sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » Satreskoba Polres Surabaya Ungkap Pabrik Narkoba di Citraland

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Drs. Machfud bersama Satresnarkoba Polrestabes Surabaya.
Surabaya, Larast Post - Polrestabes Surabaya Unit I Satresnarkoba dibawah kepemimpinan Akbp. Roni Faisal berhasil mengungkap jaringan pengedar pil berbahaya yang telah 2 bulan beroperasi dengan 4 tersangka.

Kasus itu disebut sebagai pengungkapan terbesar dalam satu tahun terakhir dengan barang bukti 3 karton berisi 450.000 butir pil OPM warna kuning, 65 karton berisi 2.640.000 butir pil carnophen, 2 drum berisi 100.000 butir carnophen, 1 unit Mesin produksi dan 3 unit Mesin press.

"Ungkap kasus ini berawal informasi yang diperoleh dari masyarakat," jelas Kapolda Jawa timur Irjen Pol. Drs. Machfud Arifin  dalam gelar ungkap kasus di bukit bali blok perum citraland Surabaya, Kamis (9/11/2017)

Saat penggrebekan dirumah salah satu tersangka Saniman (46), anggota tim satreskoba juga menangkap pasangan suami istri Sugeng (47) dan Siti (40).

Ketiga tersangka diketahui masih ada hubungan keluarga, "Dibelakang rumahnya (Saniman) ditemukan tidak banyak, dari situ kita olah lagi dan kita tarik lagi, ditemukanlah si penjaga rumah bernama Subagiono (37)," imbuhnya.

Subagiono merupakan warga Lidah kulon Surabaya berperan sebagai kurir sekaligus penjaga rumah yang dipakai tersangka untuk menyimpan serta mengemas ratusan ribu pil carnophen siap edar.

"Pil ini sangat berbahaya bagi kesehatan, dengan ancaman hukum akumulasinya hingga 15 tahun, dia ini edarkan tanpa ijin apalagi ini (carnophen) dilarang edar," lanjut Arifin.

Kapolda mengatakan jika komplotan yang tertangkap kali ini dikendalikan oleh jaringan yang ada di Jakarta, dan kasusnya sudah ditangani oleh Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Markas Besar (Mabes) Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

"Barang disini berasal dari Jakarta yang diproduksi di Jawa tengah, disini hanya sebagai lokasi pengepakan saja. Melihat jumlahnya yang banyak, barang bisa dikirm lagi keluar pulau Jawa," ujarnya.

Kini empat tersangka mendekam di tahanan Mapolrestabes Surabaya untuk dilakukan penyidikan dan pengembangan kasus. (Muji)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda