sponsor

sponsor
Theme images by kelvinjay. Powered by Blogger.

Polkam

Agraria

Polkam

Megapolitan

Bisnis

Hukrim

Laras Jatim

Olah Raga

Regional

Seni Budaya dan Hiburan

Laras Jatim

Kesehatan

» » Rapim 2018, Prioritas Pengamanan Tiga Perhelatan Besar

Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi tiga Kepala Staf Angkatan  AD, AU dan AL ketika memberikan keterangan pers terkait Rapim TNI 2018 di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Jakarta, Larast Post - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto didampingi Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasau Marsekal Yuyu Sutisna dan Kasal Laksamana Ade Supandi ketika menggelar Konferensi pers usai penutupan Rapim TNI tahun 2018 pada Rabu (24/1/18) petang.

Pada kesempatan itu hadi menerangkan hari pertama digelar Rapim TNI - Polri 2018 menghasilkan beberapa hal diantaranya terkait dengan pengamanan Pemilukada tahun 2018 dan tahapan Pemilu 2019 yang tujuannya TNI dapat mengamankan hingga tercapai Pemilihan Umum yang luber dan jurdil. 

"Kemudian tercapai kesepakatan pada tahun 2018 pertama pengamanan Pilkada Serentak, Kedua Pengamanan Seagames 2018 _yang akan digelar Jakarta - Palembang_ Ketiga Pengamanan KTT IMF World Bank yang akan dihelat di Bali," jelas Panglima TNI.

Hadi mengatakan hari kedua pada Rapim TNI 2018 membahas evaluasi pelaksanaan program kerja dan anggaran tahun 2018 dan proyeksi program kerja tahun 2018. "Yang terpenting dalam kegiatan TNI disamping melaksanakan program kegiatan pelaksanaan pembentukan Satgas satgas pengamanan perbatasan, pamrahwan (pengamanan daerah rawan), pada tahun 2018 ini ditambah satu yaitu Satgas Kesehatan," ucap Hadi lagi. 

Pembentukan Satgas Kesehatan
Marsekal Hadi Tjahjanto menyebutkan, Satgas Kesehatan dioperasikan dalam wilayah kiris kesehatan. Juga wilayah wilayah terpencil, terisolir. "Satgas Kesehatan kami minta supaya masuk ke wilayah wilayah yang sulit dijangkau khususnya wilayah Papua," pesan Hadi.

Panglima TNI meminta kepada komandan satuan agar terus melaksanakan monitor dan evaluasi dan melaporkan apa yang terjadi terkait dengan mungkin ada serangan penyakit yang ada di wilayah itu dilaporkan kepada Panglima TNI. Panglima TNI segera melaksanakan koordinasi untuk memberikan tindakan tindakan diperlukan.

Waspada Ancaman Kontemporer
TNI sendiri saat ini akan segera mentransformasi diri menjadi suatu organisasi yang profesional modern, tangguh berjiwa satria, militan dan loyal disertai kemanunggalan dengan rakyat. Sehingga mampu menghadapi ancaman yang kontemporer. "Yang dimaksud ancaman kontemporer adalah yang bersifat asimetris proxy dan hibrida yang semakin mengemuka dan sulit diprediksi, seperti media sosial," pungkas Hadi.(her, sg)

«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Silahkan berikan komentar anda