sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Wisata

Olah Raga

LARAS JABAR

» » DP3AP2KB Kabupaten Bogor Bentuk Satgas Perlindungan Perempuan Dan Anak (PPA)

Para Narasumber Yang Terdiri dari Kepala Dinas,Wakapolsek Cibungbulang, Balai Kesehjahteraan Sosial
Bogor,Larast Post - Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Gelar Acara Pembentukan satgas Perlindungan Perempuan Dan Anak Tahun 2017 pada tgl 16/11 bertempat di Aula Kantor Kecamatan Pamijahan.

Kepala Dinas melalui sambutan nya Mengatakan Anak adalah amanah dan sekaligus karunia Tuhan Yang Maha Esa yang senantiasa harus dijaga karena dalam dirinya melekat harkat, martabat dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. Dari sisi kehidupan berbangsa dan bernegara, anak adalah modal dan investasi sumber daya manusia di masa yang akan datang, sekaligus sebagai generasi penerus bangsa. Anak juga memiliki peran strategis dan mempunyai ciri dan sifat khusus yang menjamin kelangsungan eksistensi bangsa dan negara pada masa depan. Anak harus berkualitas agar tidak menjadi beban pembangunan, maka ia perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental maupun sosial, serta memperoleh perlindungan.

Upaya perlindungan terhadap hak-hak anak di Indonesia secara khusus telah diatur dalam UU No. 23 Tahun 2002, telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya pasal 4 yang berbunyi :

“Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi”. 

Selain anak, perempuan adalah warga masyarakat yang sering juga ditempatkan pada posisi kedua,yang juga rentan terhadap tindak kekerasan dan diskriminasi. Hal ini dapat terlihat dari  pandangan sebagian besar masyarakat yang seringkali memandang sebelah mata terhadap kaum perempuan, terlebih di sektor publik. Di dalam rumahtangga sekalipun perempuan masih banyak yang tidak dapat memposisikan dirinya sebagai mitra suami yaitu kaum lelaki.  

Sebagai upaya untuk melindungi perempuan dan anak dari tindak kekerasan dan diskriminasi perlu kepedulian dari berbagai pihak termasuk seluruh elemen masyarakat, sebagai wadah koordinasi maka perlu dibentuk gugus perlindungan perempuan dan anak di tingkat kecamatan dan satgas perlindungan perempuan dan anak di tingkat desa agar jika mereka mengalami tindak kekerasan dapat ditangani sesegera mungkin. Hal ini juga sudah diatur dalam Peraturan Daerah No 5 tahun 2015 tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dari Tindak Kekerasan.

Tujuan diadakan nya acara ini ialah Membentuk Satgas perlindungan perempuan dan anak tingkat  Kelurahan/Desa di Kabupaten Bogor

Tujuan Khusus : Membentuk jejaring kerja perlindungan terhadap perempuan dan anak dari tindak kekerasan di tingkat kecamatan dan desa. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan unsur pemerintah Kecamatan, Desa dan masyarakat tentang bentuk-bentuk kekerasan dan cara-cara mengatasinya, Meningkatkan pengetahuan peserta tentang hak-hak anak sesuai UU no 23 tahun 2002 dan kebijakan kesejahteraan dan perlindungan anak, Meningkatkan pengetahuan peserta tentang prosedur pelaporan dan penanganan kasus kekerasan terhadap anak dan penanganan pasca trauma


Adapun sasaran Membentuk Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak  Tingkat Desa di Kecamatan Pamijahan sebanyak 4 Desa yaitu Desa Ciasihan, Cibening, Gunung Picung dan Desa Gunung Sari jumlah peserta sebanyak 40 orang.

Peserta masing-masing Desa sebanyak 10 (sepuluh) orang terdiri dari:
  • 1 (satu) orang Perangkat Desa / Kelurahan
  • 1 (satu) orang Babinsa
  • 1 (satu) orang Tokoh Agama
  • 1 (satu) orang tokoh Masyarakat
  • 1 (satu) orang TP PKK Desa / Kelurahan
  • 1 (satu) orang Ketua RW
  • 1 (satu) orang Bidan Desa /Kelurahan
  • 1 (satu) orang tokoh Pemuda
  • 1 (satu) orang Guru
  • 1 (satu) orang Babinmas


Hasil Kegiatan dari acara tersebut sebagai berikut, Terbentuknya 4 Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak PPA di Kecamatan Pamijahan, yaitu: Satgas PPA Desa Ciasihan, Satgas PPA Desa Cibening, Satgas PPA Desa Gunung Picung,Satgas PPA Desa Gunung Sari.

Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman peserta tentang Kebijakan, Program dan Kegiatan  Kesejahteraan dan Perlindungan Anak.

Meningkatnya Pengetahuan dan pemahaman peserta tentang Jenis-jenis kekerasan terhadap anak dan KDRT mekanisme Penanganan dan upaya pencegahannya.

Meningkatnya pengetahuan peserta tentang teknik penanganan korban secara psikologis sebagai bekal mereka dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota satgas perlindungan perempuan dan anak.

Diharapkan Pemerintah Kecamatan selanjutnya dapat membentuk Satgas PPA di desa yang lain, sehingga semua desa memiliki Satgas PPA, untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi dan pelayanan tentang perlindungan perempuan dan anak.(David/adv)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda