sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Pendirian UIII Menjawab Kebutuhan Masyarakat Internasional

Presiden Jokowi ketika memimpin rapat terbatas tentang perencanaan pendirian UIII di Istana Merdeka, pada Kamis (18/1/18).

Jakarta, Larast Post - Untuk meningkatkan pengakuan masyarakat akademik internasional atas Islam di Indonesia dan menempatkannya sebagai salah satu unsur penting peradaban dunia. Presiden Joko Widodo pada 29 Juni 2016 lalu telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 57 Tahun 2016 tentang pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII). 

"Sudah lebih dari setahun saya menandatangani Perpres mengenai Pendirian Universitas Islam Internasional Indonesia. Saya ingin mendapatkan laporan mengenai perkembangannya dan kendala yang dihadapi seperti apa," ucap Presiden ketika memimpin rapat terbatas terkait pendirian UIII digelar di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis (18/1/18).

Pada ratas itu dihadiri sejumlah menteri diantaranya Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN, Menko Ekonomi Darmin Nasution, Menkeu Sri Mulyani, Menseskab Pramono Anung, Menlu Retno Marsudi,  Gubernur Jabar Ahmad Heryawan.

Pada kesempatan itu Preisden Jokowi menekankan alasan Universitas Islam Internasional Indonesia didirikan meskipun di Indonesia sudah banyak berdiri universitas Islam yang dikelola negara. Menurutnya, UIII tak hanya disiapkan untuk memenuhi kebutuhan akan pendidikan di dalam negeri, namun juga untuk menjawab kebutuhan masyarakat internasional.

"Universitas Islam Internasional Indonesia ini kita bentuk bukan hanya untuk menjawab kebutuhan domestik, tetapi dibentuk terutama untuk menjawab kebutuhan masyarakat internasional, untuk memperkukuh kepemimpinan Indonesia di internasional terutama umat Islam internasional," ucapnya lagi.

Dalam praktiknya nanti, Universitas Islam Internasional Indonesia tidak hanya terbatas pada aktivitas belajar mengajar semata, tapi juga diarahkan untuk berperan melalui jalur diplomasi dengan menyebarluaskan ajaran dan praktik Islam yang moderat, toleran, demokratis, dan sesuai dengan kemajuan zaman kepada masyarakat internasional.

Islam Indonesia Penuh Toleransi

Lebih lanjut Jokowi mengungkapkan saran yang disampaikan sejumlah pemimpin negara Timur Tengah saat berlangsungnya pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Jakarta beberapa waktu sebelumnya. Menurutnya, pemuda Islam Indonesia yang belajar di Timur Tengah disarankan untuk mempelajari ilmu ekonomi perdagangan atau perminyakan.

"Tapi sebaliknya, generasi muda Timur Tengah yang ingin belajar ke Indonesia sebaiknya belajar mengenai Islam. Karena menurut beliau-beliau, Islam yang ada di Indonesia ini dalam praktik kesehariannya adalah Islam yang benar (toleran)," ujarnya.

Untuk itulah Universitas Islam Internasional Indonesia didirikan untuk utamanya berbagi ajaran dan pengalaman Islam moderat dan penuh toleransi yang dijalankan masyarakat Indonesia kepada dunia internasional.

Para pemimpin negara Timur Tengah itu menganggap Islam yang ada di Indonesia adalah Islam yang moderat.

Jadi Universitas Islam Internasional Indonesia dibentuk untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ajaran dan praktek Islam yang moderat, yang toleran, yang demokratis dan berilmu pengetahuan moderen ke masyarakat internasional dan untuk memperkokoh, menyebarluaskan Islam Indonesia.

“Kalau bahasa NU Islam Nusantara, kalau bahasa Muhammadiyah Islam yang berkemajuan, kira-kira itu,” ujar Presiden.

Nantinya, penyebaran ajaran Islam moderat ini dilakukan melalui lulusan-lulusan UIII yang berasal dari berbagai negara. “Lulusan tersebut akan menjadi duta Indonesia, duta kita,” ucap Presiden.

Kemudian dapat juga dilakukan melalui karya-karya UIII yang terdistribusikan dan tersebarluaskan ke negara-negara lain.

Presiden menegaskan bahwa UIII berbeda dengan UIN. “Mandatnya berbeda dan pasti fakultas dan bidang studinya juga berbeda,” pungkasnya.(her, sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda