sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Polkam

Megapolitan

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Seni Budaya dan Hiburan

Selebrity

Pendidikan

Wisata

Olah Raga

LARAS JABAR

» » Tembok Penahan Tanah Ambrol


Malang, Laras Post - Siapa sangka proyek pekerjaan Tembok Penahan Tanah (TPT) yang berada  dijalur jalan Kepanjen - Kemiri yang dibangun pada 2016  sudah rusak dan roboh. Berdasarkan keterangan warga setempat berinisial ED (40 thn), Senin (8/1/2018), robohnya TPT tersebut disinyalir karena tidak sesuai perencanaan.

Nampak terlihat pada sisa bangunan yang masih ada, campuran semen dan pasir tidak kuat. “Ini pasti asal bangun tanpa memperhatikan konstruksi tanah di sisi sungai atau bisa juga pondasi kurang dalam dan pekerjaan tidak sesuai perencanaan dan spek" ucap ED.

Masih kata ED, proyek ini dikerjakan pada 2016 silam dan roboh di penghujung tahun 2017. Hingga berita ini di unggah, belum diketahui siapa pelaksana atau kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut.

Namun warga menyebutkan, robohnya TPT disinyalir karena tidak sesuai spesifikasi saat pengerjaan dan besar kemungkinan proyek dimaksud milik Dinas PU Bina Marga (PU BM) Kabupaten Malang.

Sementara, Kepala Seksi (Kasie) Peningkatan jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga, Anita kepada wartawan menjelaskan, kalau proyek tersebut dikerjakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bina Marga Kepanjen.  "ya  benar itu milik Bina Marga tapi bukan dikerjakan kontraktor, itu dikerjakan oleh UPT mas," jelas Anita.(al)

Sudah Rampung, Jembatan Sidodadi Disinyalir Menyalahi Spek


Malang, Laras Post- Pada edisi sebelumnya terkait pembangunan jembatan Sidodadi Kalipare Kabupaten Malang yang pada tahap pembangunan sekarang ini telah rampung 100%. Namun rampungnya jembatan tersebut menuai banyak kritikan dari berbagai kalangan, disinyalir tidak sesuai spesifikasi yang di persyaratkan.

     Berdasarkan temuan dilapangan pada tahap pelaksanaan, batu yang digunakan tidak sepunuhnya batu hitam atau batu kali,  melainkan dicampur dengan batu kapur atau batu putih.

      Kepala bidang (Kabid) Peningkatan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (PUBM) Kabupaten Malang, M.Avicena Sani putra menerangkan kepada Wartawan belum lama ini membantah soal dugaan tersebut. Dirinya mengaku kalau batu yang digunakan pada pembangunan jembatan itu tidak menggunakan batu putih.

      "Itu tidak benar mas, saya sudah cek dilapangan jembatan itu tidak menggunakan batu putih," bantah Avi. "Itu hanya urukan saja," sambung dia. Saat diperlihatkan gambar yang ada pada tahap pelaksanaan pembangunan jembatan tersebut, Avi seketika berdalih dengan alasan mau rapat. "Saya tidak ada waktu mas, ini saya sudah ditunggu mau rapat," ujar Avi dengan meninggalkan awak media. (al/ed)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda