sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Wisata

Olah Raga

LARAS JABAR

» » Pasuruan Bakal Bangun 3300 Water Close Pada 2018


Pasuruan, Laras Post - Program Pemerintah Kabupaten Pasuruan untuk membangun Water Close (WC) di rumah-rumah warga kurang mampu alias Gerakan “Ayo Nggawe WC”, akan terus berlanjut.

Bupati Pasuruan, HM Irsyad Yusuf mengatakan, program Gerakan “Ayo Nggawe WC” sangat selaras dengan target pembangunan pemerintah pusat 100 0 100, khususnya Kementerian PU-PERA sampai dengan 2019, yakni pelayanan akses universal air minum dan sanitasi kepada seluruh masyarakat serta terwujudnya kota tanpa kawasan kumuh.

Program bernama 100-0-100, lanjut Irsyad Yusuf, maksudnya adalah 100 yang pertama itu, bagaimana akses air minum terpenuhi untuk masyarakat tercapai 100 persen, 0 yang ke dua adalah bagaimana kawasan kumuh itu hilang hingga target 0 persen, serta 100 yang ke tiga adalah bagaimana sanitasi lingkungan terpenuhi dengan baik. “Maka dari itu, kami akan terus melaksanakan kegiatan ini demi kemaslahatan bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Pasuruan mengatakan, setelah tahun 2017 selesai membangun 1200 WC, Pemerintah Kabupaten Pasuruan melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman akan kembali membangun 3300 WC pada tahun 2018 mendatang.

Menurutnya, anggaran sebesar Rp 4 Milyar telah disiapkan untuk membangun 3300 WC di rumah-rumah warga miskin di semua kecamatan se-Kabupaten Pasuruan. Anggaran tersebut berasal dari APBD Kabupaten Pasuruan tahun 2018.

“Sesuai dengan intruksi Bupati Irsyad Yusuf bahwa program pembangunan WC harus terus berjalan, bahkan jumlahnya semakin ditingkatkan setiap tahunnya,” ujarnya, pada Kamis (28/12/2017). 

Pembangunan WC dinilai sangat efektif, terutama dalam rangka mengurangi kebiasaan masyarakat yang masih saja buang hajat sembarangan, baik di sungai, selokan bahkan dibuang bebas di sembarang tempat. 

Sampai saat ini, lanjut Misbach, jumlah warga yang belum memiliki WC masih mencapai puluhan ribu Kepala Keluarga (KK), sehingga untuk menjadikan Kabupaten Pasuruan bebas buang hajat  sembarangan, perlu dukungan dari banyak pihak.

“Kami sangat bersyukur apabila banyak pihak luar yang mau membantu pemerintah daerah, khususnya perusahaan dengan kewajiban CSR (Cooperate Social Responsibility) dan pihak lain yang mendukung program Pak Bupati Irsyad,” tegasnya.

Misbah menambahkan, pola pembangunan WC tak sama dengan program rehabilitas rumah tidak layak huni (RTLH), di mana pihaknya memberikan bantuan dalam bentuk material seperti semen, pasir, kloset hingga beton untuk septic tank. Sedangkan biaya kuli diserahkan kepada masing-masing penerima bantuan.

Nilai tuk satu orang penerima besarnya Rp 1,2 juta. Kami tidak memberikan uang, tapi bantuan material pembangunan. Untuk ongkos kuli kami kembalikan kepada keluarga penerima bantuan,” imbuhnya. (Dul)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda