sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » Panglima TNI: Tahun Politik 2018 - 2019, TNI Tidak Berpolitik Praktis

Panglima TNI ketika memberikan keterangan pers di Muspusdirla, Yogyakarta.
Jakarta, Larast Post - Terkait tahun politik 2018 dan 2019, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menegaskan bahwa TNI tidak berpolitik praktis, tapi politik negara sehingga perkuatan jati diri TNI itu memang harus benar-benar ditindaklanjuti dan dijaga seperti sekarang ini.

“Kita tingkatkan soliditas TNI-Polri untuk terjaminnya netralitas, kita akan terus perkuat sehingga nanti untuk tahun politik 2018 dan 2019 kita sudah bisa memberikan jaminan kepada seluruh masyarakat Indonesia, dan kita juga memberikan jaminan bahwa TNI dan Polri Netral,” tegas Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto pada acara coffee morning bersama Pimpinan Media Massa dan insan pers serta jajaran Pejabat Mabes TNI dan TNI AU di udara, menggunakan pesawat Hercules  Alfa 1341 VIP di ketinggian 15.000 feet di atas permukaan laut, pada Minggu (10/12/17).

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Panglima TNI juga melaksanakan ziarah ke makam leluhur TNI dan TNI AU, yaitu Panglima Besar Jenderal Sudirman di Taman Makam Pahlawan Nasional Kusumanegara Yogyakarta serta Pahlawan Nasional Adi Sucipto dan Abdul Rahman Saleh di pemakaman Ngoto, Bantul.

Selanjutnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengajak seluruh Pemred Media Massa dan awak wartawan mengunjungi Museum Pusat Dirgantara Mandala. “Museum ini akan dijadikan sebagai museum terbesar di Asia Tenggara saat ini, dengan koleksi terbanyak yaitu lebih dari 60 pesawat dari blok Barat maupun Timur,” katanya.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa didalam Museum Pusat Dirgantara Mandala ini juga dikoleksi Pesawat Cureng yang pertama kali terbang, dengan logo Merah Putih yang diterbangkan oleh Bapak Adi Sucipto diatas wilayah Yogyakarta pada tahun 1945, tepatnya pada tanggal 26 Oktober 1945, sehingga menjadi tonggak sejarah penerbangan Indonesia.  “Mudah-mudahan ini bisa dijadikan inspirasi untuk generasi penerus bangsa Indonesia dan bisa dikunjungi oleh seluruh masyarakat Indonesia, dan ini akan saya jadikan ruang publik,” ucapnya.

“Disitulah memberikan pesan-pesan menjaga wilayah kedaulatan, termasuk Bapak Abdul Rahman Saleh yang merupakan Bapak Ilmu Faal yang meletakan pondasi-pondasi dengan tujuan menjaga kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI,” ungkapnya.

Sementara itu, dihadapan awak media usai melaksanakan nyekar ke makam Panglima Besar Jenderal Sudirman, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Jenderal Sudirman telah memberikan nilai-nilai dasar yang diberikan kepada TNI, yaitu menegakan kedaulatan dan keutuhan wilayah NKRI. “Pesan-pesan yang disampaikan oleh beliau dalam tulisannya semua akan saya laksanakan dalam rangka membangun TNI yang profesional dan modern, semuanya adalah demi menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI,” tegasnya.

“Rekan-rekan media memiliki nilai yang sangat strategis untuk TNI kedepan, sehingga acara ngopi bareng dengan Pemred Media Massa dan awak wartawan di atas udara dengan pesawat merupakan soliditas dan silaturahmi antara Panglima TNI dengan awak media dapat berjalan dengan baik, dan kegiatan ini tidak putus sampai disini,” pungkas Panglima TNI.(sugih/Pen TNI)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda