sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Nasional

Polkam

Karikatur_Kementerian ATR/BPN RI Redistribusi Tanah Pada 2018


Bisnis

Megapolitan

Agraria

Laras Jatim

Regional

Olah Raga

Hukrim

Seni Budaya dan Hiburan

Kesehatan

» » Danlanud Abd Saleh: 2018 Wujudkan Zero Accident

Suasana acara safety meeting di gedung Binayudha Lanud Abdulrachman.

Malang, Larast Post - Lanud Abdulrachman Saleh menggelar Safety meeting disertai peluncuran buku Safety Booklet tahun 2017 di gedung Binayudha Lanud Abdulrachman Saleh pada Rabu (3/1/18). 

Peluncuran buku Safety Booklet tersebut bertujuan keinginan untuk melanjutkan hasil program kerja tahun 2017 yang telah sukses menghasilkan “Zero Accident” dalam kegiatan penerbangan pada seluruh Satuan / Skadron Udara yang ada di Lanud Abdulrachman Saleh. 

“Sehingga di tahun 2018 diharapkan juga tercapainya kembali Zero Accident untuk seluruh Skadron udara di Lanud Abd. Saleh, atau program Zero Accident menuju Safety Culture 2018, demikian harap Komandan Lanud Abd. Saleh Marsma TNI Julexi Tambayong.

Turut hadir dalam rapat Safety Meeting di gedung Binayuda Lanud Abd. Saleh Komandan Wing 2 Lanud Abd. Saleh Kolonel Pnb Hermawan Widhianto, S.E., Kadisops lanud Abd. Saleh, Kadispers, Kadislog, Komandan Skadron Udara 32, Komandan Skadron udara 4, Komandan Yonko 464, Komandan Denmatra, Kasilambangja Lanud Abd Saleh beserta seluruh aircrew yang berdinas di Lanud Abd. Saleh, pengurus Fasida Provinsi Jawa Timur dan para atlet olahraga dirgantara.

Kepala Seksi Keselamatan terbang dan kerja Lanud Abd. Saleh Letkol Pnb Suryo Anggoro, M.Tr. (Han) sebagai leading factor melaksanakan upaya-upaya untuk meraih Zero Accident dapat terwujud pada tahun 2018 dengan cara Pertama, pembenahan seluruh program kerja, dan Kedua, evaluasi jangka waktu berkala untuk mencegah terjadinya accident terdiri dari faktor 4 M (M= manusia, M = media, M = machine dan M = management).   

Faktor manusia sangat erat kaitannya dengan culture (budaya). Budaya untuk selalu menerima perintah atasan secara bulat-bulat tidak dapat sepenuhnya bisa diterapkan dalam dunia penerbangan. Jika seorang komandan skadron udara menerima perintah atasan untuk melaksanakan suatu misi, sementara kondisi alutsistanya kurang memadai kesiapannya akan berpotensi menimbulkan pelanggaran yang pada akhirnya menyebabkan accident/incident.  Faktor media yang meliputi cuaca yang dapat menganggu pesawat terbang maupun penglihatan penerbang ketika melaksanakan penerbangan. Faktor machine / alat atau pesawat yang mengalami trouble dapat menyebabkan incident maupun accident dan factor management yaitu kebijakan yang tidak berbasis pada safety / keselamatan merupakan salah satu kesalahan organisasi. (sg/penau)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda