sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » Agama Dalam Perdamaian

Oleh : Michel Chrisna
Cara memandang agama telah terkotak-kotak dalam perbedaan yang begitu terlihat terutama saat agama dilihat perannya dalam menciptakan sebuah keadaan dunia yang sedang berkonflik atau dalam sebuah keadaan yang penuh dengan perdamaian. Dalam naungan agama, manusia dapat tumbuh dalam kekreatifan sehingga mampu menjalankan tugas peradaban dan kebudayaan untuk mengatur alam dan mencipta perdamaian sebagai rahmat Tuhan.

Agama sebagai alat berpindah zaman seperti mengantarkan manusia ketujuan yang berbeda dengan jalan yang berbeda pula. Dpat tampak keragaman jalan sebagai kekayaan sejarah manusia, namun dengan keadaan yang seperti ini tidak jarang terlihat bahwa ada perselisihan antar agama yang takterelakkan oleh pemeluknya dan tidak jarang memunculkan sifat yang kurang manusiawi hingga harus adanya pertumpahan darah.

Konflik telah banyak dilahirkan dari agama, namun untuk menjadikan agama sebagai sebuah substansi yang dinamis untuk menyelesaikan dan mencegah sebuah konflik dilakukan secara nyata dalam realitasnya. Potensi timbulnya konflik berlabel agama bisa teredukasi dengan memperhatikan penggunaan dogma dalam kehidupan masyarakat, perlindungan dan rasa kesetaraan terhadap minoritas dan peningkatan toleransi antar umat beragama. Hal ini perlu diupayakan sebagai wujud untuk menciptakan keadaan yang benar-benar diinginkan.

Tiga faktor penting untuk diperhatikan yang menyebabkan agama menjadi label dari sebuah konflik, yaitu dogma, etnifikasi, yang diikuti dengan hilangnya toleransi. Toleransi begitu dibutuhkan ketika perbedaan tidak dapat dihindarkan. Sebenarnya toleransi tidak bisa dikatakan telah hilang dalam kehidupan beragama, namun kecenderungan penurunannya pada sebuah warga dari lingkungan sosial yang bersifat urban, sikap dan pandangan keagamaan masyarakat (khususnya perkotaan) yang makin memperlihatkan kecenderungan intoleran.(*)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda