  "AK" (40) tahun, yang tidak lain adalah suami dari Septi Mega (pasien) asal Karangnongko Poncokusumo Kabupaten Malang, Minggu (26/11/2017) keluhkan keanehan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan Kepanjen Kabupaten Malang. Pasalnya, pasien diminta pulang padahal masih sering meringis kesakitan.

AK sangat kecewa atas pelayanan RSUD Kanjuruhan yang diharapkan dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Hal ini kata dia, dibuktikan saat istrinya masuk Ruang Rawat Inap, kamar Irna Hasanudin Nomor VI (enam), Sabtu (18/11/17) lalu. AK menjelaskan, dari hasil cek yang dilakukan di Lab dan Radiologi, Mega dinyatakan terserang penyakit usus buntu dan harus dioperasi pada Selasa (21/11/17).

Namun, pada Senin sore (20/11) Dokter bedah kembali mengatakan bahwa pasien harus dicek kembali, dengan alasan hasil USG dari Radiologi masih meragukan, dan menyarankan untuk di lakukan test IVP agar hasilnya lebih jelas, jelas dia. Tapi anehnya, perawat RSUD setempat mengatakan kalau alat IVP masih rusak, kata Koordinator Badan Pekerja ProDesa Itu,

"Eh,,,ujuk-ujuk, Rabu siang (22/11), istri saya (pasien) diminta pulang, padahal dia masih sering mringis kesakitan," keluh AK. "Peralatan disini rusak, dan harus ke Lab lain, setelah itu boleh kembali lagi kesini," imbuhnya mengutip perkataan perawat tersebut.

Berbeda dengan RSUD Kanjuruhan masuk radiologi tidak dilayani kecuali rawat inap, akhirnya pasien terpaksa harus pesen kamar. Karena ingin istrinya sehat, AK akhirnya memutuskan untuk masuk Rumah Sakit (RS) yang cukup terkenal di Kota Malang yakni RS Lavalette.

Rumah Sakit Swasta ini kata AK, ternyata berbeda dengan pelayanan  RSUD Kanjuruhan. Di Rumah Sakit Lavalette, pasien  langsung pesen kamar tapi tidak dilayani, kecuali ada permintaan dari Dokter Radiologi.

"Dokter Radiologi malah minta pasien tidak usah rawat inap, kecuali memang sudah rekomendasi mau operasi," pungkas AK. Belajar dari kejadian ini, sejumlah pihak menganggap RSUD Kanjuruhan tidak ada bedanya dengan Hotel Convention.(al/gus)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda