sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » Kapolda Jatim Pantau Pengamanan Gereja

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, Serta Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman ketika meninjau persiapan pengamanan.
Surabaya, Laras Post - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin, secara langsung melakukan pengamanan dan pemantauan dengan mengunjungi sejumlah Gereja, pada perayaan Natal 25 Desember 2017.

Turut serta dalam kinjungan tersebut, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman serta Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan serta sejumlah pejabat utama Polda Jawa Timur.

Adapun sejumlah Gereja yang dikunjungi Kapolda Jatim, diantaranya gereja Bethany, Gereja Santa Perawan Maria.

Kapolda juga memantau kesiapan petugas kepolisian di beberapa pos pengamanan Lilin Semeru yang ada di Sukolilo Surabaya, serta pos depan mall Delta Plaza Surabaya.

Kapolda mengatakan, TNI dan Polri beserta aparat keamanan yang lain, terus berupaya secara maksimal dan telah komit untuk membuat rasa aman dan nyaman di dalam kegiatan natalan.

"Kita sudah tugaskan seluruh personel untuk mengamankan (kegiatan ini)," terang Irjen Pol Machfud Arifin saat berada di gereja Bethany Surabaya, pada Sabtu (23/12/2017).

Kekuatan juga lebih ditingkatkan saat malam puncak Perayaan Natal serta Tahun Baru termasuk di sejumlah tempat wisata di Jawa Timur.

"Pergerakan orang di jalan, di terminal. Di stasiun sudah kita amankan. (Termasuk) tempat - tempat hiburan itu di Jawa Timur misalnya di Batu Malang, kemudian di Lamongan Tanjung Kodok itu pasti kita amankan. Sudah pasti akan kita lipat gandakan dalam operasi peningkatan pengamanan," imbuhnya.

Selama pengamanan, Machfud mengaku telah menyebar sekitar 29 ribu personel baik dari unsur Polri maupun TNI, namun dirinya membantah jika pihaknya menempatkan sniper di sejumlah gereja serta tempat - tempat publik.

"Yang namanya pasukan khusus ada yang terbuka dan tertutup, itu memang ada di pasukan kita. Tidak usah pakai sniper - sniperan, sejarahnya sniper itu tidak pernah dipakai untuk membedhil orang, tapi secara tertutup kita tidak underestimate itu ada di pasukan kita," terangnya.

Kapolda juga menghimbau, masyarakat tidak membawa barang berlebihan saat beribadah. Hal itu supaya tidak menimbulkan kecurigaan petugas pengamanan. 

"Saya menghimbau saat beribadah jangan bawa-bawa barang yang kurang penting agar tidak jadi perhatian aparat kepolisian. Jadi bawa yang seperlunya saja," himbau Kapolda.

Tak hanya TNI Polri, salah satu ormas Islam Banser NU juga terlibat dalam pengamanan perayaan natal seperti tahun - tahun sebelumnya. "Dalam pengamanan juga melibatkan ormas yang ada, ini perlu di apresiasi karena menunjukkan keharmonisan antar umat beragama. Insya Allah relatif kondusif dan toleransi terjaga," pungkasnya. (Muji) 

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda