sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » Budaya Dalam Perdamaian

Oleh : Yonatan Oktario
Ditengah gesekan horizontal atas nama politik identitas antar warga ditengah masyarakat kita, perbincangan tentang budaya damai sangat relevan, sekaligus urgen. Kita mengharapkan hidup yang damai ditengah keragaman. Namun, damai tidak sesedehana keadaan tanpa kekerasan (non-violence). Johan galtung mengatakan damai adalah keadaan tanpa kekerasan termasuk peniadaan struktur yang menyebabkan kekerasan.

Dalam pandangan Galtung, kekerasan tidak datang dengan sendirinya. Ada semacam struktur-struktur yang menyebabkan kekerasan, sehingga kita tidak hidup damai. Misalnya, struktur sosiologis masyarakat yang menyebabkan rasisme, seksisme, ataupun intoleransi religious. Ataupun kita mendapati struktur birokrasi dan legislatif yang melakukan korupsi berpretensi mendatangkan kemiskinan-kemelaratan.

Damai tidak hanya berarti bebas dari kekerasan fisik, tetapi bebas dari kekerasan psikologis. Cheng dan Kutrz (1998) mengatakan damai bukan berarti ketiadaan perang atau tiadanya kekerasan (fisik), tetapi juga penghapusan situasi-situasi yang memungkinkan kekerasan seperti ketidakadilan, kemiskinan, ataupun intoleransi.

Karena itu untuk memperjuangkan damai, kita dapat membangun “budaya damai” (culture of peace). Damai harus dibiasakan dlam masyarakat, sehingga melekat dalam jati diri kebudayaan. Dan Indonesia yang dibangun dari keragaman budaya, memiliki pula keragaman cara membangun budaya yang khas.

Budaya damai adalah serangkaian nilai, sikap, modal perilaku dan pandangan hidup yang menghormati hidup dan hak asasi manusia, menolak apapun kekerasan, dan mempromosikan kesetaraan. Karena itu, budaya damai mengusung prinsip keadilan, demokrasi, toleransi, solidaritas, kooperasi dan pluralisme.

Mari kita wujudkan budaya damai menanggapi fakta keragaman Indonesia.(*)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda