sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » Week Ke-2 “Perdamaian”

Oleh : Achmad Miftachul F
Menurut John Galtung damai itu berangkat dari konflik. Karena bermula dari ketidak selarasan ide/value yang dibawa oleh individu yang memunculkan konflik maka terjadilah kekerasan sampai perang. 

Damai disini adalah upaya untuk mencapai equality, human skill untuk tidak berkonflik. Secara rasioal yang pertama adalah mempersiapkan apabila akan terjadinya perang dan yang kedua, membatasi perang yakni melihat sejauh mana sumber daya yang akan digunakan. 

Damai sendiri adalah value tertinggi dalam pendidikan agama. Dalam perspektif barat damai adalah untuk menghindari kekerasan fisik, sedangkan Timur berasumsi bahwa damai agar terciptanya suatu Harmony. Walaupun sejujurnya menurut saya damai itu adalah konstruksi karena setiap kondisi damai memiliki banyak arti tergantung dari sisi mana atau dalam momen apa kita melihatnya.

Melihat negeriku sendiri dalam paska reformasi, telah terjadi berbagai kejadian penjarahan, kemudian fakta praktek kekerasan dan penyerangan warga terhadap warga. Kemudian adanya tawuran, perkelahian antar pelajar dan mahasiswa. Serta radikalisme dan fanatisme agama, terorisme (bahkan teroris intern). 

Masih pantaskah Indonesia menjadi negeri cinta damai ? tentu saja masih, karena tidak ada kata terlambat selama individu, bahkan masyarakat tersebut mau sadar akan urgensi damai serta masih memiliki cita-cita tuk kembali bangun dan berkembang untuk mencapai tujuan. Serta berusaha lebih baik lagi agar tidak mengulangi kesalahan masa lalu, karena usaha tidak pernah mengkhianati siapapun.

Selama mempelajari perdamaian esensi yang selalu saya percayai adalah selalu berusaha untuk menghindari provokasi dan mengutamakan bahwa jalan diplomasi (soft, persuasion, good words, manner, attitude) is the best choice to achieve peace. Namun walaupun begitu tidak ada salahnya apabila kita mempersiapkan diri pada variabel konflik yang kan terjadi kedepan. Karena bagi saya damai adalah saat dimana kita telah siap menghadapi konflik dan mampu tuk resolusi. (*)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda