sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » Kasdam XII/Tpr Berangkatkan Peleton Beranting Tahun 2017

Brigjen TNI Sulaiman Agusto photo bersama jajarannya.

Mempawah, Larast Post - Peringatan Hari Infanteri dan Hari Juang Kartika merupakan sebuah tradisi yang ditujukan bagi korps infanteri dan diperingati setiap tanggal 19 Desember.

Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Sulaiman Agusto, sebagai Irup pada upacara pelepasan Peleton Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya di Lapangan Yonkav 12/BC, pada Sabtu (16/12/17)  

Pada kesempatan itu dihadiri Muspida, Komandan satuan TNI AD, TNI AL, TNI AU, Kepolisian dan siswa Pramuka. Dalam sambutannya Irup menyampaikan pada dasarnya sasaran dan tujuan kegiatan ini yaitu memelihara kemampuan mobilitas jalan kaki dan meningkatkan nilai - nilai kejuangan serta memupuk jiwa korsa bukan dalam arti sempit namun menunjukan kerjasama, solid antar lembaga dan masyarakat.

“Pelaksanaan Peleton Beranting tahun ini diawali dari Kecamatan Peniti Kabupaten Mempawah, sebagai titik awal atau etape pertama pasukan peleton beranting tepatnya di Lapangan Batalyon Kavaleri 12/BC dan akan finish di Terminal Batu Layang, Kecamatan Siantan dengan menempuh jarak sejauh 20 Kilometer,” terang Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Sulaiman Agusto.

Danrindam XII/Tpr Kolonel Inf Khairul Anwar Mandailing. S.H.,M.Tr (Han) sebagai Ketua Penyelenggara kegiatan ini menjelaskan bahwa kegiatan YWPJ ini merupakan salah satu catatan peristiwa penting yang menjadi tonggak sejarah infanteri adalah peristiwa saat menghadapi agresi militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948. Dimana pada saat itu, Panglima Besar Jenderal Sudirman mengeluarkan perintah kilat no. 1/pb/d/1948 yang ditujukan kepada angkatan perang RI untuk menjalankan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu perintah siasat no.1/1948 tanggal 12 Juni 1948, untuk melawan musuh dengan melaksanakan perang rakyat semesta dimana pasukan-pasukan yang hijrah melaksanakan aksi wingate (infiltrasi) dengan cara long mars kembali ke wilayah masing-masing dan membentuk wehrkreise (kantong-kantong kekuatan) sebagai titik-titik kuat pertempuran gerilya. Bentuk dan siasat pertempuran yang digunakan tersebut merupakan taktik dan strategi prajurit infanteri untuk melanjutkan perjuangan dalam rangka mempertahankan kemerdekaan.

Dari peristiwa tanggal 19 Desember 1948 tersebut kita mendapatkan nilai-nilai ketokohan, patriotisme, kepemimpinan dari seorang Panglima besar Jenderal Sudirman, nilai kejuangan, profesionalisme keprajuritan dan sifat pantang menyerah serta nilai kemanunggalan TNI dengan rakyat yang harus selalu terpatri dalam jiwa, sikap dan tindakan setiap prajurit infanteri. Untuk mengabadikan nilai-nilai tersebut,  maka TNI AD menetapkan hari tersebut sebagai hari infanteri yang sampai saat ini telah memasuki usia ke enam puluh sembilan tahun.

Melihat sejarah ditetapkannya hari infanteri tersebut, maka peran, tugas dan fungsi TNI AD khususnya prajurit infanteri tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan masyarakat sekitarnya. Kebersamaan dengan rakyat menjadi bagian penting dan strategis dalam mendukung pencapaian tuntutan profesionalisme prajurit dan satuan infanteri, imbuh Danrindam XII/Tpr

Dalam amanat Pangdam XII/Tpr juga dijelaskan, sebagai generasi penerus, kita harus mampu mewarisi nilai-nilai dan semangat perjuangan dan pengabdian para pendahulu kita. Heroisme, patriotisme dan nilai-nilai kesejarahan, semangat juang serta sikap pantang menyerah yang diwariskan oleh para pendahulu kita menjadi pelajaran yang harus dilestarikan dan disesuaikan dengan era pengabdian masa kini guna mendukung tugas pokok.

Melalui kegiatan tradisi dan napak tilas yang selalu dilaksanakan oleh satuan infanteri setiap tahunnya terbukti efektif untuk meningkatkan kebersamaan, kekompakan dan soliditas dikalangan prajurit, baik sesama prajurit infanteri maupun prajurit kecabangan lainnya, sekaligus dapat mengambil teladan kegigihan tekad dan semangat juang para pendahulu dalam merebut kemerdekaan bangsa ini dari tangan penjajah.

Kegiatan ini diikuti oleh Yonif R 641/Bru, Yonif 642/Kps, Yonif 643/Wns, Yonif RK 644/Wls dan Yonif 631/Atg masing - masing mengirimkan peleton inti, dalam pelaksanaanya Peleton Inti akan didampingi dengan Peleton Pengantar dari Yonkav 12/Bc, Yon Armed, Yon Zipur, Yon Marinir, Satuan Balak Kodam. Jarak yang akan ditempuh adalah 250 km dibagi 10 etape dimana start dari Yonkav 12/Bc di desa Peniti Kab. Mempawah dilanjutkan rute mengelilingi kota Pontianak dan akan Finish di lapangan. Makodam XII/Tpr pada tanggal 19 Desember 2017 pagi dilanjutkan upacara HUT Infanteri. (her, sg/Pendam XII/Tpr)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda