sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Penyaluran Hibah Handtraktor Pemprov Jawa Timur Oleh Daerah Dipertanyakan

Handtraktor.
Surabaya, Larast Post - Penyaluran 971 handtraktor program Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur pada pertengahan tahun 2017 lalu, oleh tiap - tiap daerah patut dipertanyakan.

Pasalnya, tidak semua daerah yang bertanggung jawab dalam penyaluran hibah tersebut bersedia memberikan data secara rinci identitas Kelompok Tani (Koptan) mana saja yang telah menerima.

Padahal, DPKP Pemprov Jatim selaku Satuan Kerja (Satker) program Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) ini, telah memberikan data secara lengkap dan tidak berkeberatan untuk memberikan informasi yang diperlukan.

Sebut saja Kabupaten Banyuwangi, melalui Dinas Pertanian setempat telah bertanggung jawab menyalurkan handtraktor atau sekedar mendampingi saat serah terima ke sejumlah Koptan.
Tentu saja pihaknya tahu persis identitas Koptan penerima. Namun, saat dimintai data secara rinci identitas Koptan justru terkesan tarik ulur.

"Maaf pak kami masih nunggu pak Kabid (Kepala Bidang, red). Beliau masih dinas luar kota," tulis Agus Yulianto salah satu staf Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, pada Rabu (6/12/2017) lalu kepada Larast Post.

Di pekan yang berbeda, saat dihubungi, Agus kembali beralasan jika atasannya sedang berada di luar kota. "Bapak masih di Jakarta, mungkin besok akan kami sampaikan," jawab Agus saat dihubungi via telepon.

Selanjutnya, Agus meminta Larast Post menghadap ke kantor untuk bertemu Kepala Bidang yang dimaksud. "Maaf baru bls (balas). Sudah sy (saya) tanyakan. Diminta untuk ngadep (menghadap) pak. Kalo (kalau) ada perwakilan yg (yang) di bwi (Banyuwangi) suruh ke sy (saya) saja nanti sy antar ke kabid. Trims," balas Agus, pada Rabu (13/12/2017).

Tak hanya Banyuwangi, tanggapan serupa juga terjadi di daerah lain, yakni Kabupaten Gresik. "Kirim surat permintaan saja dahulu, jangan via email. Langsung hardcopynya saja biar nanti enak saya sampaikan ke pimpinan," terang Indi, salah satu staf Dinas Pertanian kabupaten Gresik, pada Kamias (7/12/2017).

Berbeda dengan Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, pihaknya tidak keberatan memberikan data yang diminta secara lengkap tanpa harus mengajukan surat permohonan terlebih dahulu.

"Silahkan, nanti staf saya yang akan memberikan datanya. Alhamdulillah sebagian sudah terealisasi meskipun ada yang belum menerima karena menunggu barang," terang H Marsudi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi.

Untuk diketahui, pengadaan hibah handtraktor roda dua bersumber dari APBN tahun 2017 milik Kementerian Pertanian dengan pagu sekitar 24 milyar rupiah dalam program penyediaan dan pengembangan prasarana dan sarana pertanian.

Dari 971 unit, Banyuwangi mendapat jatah 42 unit dan Gresik mendapat jatah 24 unit sementara Ngawi mendapat jatah 55 unit. Sisanya untuk 38 kabupaten di seluruh provinsi Jatim. (Muji)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda