sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Wisata

Olah Raga

LARAS JABAR

» » Kementerian ATR/BPN Rampungkan Target Sertipikat Tahun 2017

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil
Semarang, Laras Post – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berhasil merampungkan target sertipikasi tanah tahun 2017, melalui program Pendaftaran Tanah Sistematik Langsung (PTSL)

Menteri ATR/Kepala BPN, Sofyan A. Djalil mengungkapkan, pihaknya hingga akhir tahun 2017, telah melakukan pengukuran, pemetaan dan pendaftaran tanah, sebanyak 5.220.509 bidang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.179.709 bidang tanah memenuhi syarat untuk diterbitkan sertipikat.

“Hasil pengukuran, pemetaan dan pendaftaran tanah, sebanyak 5.220.509 bidang itu, melampau target penerbitan sertipikat tahun 2017 sebanyak 5 juta bidang,” ujar Sofyan, disela-sela penyerahan sertipikat, pada Sabtu, (23/12/2017) di Samarang.

Pada kesempatan itu juga, Kementerian ATR/BPN secara serentak menyerahkan 705.194 sertipikat tanah di 5 Provinsi, yakni Provinsi Sumatera Barat diserahkan 24.919 sertipikat tanah, Provinsi Jawa Tengah dibagikan 486.662 sertipikat tanah, Provinsi Sulawesi Tenggara dibagikan 69.666 sertipikat tanah, Provinsi DI Yogyakarta dibagikan 66.601 sertipikat tanah dan Provinsi Bengkulu dibagikan 57.346 sertipikat tanah.

Sofyan menegaskan, penerbitan sertipikat itu dilaksanakan melalui program PTSL, yang juga memiliki tujuan untuk membuat peta desa. “Tujuan program ini adalah menciptakan peta desa lengkap atau peta kota lengkap. Semuanya dilakukan secara sistematik,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan, tahun 2017, Kementerian ATR/BPN telah menetapkan target 5 juta sertipikat tanah yang harus diterbitkan, hal ini dilakukan karena pentingnya kepemilikan sertipikat tanah masyarakat. 

“Saat melakukan kunjungan ke daerah, banyak yang mengeluhkan kepada saya tentang sertipikat tanah,” ujar Presiden RI, Joko Widodo pada penyerahan sertipikat, pada Sabtu, (23/12/2017) di Semarang.

Presiden menegaskan, sertipikat tanah merupakan pengakuan hak atas tanah yang dimiliki masyarakat. “Jika sudah punya sertipikat, tidak ada lagi yang mengaku-aku tanah kita,” ujarnya.

Selain itu, menurut Presiden, sertipikat tanah mampu dijadikan akses ke perbankan agar memperoleh pinjaman sebagai modal usaha. Namun hal hendaknya diperhitungkan secara matang.

“Jangan digunakan untuk membeli kendaraan bermotor. Karena jika tidak bisa me­ngembalikan pinjaman tersebut, tanah kita bisa disita oleh bank,” kata Jokowi. (her)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda