sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Bisnis

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Agraria

LARAS JATENG

LARAS JABAR

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Olah Raga

» » Kunker ke Lampung, Presiden Serahkan 3.500 Sertifikat Pada Masyarakat

Preisiden Jokowi didampingi Menteri ATR/Agraria Sofyan Djalil, Gubernur Lampung Ridho Ficardo bersama masyarakat Lampung penerima sertipikat hak atas tanah.

Lampung, Larast Post - Presiden Joko Widodo menyerahkan 3.500 sertifikat kepada warga Provinsi Lampung di Gedung Olah Raga (GOR) Way Handak, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan pada Minggu (21/1/18).

Pada kesempatan itu Presiden menjelaskan bahwa saat dirinya berkunjung ke daerah seringkali mendengar adanya sengketa lahan yang terjadi akibat masih banyak warga pemilik tanah yang belum memiliki sertifikat.

Saat ini, lanjut Presiden, dari 126 juta bidang tanah baru 46 juta sertifikat sehingga masih ada 80 juta bidang tanah yang belum bersertifikat.

Sebelum diberikan target, dalam satu tahun BPN hanya menerbitkan 500 ribu sertifikat. “Artinya 80 juta sertifikat yang seharusnya diberikan kepada masyarakat. Tahun-tahun lalu hanya 500 ribu di seluruh Tanah Air. Artinya nunggu 160 tahun,” ucap Presiden dalam sambutannya.

Untuk itu, agar mempercepat proses sertifikasi lahan, Presiden Jokowi memberikan target kepada Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN dalam penerbitan sertifikat setiap tahunnya.

Presiden menyebutkan pada tahun 2017, pemerintah menargetkan 5 juta sertifikat di seluruh tanah air. Tahun 2018 pemerintah targetkan 7 juta kepada Kementerian ATR/BPN. Tahun berikutnya harus lebih meningkat 9 juta dan harus meningkat lagi pada tahun selanjutnya.

Presiden mengingatkan kepada para pemegang sertifikat untuk berpikir matang sebelum mengagunkan sertifikat miliknya guna mendapatkan tambahan modal usaha. Dirinya tidak melarang sertifikat tersebut untuk dijadikan jaminan selama dana yang didapatkan digunakan untuk hal-hal yang meningkatkan produktivitas.

“Saya pesan kalau sertifikat ini mau dipakai jaminan bank, tolong dihitung, dikalkulasi _bener ndak,_ nanti bisa cicil setiap bulan? Kalau enggak, jangan. Hilang nanti sertifikat ini,” ujar Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden, Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Gubernur Lampung Ridho Ficardo juga Deputi Media & Informasi Kemensegneg Bey Machmudin.(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda