sponsor

sponsor
Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Polkam

Megapolitan

Polkam

Agraria

Regional

Hukrim

Laras Jatim

Bisnis

LARAS JATENG

Olah Raga

Seni Budaya dan Hiburan

Pendidikan

Wisata

Selebrity

» » Wujudkan Anak Sehat Lewat Sosialisasi Difteri

 Danramil Pare Kapten Inf Sutejo, Camat Pare Anik Wuriani, Aiptu Wahyudiono dari Polsek Pare, Kepala Puskesmas Pare dr.Tri Rahayu Enik


Kediri, Larast Post - Sosialisasi ORI (outbreak response immunization) Difteri ,hari ini berlangsung dan dihadiri Danramil Pare Kapten Inf Sutejo, Camat Pare Anik Wuriani, Aiptu Wahyudiono dari Polsek Pare, Kepala Puskesmas Pare dr.Tri Rahayu Enik serta M.Nadzirin dari KUA Pare. Sosialisasi yang berlangsung di balai Kelurahan Pare ini, juga diikuti perwakilan PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK dan SLB se-Kecamatan Pare, rabu (31/01/2018)

“ORI Difteri perlu dilakukan tiga kali untuk membentuk kekebalan tubuh dari bakteri corynebacterium diphteriae. Kita akan melaksanakan ORI gelombang kedua yang merupakan imunisasi terhadap wabah KLB (kejadian luar biasa) Difteri,” jelas dr. Tri Rahayu Enik.

Sambungnya ,“Pencegahan difteri yang paling utama adalah dengan imunisasi. Vaksin untuk imunisasi difteri ada 3 jenis, yaitu vaksin DPT-HB-Hib, vaksin DT, dan vaksin Td yang diberikan pada usia berbeda. Imunisasi Difteri diberikan melalui imunisasi dasar pada bayi di bawah 1 tahun sebanyak 3 dosis vaksin DPT-HB-Hib dengan jarak 1 bulan.”

“Selanjutnya, diberi Imunisasi lanjutan pada anak umur 18 bulan sebanyak 1 dosis vaksin DPT-HB-Hib, pada anak sekolah tingkat dasar kelas 1 diberikan 1 dosis vaksin DT, lalu pada murid kelas 2 diberikan 1 dosis vaksin Td, kemudian pada murid kelas 5 diberikan 1 dosis vaksin Td,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapten Inf Sutejo menambahkan ,“Saya mohon dukungan bapak ibu sekalian, untuk mensupport imunisasi difteri ini. Ini baik untuk masa depan anak-anak kita. Dengan penjelasan dari ibu dokter tadi, saya kira sudah cukup jelas. Jadi ini semua demi kebaikan bersama.”

Pada kesempatannya ,Anik Wuriani menjelaskan ,”ORI putaran kedua akan dilakukan di sekolah, Posyandu, Puskesmas, serta fasilitas kesehatan lainnya dan putaran ketiga akan dilanjutkan enam bulan kemudian.”

Session tanya jawab juga diberikan untuk memperjelas praktek di lapangan kedepannya dan setiap penanya akan diberi waktu 1,5 menit dengan batasan 5 orang penanya, sedangkan jawaban akan disesuaikan dengan tupoksi dari pertanyaan tersebut.  Penrem 082/CPYJ.(her,sg)

«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Silahkan berikan komentar anda