sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Ekonomi

Regional

Peristiwa

Laras Jatim

Hukrim

LARAS JATENG

Agraria

LARAS JABAR

Pendidikan

Seni Budaya dan Hiburan

Bisnis

Pernak Pernik

Olah Raga

» » Tahun Politik, Kegiatan Presiden 2018 Akan Padat dan Dinamika Tinggi

Setpres Berikan Pengarahan Pada Wartawan Istana 2018
Deputi Media Dan Informasi Bey Machmudin, Perwakilan Kemensesneg dan Waasintel Paspampres Letkol Dony.

Jakarta, Larast Post - Biro Pers Istana Kepresidenan (BPMI) Sekretariat Presiden Jakarta memberikan pengarahan kepada Wartawan Istana Kepresidenan 2018 di Wisma Negara Komplek Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (18/01/18).

Pada kesempatan itu hadir Deputi Bidang Media dan Informasi Bey Machmudin, Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) Heru Budi Hartono, Kepala Biro Protokol Kepresidenan Ari Setiawan dan Waasintel Paspampres Letkol (CPM) Dony.

Pada kesempatan itu, Kasetpres Heru mengatakan kegiatan Presiden Joko Widodo pada tahun 2018 akan semakin banyak (padat) dengan dinamika yang tinggi.

"Harus dipahami karena dinamikanya tinggi tapi hadapi 2018 dengan senyum, akan makin banyak agenda," kata Heru di Wisma Negara Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Ia menyebutkan Presiden Jokowi akan banyak melakukan kunjungan baik ke daerah maupun ke luar negeri. Kadang perangkat kepresidenan seperti protokol, personel Paspampres termasuk wartawan, harus mendahului berangkat dan menumpang penerbangan komersil atau naik kereta api maupun jalur darat. "Itu harus dipahami," tegas Heru.

Dalam kesempatan itu Heru menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik dengan awak media yang telah melakukan peliputan kegiatan Presiden selama tahun 2017.

"Sepanjang 2017, awak media sudah membantu kami dengan kerja sama yang baik. Tahun 2018 kami berharap terjalin kembali kerja sama yang baik," kata Heru.

Ia kembali mengingatkan bahwa tahun 2018 akan berbeda dengan tahun 2017 antara lain karena tahun 2018 sudah memasuki tahun politik. "Tentu beda dengan 2017, saya tidak detailkan," ucapnya.

Heru juga mengungkapkan personel media yang bertugas di Istana Kepresidenan pada 2018 meningkat dibanding 2017. Pada tahun 2017, personel media mencapai 250 orang sementara pada 2018 sebanyak 297 orang.

Hal senada diucapkan Deputi Media dan Informasi (Kepala Biro Pers) Bey Machmudin, dinamika kegiatan Presiden yang tinggi, tidak tertutup kemungkinan akan muncul agenda tambahan yang disampaikan secara mendadak.

"Wartawan Istana yang sudah lama pasti tahulah kondisi itu," ucap pria yang sering disapa Bey.

Ia juga meminta awak media yang melakukan peliputan di Istana Kepresidenan untuk menjaga kerapihan dan kesopanan di manapun kegiatan Presiden berlangsung seperti yang diatur sesuai protapnya. Batik lengan panjang ketika acara resmi, PDL dalam kegiatan kenegaraan dan pakaian harian bebas rapi maupun seragam media masing-masing.

"Kerapihan dan kesopanan tetap dijunjung tinggi, teman-teman lebih paham," ujar Bey.

Sementara itu Waasintel Paspampres Letkol (CPM) Donny mengatakan awak media memahami jika di lapangan, personel Paspampres, protokol dan aparat keamanan setempat, kadang menyebabkan ketidaknyamanan.

"Kondisi di lapangan pada suatu acara RI 1 kadang anggota kami (Paspampres) menegur rekan media dengan nada tinggi, bahkan ada yang sampai berdebat dan terjadi crash, itu merupakan demi keamanan. kami tak mau ambil resiko kesalahan sekecil apapun tak ada toleransi. Untuk itu saya minta kesopanan, peraturan harus selalu dijaga, terutama Id Card harus selalu dipakai," pungkasnya.

Usai pengarahan pihak Biro Pers Istana Kepresidenan mendistribusikan tanda pengenal wartawan Istana Kepresidenan 2018. (Sugih)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda