sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Megapolitan

Polkam

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Olah Raga

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Wisata

Selebrity

» » Pelaksanaan Upacara Bendera 17-an di Lanud Suryadarma Subang

Anggo Lanud Suryadarma  Ketika Membacakan Pembukaan UUD 1945
Subang, Larast Post - Segenap anggota Lanud Suryadarma Wingdiktekkal dan Kipan C Yonko 461 Paskhas melaksanakan upacara bendera 17-an dan bertindak sebagai inspektur upacara Komandan Lanud Suryadarma Marsma TNI T.Sembiring Meliala, yang dilaksanakan dilapangan Dirgantara Lanud Suryadarma Kalijati, Subang, pada Rabu (17/1/2018). 

Pelaksanaan upacara tersebut dihadiri oleh, Komandan Wingdiktekkal Kolonel Tek Stevanus Ervin, Komandan Wing 8 Kolonel Pnb Sapuan dan Para pejabat dari Lanud Suryadarma serta Wingdiktekkal.

Dalam amanatnya Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto,S.I.P. yang disampaikan oleh komandan Lanud Suryadarma mengatakan, bahwa tuntutan dan tantangan tugas TNI ke depannya tidak semakin ringan dinamika perubahan lingkungan strategis yang sedemikian cepat terkait dengan konstelasi global kontemporer, menghadirkan berbagai bentuk ancaman nyata yang bersifat asimetris, proksi dan hibrida menjadi sedemikian sulit diprediksi.

"Lebih lanjut ia dikatakan bahwa dinamika perubahan tersebut, menuntut TNI untuk mentransformasi diri menjadi suatu organisasi yang profesional, modern, dan tangguh, dengan sumber daya manusia yang berbasis kompetensi untuk mencapai standar kemampuan dan profesionalisme, berjiwa satria, militan, loyal dan profesional  sehingga mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman nyata, untuk menuju TNI yang profesional, modern dan tangguh, diperlukan implementasi proses rekrutmen yang bersih, transparan, humanis dan bebas KKN”,jelasnya Panglima Maraekal TNI Hadi Tjahjanto.

Pada kesempatan yang sama, itu juga Panglima TNI menjelaskan, Bahwa Tahun 2018 ini adalah tahun politik, dengan diselenggarakannya pilkada serentak di 171 daerah meliputi 17 provinsi, 39 kota dan 115 kabupaten, hal ini berpotensi menimbulkan konflik dan kerawanan berupa pertikaian horizontal maupun vertikal yang dapat menciderai pesta demokrasi nasional, bahkan dapat mengoyak kebhinnekaan bangsa kita.

"Hal ini harus menjadi perhatian bersama, sebab jika potensi konflik dan kerawanan pilkada serentak 2018 tidak tertangani secara tuntas dan diantisipasi secara dini, bukan tidak mungkin dapat memicu kegagalan pada pilkada serentak tahun 2018, yang akan berimbas hingga penyelenggaraan pemilu dan pilpres 2019, oleh karena itu menyongsong tahun politik ini pentingnya mewujudkan soliditas dan sinergitas TNI dengan seluruh komponen bangsa bagi kepentingan integritas NKRI dan suksesnya Penyelenggaraan pesta demokrasi nasional tahun 2018 dan 2019”tegasnya, panglima TNI

“Dan saya perintahkan kepada prajurit TNI dimana pun bertugas untuk selalu tetap berpegang teguh pada komitmen netralitas TNI dan menghindari sikap dan perilaku yang menjurus pada politik praktis, TNI bersikap netral dan melaksanakan tugas pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku dan juga agar meletakan kembali penguatan kualitas mental ideologi prajurit TNI sebagai insan prajurit sejati yang berahlak mulia, setia, memegang teguh sapta marga, sumpah prajurit dan delapan wajib TNI," tuturnya Panglima TNI, (Kin)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda