sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Wisata

Olah Raga

LARAS JABAR

» » BNN Bongkar Pabrik Narkotika di Diskotik MG Internasional Club


Jakarta, Larast Post – Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali mengungkap pabrik narkotika ilegal (clandestine Laboratory) Minggu (17/12/2017) sekitar pukul 01.30 WIB, di Diskotik MG Internasional Club di Jalan Tubagus Angke No. 16, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Pengungkapan oleh operasi ini, berawal dari penyelidikan yang dilakukan oleh BNN Provinsi DKI Jakarta, selanjutnya dilakukan operasi gabungan oleh BNN pusat, BNN Provinsi DKI Jakarta, Resmob Mabes Polri, Gegana Brimob Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Barat, dan Polisi Militer Kodam Jaya, untuk melakukan razia di Diskotik MG Internasional Club, di Jakarta Barat.

Dalam razia tersebut petugas melakukan tes urine kepada +170 pengunjung diskotek dan didapatkan sebanyak 128 orang pengunjung positif menggunakan narkotika. Dari lokasi razia petugas gabungan menemukan banyak bekas botol air mineral berukuran 330 ml yang labelnya telah dilepas.

Setelah melakukan penggeledahan, petugas gabungan pun menemukan 3 (buah) ruangan yang sedang digunakan untuk memproduksi narkotika jenis ekstasi cair, di lantai IV gedung diskotek tersebut. 

Berdasarakan keterangan para tersangka diketahui bahwa dalam satu malam mereka dapat menjual sebanyak 150-170 botol air mineral berisi ekstasi cair dengan omset penjualan per malam sebesar Rp 70.000.000,-.

Enam (6) orang telah diamankan dalam kasus ini dimana satu diantaranya yang merupakan koordinator dalam peredaran narkotika dan sempat menjadi DPO telah menyerahkan diri.

Keenam tersangka tersebut yaitu, SA alias Awang (pria, 32th, koordinator peredaran narkotika), WA bin TA (pria, 43th, karyawan yang menawarkan narkotika yang telah dikemas dalam botol air mineral), FE bin NA (pria, 24th, berperan mengambil narkotika yang telah disiapkan AA), MI bin KA (pria, 46th, berperan mengambil uang dari hasil penjualan narkotika dan diserahkan kepada SA), FD (pria, 40th, berperan sebagai manager operasional seluruh diskotek MG), DW (pria, 24th, koordinator karyawan, kapten diskotek MG, dan pembuat member bagi pengunjung untuk membeli narkotika

Para tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2) , pasal 112 ayat (2), subsider pasal 113 ayat (2) dan pasal 129 huruf a,b, dan c juncto pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati.

Sementara itu, seorang tersangka berinisial AS alias Rudi yang merupakan pemilik diskotek, hingga saat ini, masih menjadi DPO dan telah dilakukan tindakan pencegahan keluar negeri dan pemblokiran terhadap milik tersangka.

Dari ungkap kasus ini, petugas mengamankan barang bukti berupa peralatan dan bahan dalam pembuatan narkotika jenis ekstasi cair tersebut serta menyita sejumlah aset yang diduga milik tersangka diantaranya 1 uni rumah, beberapa dokumen keuangan dan izin pariwisata, 2 unit laptop, 2 unit brankas, dan 2 unit mobil. (tim)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda