sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Agraria

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Peristiwa

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

INFO BOLA

» » Tanggul Kali Wrati Jebol, Sejumlah Desa Di Bangil Terkenang Banjir

Rumah milik salah seorang ibu rumah tangga Khumrotin yang terkena Banjir .

Pasuruan, Larast Post - Akibat hujan yang sangat deras sejumlah desa di Bangil, Kabupaten Pasuruan terkena dampak banjir. Petugas BPBD dan Satpol PP Kabupaten Pasuruan siap siaga mencari penyebab datangnya banjir tersebut.

Akhirnya petugas menemukan penyebab banjir yang melanda empat desa di Kecamatan Bangil, yakni Desa Tambakan, Kalianyar, Kalirejo dan tiga desa yaitu Cangkringmalang, Kedungringin dan Kedungboto di Kecamatan Beji.

Menurut Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Djati Permana, saat ditemui di Posko BPBD Kantor Kelurahan Kalirejo pada Rabu (20/12/2017) malam sekira pukul 23:00, mengatakan,banjir ini akibat luapan Sungai Wrati yang melintang dari Kecamatan Beji.

"Dimana penyebabnya yakni jebolnya tanggul sungai yang terletak di Dusun Wage, Kecamatan Beji sepanjang 3 meter,” ucap Bakti.

Untuk mengatasi agar air dari sungai tersebut tidak terus meluber ke perkampungan warga, pihaknya telah melakukan penutupan darurat dengan menggunakan sanback. “Selain itu kami juga telah berkoordinasi dengan pihak Balai Besar Sungai Brantas,” ungkap Bakti sapaan akrabnya.

Masih menurutnya, dari penelusuran yang dilakukannya, setidaknya di sepanjang Sungai Wrati ada 5 titik tanggul yang telah kritis dan berpotensi jebol. Keretakan tanggul di 5 titik tersebut, rata-rata sepanjang 3 hingga 10 meter.

Sebenarnya perbaikan tanggul pada Sungai Wrati, Kedunglarangan dan Bangil bukan menjadi tanggung jawab pihak Pemkab Pasuruan, akan tetapi tanggungjawab pihak Balai Besar.

Namun demikian, sebagai langkah antisipasi bencana banjir melanda perkampungan warga, kami telah melakukan langkah dengan penutup tanggul yang jebol tersebut dengan sanback dan memperkuat tanggul yang retak pada Kamis (21/12/17), sebelum pihak Balai Besar melakukan penguatan secara permanen.

Adapun untuk mengatasi banjir saat ini, pihaknya bersama Satpol PP, TNI-Polri, Dinkes,Tagana dan sejumlah instansi lainnya telah menyiapkan perbekalan dan logistik yang telah ditempatkan di kantor Kelurahan Kalirejo dan mendirikan posko di setiap desa yang terdampak banjir.

Banjir kali ini selain disebabkan tanggul jebol, curah hujan yang cukup tinggi, juga air laut sedang pasang.

“Dari catatan kami, setidaknya di empat desa di Kecamatan Bangil warga terdampak banjir sebanyak 3500 KK dan di Kecamatan Beji sekitar 2500 KK,” beber Bakti Djati Permana.

Dari Pantauan wartawan, Khumrotin (41) Warga satak Manaruwi saat dikonfirmasi mengatakan, biasanya meskipun hujan deras di rumah saya tidak pernah masuk air, meskipun di Kalianyar banjir setinggi 1 meter baru kali ini banjirnya besar masuk kerumah saya," ungkapnya.

Kami sekeluarga menjaga barang-barang yang di rumah dan memindahkannya agar tidak terkena banjir, takutnya nanti malam tambah besar ya terpaksa gak bisa tidur," pungkasnya. (Dul) 

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda